• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Maret 20, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Sekretaris Jendral Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Ki Edi Susilo : Air Bah Penghapus Ingatan: Jeritan Senyap, Ruang Budaya Warisan Sumatera

Reporter YN
5 Desember 2025
Air bah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – ​Sumatera, bumi yang menyimpan sulaman kisah dari masa ke masa, kini terhuyung. Bukan sekadar kabar duka yang merayap di linimasa, ini adalah jeritan batin dari rahim pertiwi yang terkoyak. Ketika banjir dan longsor memukul, hitungan kerugian seringkali berhenti pada angka material: bangunan yang ambruk, lahan yang terendam, dan jiwa-jiwa yang terenggut. Namun, di balik kalkulasi yang dingin itu, terhampar tragedi yang jauh lebih senyap dan mendalam, sebuah luka yang menganga pada jantung identitas kita.

​Air bah itu tidak hanya menyeret batang pohon dan bebatuan, ia juga melenyapkan ruang budaya, wadah tempat ingatan kolektif sebuah komunitas bersemayam.

​Bayangkanlah, Rumah adat yang bukan sekadar kayu dan atap, melainkan pustaka arsitektur yang merekam filosofi hidup ratusan tahun, kini tinggal puing, bisu di bawah lumpur.

​Arsip pusaka dan manuskrip kuno, saksi bisu sejarah leluhur, hanyut tak bersisa, seolah zaman yang lampau ikut ditelan gelombang.

​Ruang komunal tempat cerita rakyat didongengkan di bawah rembulan, tempat upacara adat dihelat sebagai janji suci pada alam, kini sunyi, kosong, dan hilang porosnya.

​Inilah krisis yang tak tercatat dalam laporan resmi BNPB: ancaman kepunahan terhadap Kebudayaan yang menjadi tiang penyangga jiwa sebuah bangsa.

​Ki Hadjar Dewantara pernah mengingatkan kita: “Kebudayaan Nasional adalah puncak-puncak dari kebudayaan daerah yang telah diolah dan ditransformasikan menjadi milik seluruh bangsa.”

​Tragedi ini meruntuhkan “puncak-puncak” itu. Setiap puing yang hancur adalah satu bab kisah yang robek, satu dialek lisan yang terancam putus, dan satu keping warisan yang terperosok ke dalam jurang kelupaan. ​Maka, empati kita harus melampaui rasa iba semata. Ia harus menjadi energi penggerak yang sadar bahwa yang sedang kita pertaruhkan adalah kelanjutan sebuah peradaban. Kita tidak hanya membantu mendirikan rumah fisik, tetapi juga membangun kembali rumah jiwa mereka.

​Inilah saatnya kita mengamalkan Ajaran Ki Hadjar Dewantara Tri-Ngo (Ngerti, Ngroso, Nglakoni) secara utuh:

​Ngerti (Mengerti): Kita harus memahami kedalaman hilangnya warisan budaya ini, bukan hanya sekadar melihat kerugian materi.

​Ngraso (Merasa): Kita harus menghayati dan merasakan perihnya ancaman putusnya tali sejarah dan identitas yang dialami oleh saudara-saudara kita.

​Nglakoni (Menjalankan): Kita harus melakukan aksi nyata, bukan hanya diam dalam simpati, untuk menyelamatkan dan memulihkan kembali pusaka-pusaka yang tersisa.

​Sungguh, hari ini, doa menjadi mantra yang menguatkan, solidaritas menjadi jembatan kemanusiaan, dan aksi nyata adalah ikrar bakti kita pada Sumatera. Saya tunduk, bangga, dan menghargai setiap langkah kawan-kawan yang dengan sigap membuka posko bantuan untuk Bencana Sumatera. Mereka adalah lentera di tengah kegelapan, yang membuktikan bahwa identitas ke-Indonesiaan kita—yang bergotong royong dan saling mengasihi—tak akan pernah hanyut.

​Mari, kita ulurkan tangan. Bukan sekadar untuk hari ini, tapi untuk memastikan bahwa cerita rakyat Sumatera akan tetap didengar oleh generasi mendatang, bahwa rumah adat akan kembali berdiri megah, dan bahwa air mata duka akan tergantikan oleh janji untuk membangun kembali, dengan kebudayaan sebagai fondasi yang tak tergoyahkan.

Tags: Air BahKabar Duka
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanam Pohon di Gambung, Direktur Jamparing Institute: Ini Harusnya Jadi Alarm Pemkab Bandung

Next Post

Sensasi Tahun Baru di Tengah Galaksi, Hanya di ibis Palembang Sanggar di Galactic Countdown 2026

YN

Info Terkait

Kabar Duka

Kabar Duka Ibunda Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Wafat

18 Februari 2026
Zamzami Ahmad meninggal dunia

Zamzami Ahmad, Mantan Ketua DPRD Sumsel Dikabarkan Meninggal Dunia

27 Oktober 2021
Kabar Duka, Putra Oku, Mantan Anggota DPRD, Wakil Ketua 1 DPRD

Putra OKU Selatan, H Zainuddin Berpulang

6 September 2020

Berita Terbaru

NPCI Sumsel–Polrestabes Palembang Berbagi di Bulan Ramadhan, Menebar Kebaikan, Meraih Keberkahan

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

Kakanwil Kemenag Sumsel Pimpin Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H, Ini Hasilnya 

Jelang Idulfitri Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Perkuat Keandalan Operasi Lewat Pengelolaan Aset

Bentrokan Berdarah di Lemabang: Versi Resmi Dipertanyakan, Dugaan Serangan Terencana Muncul

PLN Pastikan Listrik Andal di Masjid-Masjid Utama Palembang Jelang Salat Idul Fitri 1447 H

KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL TINJAU LANGSUNG PERSIAPAN KUNJUNGAN IDUL FITRI 1447 H DI RUTAN PALEMBANG

PLN ULP Prabumulih Gerak Cepat Tangani Gangguan Jaringan di Penyulang Patimura

Puluhan Armada Diberangkatkan Mudik Gratis, Berikut Beberapa Hal Diungkapkan

Berita Populer

Perkuat Standar HSSE, Kilang Pertamina Plaju Pastikan Operasional Andal Selama Ramadan dan Idulfitri

Perkuat Standar HSSE, Kilang Pertamina Plaju Pastikan Operasional Andal Selama Ramadan dan Idulfitri
Reporter YN
15 Maret 2026

Plaju. lamanqu Selama periode Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju memastikan seluruh operasional berjalan dengan...

Read more

Dandim 0609/Cimahi Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap II di Sungai Cimeta

Dandim 0609/Cimahi Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap II di Sungai Cimeta
Reporter UMR
16 Maret 2026

Bandung Barat, LamanQu.Com – Komandan Kodim 0609/Cimahi Letkol Inf Ratno, S.H., M.I.P yang di wakili Danramil 0905/Cipatat Kapten Inf Sujana...

Read more

Dukung Program Akselerasi Kementerian, Rutan Kelas I Palembang Siapkan Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Dukung Program Akselerasi Kementerian, Rutan Kelas I Palembang Siapkan Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
Reporter YN
17 Maret 2026

Palembang. Lamanqu. Com Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Palembang berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan melalui program pendidikan kesetaraan....

Read more

Dukung Program Akselerasi Kementerian, Rutan Kelas I Palembang Siapkan Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Dukung Program Akselerasi Kementerian, Rutan Kelas I Palembang Siapkan Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
Reporter YN
17 Maret 2026

Palembang. Berita Suara Rakyat. Com Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Palembang berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan melalui program...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In