• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, April 27, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Sekretaris Jendral Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Ki Edi Susilo : Kodrat Alam, Antitesis Serakahnomics: Tesis Budaya untuk Penyelamatan Ekologis

Reporter YN
9 Desember 2025
Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – “Tiap-tiap manusia mempunyai hak dan kewajiban hidup menurut Kodrat Alamnya, yaitu menurut keadaan dirinya dan alam sekelilingnya. Dan itulah yang sebaik-baiknya, artinya, yang benar-benar selaras dengan garis penghidupan rakyat.” Ki Hadjar Dewantara

​Bencana hidrometeorologi di Indonesia adalah manifestasi dari Korupsi Lingkungan akibat dominasi Serakahnomics (keserakahan ekonomi). Solusi fundamental untuk mengakhiri tragedi ini harus bertumpu pada penegakan hukum radikal yang dipadukan dengan pengarusutamaan kembali nilai adiluhung bangsa, yakni prinsip Kodrat Alam yang merupakan salah satu ajaran pokok Tamansiswa, sebagai pijakan filosofis dan konstitusi ekologi baru.

​1. Korupsi Lingkungan dan Tragedi yang Direkayasa

​Frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi (banjir, longsor) telah melampaui batas “musibah alam” dan harus didefinisikan sebagai tragedi yang direkayasa.

Penyebab tunggalnya adalah Serakahnomics: praktik ekonomi brutal dan korupsi tata ruang yang mengabaikan fungsi ekologis demi keuntungan jangka pendek.

Eksploitasi hutan, pembukaan lahan di daerah resapan, dan perusakan sungai adalah bukti nyata bahwa keuntungan segelintir kaum serakah telah dibayar tunai dengan nyawa banyak orang.

Setiap bencana adalah dakwaan terhadap lemahnya penegakan hukum dan hegemoni mentalitas eksploitatif.

​2. Berpijak pada Budaya adalah Solusi

​Solusi yang bertumpu hanya pada mitigasi teknis (pembangunan infrastruktur air) adalah paliatif yang gagal menyentuh akar masalah. Kita harus kembali kepada kearifan yang telah teruji selama ribuan tahun, yakni relasi ekologis holistik komunitas adat.

Jauh sebelum era industri, komunitas adat memandang alam (hutan, sungai, gunung) sebagai subjek yang harus dihormati dan dimintai restu, bukan objek eksploitasi.

Inilah konsep yang telah ada dalam akar budaya Indonesia yang bisa kita munculkan kembali sebagai Konsep penyelamatan alam yang sebenarnya adalah Nilai adiluhung bangsa yang selama ini kita abaikan.

​3. Kodrat Alam: Ruh Budaya Bangsa sebagai Konstitusi Ekologi

​Prinsip Kodrat Alam dalam Panca Darma Tamansiswa adalah kerangka berpikir yang paling relevan untuk penyelamatan bangsa saat ini. Kodrat Alam mengajarkan. ​

Pengakuan Hukum Alam: Manusia adalah bagian dari alam, bukan penguasa alam. Kita wajib memahami, menghormati, dan hidup sesuai dengan hukum-hukum alam (siklus hidrologi, fungsi resapan, kerentanan topografi), bukan memaksakan pembangunan yang bertentangan dengannya.

​Keadilan Kosmologis: Etika berinteraksi dengan alam menuntut keseimbangan antara kebutuhan material, spiritual, dan kelestarian ekologis. Ia menolak keserakahan yang menjadi motor Serakahnomics.

​4. Hipotesa Solusi (Proyeksi Jalan Keluar)

​Penyelamatan Indonesia dari bencana hidrometeorologi memerlukan intervensi ganda yang simultan dan radikal:

​A. Radikalisasi Penegakan Hukum.
Menerapkan sanksi pidana dan perdata yang ekstrem (misalnya, pemiskinan total pelaku dan korporasi) terhadap semua aktor Korupsi Lingkungan dan Tata Ruang.

Penegakan hukum harus memosisikan perusakan lingkungan sebagai kejahatan serius terhadap negara dan kemanusiaan.

​B. Institusionalisasi Kodrat Alam.
Mengangkat prinsip Kodrat Alam sebagai Pijakan Filosofis Utama dalam seluruh kebijakan publik, terutama tata ruang dan pendidikan.

Ini berarti:
​Regulasi Ekologis: Semua izin pemanfaatan lahan wajib lolos uji kepatuhan Kodrat Alam (berbasis kearifan lokal dan sains modern).

​Edukasi Transformasional: Menjadikan kesadaran ekologis berbasis Kodrat Alam sebagai inti kurikulum nasional untuk membentuk generasi yang memiliki etika ekologis, bukan mentalitas eksploitasi.

​Dan akhirnya kita bisa menarik sebuah Kongklusi bahwa ​Hanya melalui perpaduan radikal antara penegakan hukum tanpa kompromi (melawan Serakahnomics) dan pengarusutamaan budaya adiluhung Kodrat Alam (menghormati hukum alam), Indonesia dapat menghentikan tragedi hidrometeorologi yang direkayasa ini. Inilah tesis budaya yang mendesak untuk disahkan sebagai jalan penyelamatan ekologis bangsa.

Tags: bencana hidrometeorologisHimpunan Keluarga Tamansiswa IndonesiaKorupsi Lingkungan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ayu Nur Suri Tegaskan Komitmen Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan, Bagikan Bantuan Perlengkapan UMKM di Palembang

Next Post

Gubernur Sumsel Setuju Hadiri Pelantikan KSMI di Griya Agung, Palembang Siap Selenggarakan Liga Nusantara dan Piala Dunia 2026

YN

Info Terkait

Bencana Hidrometeorologis

Cegah Bencana Hidrometeorologis, Wagub Cik Ujang Dorong Gerakan Tanam Pohon

17 Mei 2025
Bencana Alam, perubahan iklim, bencana hidrometeorologis, antisipasi bencana alam

Muba Sigap dan Tanggap Hadapi Perubahan Iklim

9 November 2020

Berita Terbaru

Perempuan Turut Andil dalam Pelaksanaan TMMD Reg 128 Kodim Sragen

Kakek Sutarno Sebagai Pelecut Semangat Satgas TMMD

Geger, Advokad Dikeroyok di Bandung, Law Firm Ratakan & Partners Desak Polisi Tangkap Aktor Intelektual

Peduli Sesama, Mitra 10 Tanjung Api Api Salurkan Bantuan ke Beberapa Panti Asuhan di Palembang

Muba Ambil Bagian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Program Remaja Bernegara DPW NasDem Sumsel Diikuti Sebanyak 79 Pelajar, Simulasi Jadi DPRD hingga Kepala Daerah

79 Pelajar Ikuti Program Sekolah Politik dan Pengkaderan Remaja Bernegara Dari DPW NasDem Sumsel

Satgas TMMD Kodim Sragen Tancap Gas, Pengerjaan Jalan di karang malang Dikebut Tanpa Hari Libur

DPRD Palembang Dapil II Geram Saat Sidak Bangunan Diduga Tak Berizin di Jalan Balayudha

Berita Populer

Reses Dapil II DPRD Palembang: Mie Gacoan Dinilai Bantu Kurangi Pengangguran di Alang-Alang Lebar

Reses Dapil II DPRD Palembang: Mie Gacoan Dinilai Bantu Kurangi Pengangguran di Alang-Alang Lebar
Reporter YN
24 April 2026

Palembang. Lamanqu. Com Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, anggota DPRD Kota Palembang dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang...

Read more

IKA KSMA Ada Dibeberapa Daerah Di Indonesia, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan

IKA KSMA Ada Dibeberapa Daerah Di Indonesia, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan
Reporter YN
19 April 2026

Palembang. Lamanqu. Com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M...

Read more

Chairul S Matdiah : Gubernur adalah Wajah Provinsi, Fasilitas Sesuai Kebutuhan Tugas

Chairul S Matdiah : Gubernur adalah Wajah Provinsi, Fasilitas Sesuai Kebutuhan Tugas
Reporter YN
19 April 2026

Palembang. Lamanqu. Com Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Chairul S Matdiah, angkat bicara terkait dinamika rencana pengadaan mobil dinas senilai...

Read more

Gubernur Herman Deru Ajak Mahasiswa Gunakan AI Secara Bijak

Lomba Video AI
Reporter YN
19 April 2026

Palembang, LamanQu.Com - Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mengajak para mahasiswa untuk menggunakan Artificial Intelligence (AI) secara bijak....

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In