JAKARTA. Lamanqu. Com
Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan empat lembaga besar dan terpercaya di Indonesia, yakni BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS RI, Bank Syariah Nasional, dan PT Pegadaian. Langkah kolaborasi ini ditandai dengan persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, guna memperkuat sistem pembinaan olahraga prestasi sepakbola mini di tanah air secara terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan.
Ketua Umum KSMI, Dr. Yan Mulai Abidin, mengonfirmasi secara resmi rencana kemitraan besar ini. Menurutnya, langkah ini merupakan terobosan penting dalam dunia olahraga Indonesia, di mana KSMI bertekad menghadirkan ekosistem pembinaan yang lengkap dan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Benar adanya, dalam waktu dekat Komite Sepakbola Mini Indonesia akan resmi bergandengan tangan dengan empat lembaga besar negara: BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS RI, Bank Syariah Nasional, dan PT Pegadaian. Ini adalah kemitraan strategis yang kami bangun dengan sangat matang, bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan sinergi nyata untuk memajukan sepakbola mini Indonesia,” tegas Dr. Yan Mulai Abidin.
Ia menambahkan, kerja sama ini akan menjadi pendorong utama kelancaran pelaksanaan seluruh program pembinaan yang telah disiapkan KSMI. Saat ini, KSMI telah menyusun sistem kompetisi dan pembinaan yang sangat lengkap dan berjenjang, mencakup mulai dari Liga 1 hingga Liga 4, Liga Utama, Liga Santri, Liga Antar Klub, hingga kompetisi berbasis pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA, Liga Mahasiswa, Liga Antar Perguruan Tinggi, hingga Liga Antar Instansi.
“Kami memiliki jalur pembinaan yang sangat jelas, dari akar rumput hingga ke tingkat nasional. Kerja sama dengan empat lembaga besar ini akan menjamin dukungan fasilitas, perlindungan, pendanaan, serta kemudahan akses layanan bagi ribuan atlet, pelatih, dan pengelola yang tergabung dalam KSMI. Tujuannya satu: melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan bangsa,” lanjut Dr. Yan.
BPJS Ketenagakerjaan: Jamin Perlindungan dan Kesejahteraan Insan Olahraga
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Agung Nugroho, S.H., M.H., menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama ini. Pihaknya menilai, insan olahraga termasuk atlet dan tenaga pendukungnya merupakan tenaga kerja yang perlu mendapatkan jaminan perlindungan sosial dan keselamatan kerja.
“BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh insan sepakbola mini di Indonesia. Melalui MoU ini, kami akan memastikan setiap atlet, pelatih, wasit, dan pengelola yang bernaung di bawah KSMI terlindungi dari risiko kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, hingga jaminan hari tua. Ini bentuk kepedulian negara agar para atlet bisa berlatih dan bertanding dengan tenang, aman, dan sejahtera, karena masa depan mereka terjamin,” ungkap Dr. Agung Nugroho.
BAZNAS RI: Dukung Pembinaan Lewat Pendayagunaan Zakat untuk Prestasi
Sementara itu, Wakil Pimpinan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si., menyambut baik rencana kerja sama ini. Menurutnya, BAZNAS memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, termasuk di bidang olahraga sebagai salah satu sarana peningkatan kualitas manusia Indonesia.
“BAZNAS RI sangat mengapresiasi langkah strategis KSMI dalam menyusun pembinaan yang terstruktur. Kami siap bersinergi dan menjalin kerja sama resmi untuk mendukung program-program unggulan KSMI melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. Olahraga adalah sarana pendidikan karakter dan pembentukan generasi muda. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa bibit-bibit unggul dari berbagai daerah, termasuk yang kurang mampu, tetap bisa mengembangkan bakatnya dan berprestasi tanpa terkendala faktor ekonomi,” ujar H. Idy Muzayyad.
Bank Syariah Nasional: Dukungan Pembiayaan dan Layanan Keuangan Syariah
Dari sisi perbankan, Komisaris Independen Bank Syariah Nasional, KH. Lukman Khakim, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk menjadi mitra keuangan resmi KSMI. Ia menilai, kerja sama ini sejalan dengan visi bank syariah untuk mendukung sektor riil dan kemajuan bangsa.
“Bank Syariah Nasional bangga dapat menjadi bagian dari kemajuan sepakbola mini Indonesia. Kami sedang menjajaki menandatangani MoU kerja sama untuk memberikan dukungan fasilitas pembiayaan, pengelolaan dana organisasi yang transparan, serta layanan keuangan syariah bagi pengurus, anggota, hingga atlet dan keluarga besar KSMI. Kami ingin memastikan kelancaran operasional dan pengelolaan keuangan organisasi berjalan sehat, amanah, dan sesuai prinsip syariah, sehingga fokus utama tetap pada pembinaan prestasi yang maksimal,” jelas KH. Lukman Khakim.
PT Pegadaian: Solusi Keuangan dan Dukungan Fasilitas Olahraga
Komitmen yang sama juga disampaikan oleh Komisaris Utama PT Pegadaian, H.M. Putranto. Ia menyatakan bahwa PT Pegadaian sebagai lembaga keuangan negara siap berkontribusi nyata dalam memajukan olahraga nasional melalui kemitraan dengan KSMI.
“PT Pegadaian melihat potensi besar sepakbola mini sebagai olahraga yang merakyat dan digemari masyarakat luas. Kami sepakat untuk melakukan penandatanganan MoU kerja sama dengan KSMI. Dukungan yang kami berikan meliputi berbagai program kemitraan, solusi layanan keuangan, serta dukungan fasilitas dan sarana olahraga. Kami ingin hadir mendukung setiap langkah KSMI dalam mencetak prestasi, sekaligus memperluas manfaat layanan perusahaan bagi masyarakat olahraga Indonesia,” tegas H.M. Putranto.
Kata Sekretaris Jenderal: Langkah Besar Menuju Olahraga Berkelanjutan
Sekretaris Jenderal Komite Sepakbola Mini Indonesia, Daeng Supriyanto, S.H., M.H., dalam kesempatan terpisah menambahkan bahwa kerja sama ini adalah bukti keseriusan KSMI dalam membangun tata kelola olahraga yang profesional dan berkelanjutan.
“Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS RI, Bank Syariah Nasional, dan PT Pegadaian bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi kuat yang kami bangun agar seluruh jenjang kompetisi kami mulai dari liga sekolah, liga santri, hingga liga antar instansi bisa berjalan lancar, terjamin, dan berstandar nasional. Ini adalah langkah besar untuk menjadikan sepakbola mini sebagai wadah pembibitan atlet terbaik Indonesia. Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan empat lembaga besar ini, dan kami pastikan kerja sama ini akan membawa dampak positif yang nyata bagi kemajuan olahraga Indonesia ke depannya,” pungkas Daeng Supriyanto.
Rencananya, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini akan dilaksanakan secara resmi dalam waktu dekat dan akan dihadiri oleh seluruh pimpinan lembaga serta tokoh olahraga nasional.
(Yanti)










