Lamanqu.com-Mesuji, OKI-Banjir yang terjadi pada Kamis, 16 April 2026, mengakibatkan kerusakan parah pada jembatan penghubung sepanjang kurang lebih 25 meter yang berada di Desa Sido Basuki, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kerusakan tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan terputusnya aktivitas pendidikan, perekonomian, serta mobilitas warga sehari-hari.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, derasnya arus banjir telah menggerus bagian konstruksi jembatan sehingga mengalami kerusakan berat dan tidak lagi aman untuk dilalui kendaraan maupun masyarakat. Jembatan tersebut merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan masyarakat Desa Sido Basuki dengan wilayah sekitarnya.
Hingga saat ini, masyarakat setempat menyampaikan bahwa belum terdapat tindak lanjut penanganan maupun perbaikan secara permanen dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena apabila tidak segera ditangani, aktivitas pendidikan para pelajar dan kegiatan perekonomian masyarakat dapat terganggu bahkan terputus sama sekali akibat rusaknya infrastruktur tersebut.
Kepala Desa Sido Basuki menyampaikan ‘bahwa jembatan tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat. Menurutnya, kerusakan yang terjadi akibat banjir telah menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.’
“Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat untuk bersekolah, bekerja, mengangkut hasil pertanian, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap pemerintah daerah dapat segera memfasilitasi usulan perbaikan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar pembangunan kembali jembatan dapat segera direalisasikan,” ungkap Kepala Desa Sido Basuki.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir menjelaskan ‘bahwa kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir memerlukan penanganan lintas sektor serta dukungan anggaran yang memadai.’
“Kami telah menerima laporan mengenai kerusakan jembatan akibat banjir. Selanjutnya diperlukan koordinasi dengan instansi teknis terkait untuk melakukan kajian dan pengusulan penanganan kepada pemerintah daerah serta pemerintah yang lebih tinggi sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Masyarakat Desa Sido Basuki berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut dengan memfasilitasi pengusulan bantuan pembangunan atau rehabilitasi jembatan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat. Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk memulihkan akses masyarakat serta mencegah dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas akibat terputusnya jalur transportasi utama desa.
Dengan adanya dukungan dan percepatan penanganan dari seluruh pihak terkait, masyarakat berharap infrastruktur jembatan yang rusak akibat bencana banjir dapat segera diperbaiki sehingga aktivitas pendidikan, pelayanan publik, dan perekonomian warga dapat kembali berjalan normal.
(Yanti)










