Kabupaten Bandung, LamanQu.Com – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Sterad Mabes TNI AD meninjau progres pembangunan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0624/Kab. Bandungi di Kampung Gunung Leutik, RT 03 RW 06Desa Cipelah Kecamatan Rancabali, Selasa 02 Maret 2026.
Kepala tim TMMD ke-127 Brigjen TNI Dedi Prihatmojo S.I.P., M.Han didampingi Dandim 0624/Kab. Bandung Letkol Kav Samto Betah S. Hub.Int., Tim Wasev TMMD Letkol Inf Herbert Sinaga. Pabandya Bakti Dam III/Siliwangi Mayor Arm Heri, Pasiter Kodim 0624/Kab. Bandung Kapten Inf Ecef Dedi Iskandar, PJS Pasintel Kapten Inf Mustofa Sidik, Danramil 2412/Pasijambu Kapten Arm Giyar, Danramil 2414/Ciwidey Kapten Inf Supriyadi, Dan Uniy Intel Kodim 0624/Kab. Bandung Letda Inf Sutarto, Sekdis DPMD Kab. Bandung Asep Kurnia SP, Kabid DPMD Kab. Bandung Siti, Staf DPMD Sekcam Rancabali, Kades Cipelah dan anggota Kesdam III/Siliwangi.
Disampaikan Tim Wasev, kedatangan kami untuk melaksanakan pengawasan dan evaluasi TMMD ke-127 Kodim 0624/Kab. Bandung.
”TMMD merupakan Operasi Bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral, sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah,” ujar Brigjen TNI Dedi Prihatmojo.
TMMD kata Brigjen TNI Dedi Prihatmojo dilaksanakan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang terpencil, tertinggal, terisolasi, serta daerah terluar juga daerah kumuh perkotaan atau yang terkena dampak bencana.
Tim Wasev Meminta Target sasaran fisik dan non fisik serta sasaran tambahan sebagai program unggulan Kasad diselesaikan tepat waktu sesuai yang telah ditetapkan.
Setelah melaksanakan paparan, Dandim 0624/kab. Bandung mendampingi Tim Wasev meninjau langsung lokasi pembangunan.
Dikatakan Dandim 0624/Kab. Baandung Letkol Kav Samto Betah, yang pertama ditinjau adalah pembangunan Rutilahu dilanjutkan kelokasi pengecoran jalan sepanjang 1.500 meter x 3 meter x 0,20 meter.
”Selanjutnya Tim Wasev meninjau lokasi MCK dan melaksanakan ibadah sholat dzuhur lalu Tim Wasev menuju lokasi Supporting Dinas (ternak domba,” pungkasnya.




