• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, September 28, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Sekretaris Jendral Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Ki Edi Susilo : Air Bah Penghapus Ingatan: Jeritan Senyap, Ruang Budaya Warisan Sumatera

Reporter YN
5 Desember 2025
Air bah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – ​Sumatera, bumi yang menyimpan sulaman kisah dari masa ke masa, kini terhuyung. Bukan sekadar kabar duka yang merayap di linimasa, ini adalah jeritan batin dari rahim pertiwi yang terkoyak. Ketika banjir dan longsor memukul, hitungan kerugian seringkali berhenti pada angka material: bangunan yang ambruk, lahan yang terendam, dan jiwa-jiwa yang terenggut. Namun, di balik kalkulasi yang dingin itu, terhampar tragedi yang jauh lebih senyap dan mendalam, sebuah luka yang menganga pada jantung identitas kita.

​Air bah itu tidak hanya menyeret batang pohon dan bebatuan, ia juga melenyapkan ruang budaya, wadah tempat ingatan kolektif sebuah komunitas bersemayam.

​Bayangkanlah, Rumah adat yang bukan sekadar kayu dan atap, melainkan pustaka arsitektur yang merekam filosofi hidup ratusan tahun, kini tinggal puing, bisu di bawah lumpur.

​Arsip pusaka dan manuskrip kuno, saksi bisu sejarah leluhur, hanyut tak bersisa, seolah zaman yang lampau ikut ditelan gelombang.

​Ruang komunal tempat cerita rakyat didongengkan di bawah rembulan, tempat upacara adat dihelat sebagai janji suci pada alam, kini sunyi, kosong, dan hilang porosnya.

​Inilah krisis yang tak tercatat dalam laporan resmi BNPB: ancaman kepunahan terhadap Kebudayaan yang menjadi tiang penyangga jiwa sebuah bangsa.

​Ki Hadjar Dewantara pernah mengingatkan kita: “Kebudayaan Nasional adalah puncak-puncak dari kebudayaan daerah yang telah diolah dan ditransformasikan menjadi milik seluruh bangsa.”

​Tragedi ini meruntuhkan “puncak-puncak” itu. Setiap puing yang hancur adalah satu bab kisah yang robek, satu dialek lisan yang terancam putus, dan satu keping warisan yang terperosok ke dalam jurang kelupaan. ​Maka, empati kita harus melampaui rasa iba semata. Ia harus menjadi energi penggerak yang sadar bahwa yang sedang kita pertaruhkan adalah kelanjutan sebuah peradaban. Kita tidak hanya membantu mendirikan rumah fisik, tetapi juga membangun kembali rumah jiwa mereka.

​Inilah saatnya kita mengamalkan Ajaran Ki Hadjar Dewantara Tri-Ngo (Ngerti, Ngroso, Nglakoni) secara utuh:

​Ngerti (Mengerti): Kita harus memahami kedalaman hilangnya warisan budaya ini, bukan hanya sekadar melihat kerugian materi.

​Ngraso (Merasa): Kita harus menghayati dan merasakan perihnya ancaman putusnya tali sejarah dan identitas yang dialami oleh saudara-saudara kita.

​Nglakoni (Menjalankan): Kita harus melakukan aksi nyata, bukan hanya diam dalam simpati, untuk menyelamatkan dan memulihkan kembali pusaka-pusaka yang tersisa.

​Sungguh, hari ini, doa menjadi mantra yang menguatkan, solidaritas menjadi jembatan kemanusiaan, dan aksi nyata adalah ikrar bakti kita pada Sumatera. Saya tunduk, bangga, dan menghargai setiap langkah kawan-kawan yang dengan sigap membuka posko bantuan untuk Bencana Sumatera. Mereka adalah lentera di tengah kegelapan, yang membuktikan bahwa identitas ke-Indonesiaan kita—yang bergotong royong dan saling mengasihi—tak akan pernah hanyut.

​Mari, kita ulurkan tangan. Bukan sekadar untuk hari ini, tapi untuk memastikan bahwa cerita rakyat Sumatera akan tetap didengar oleh generasi mendatang, bahwa rumah adat akan kembali berdiri megah, dan bahwa air mata duka akan tergantikan oleh janji untuk membangun kembali, dengan kebudayaan sebagai fondasi yang tak tergoyahkan.

Tags: Air BahKabar Duka
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanam Pohon di Gambung, Direktur Jamparing Institute: Ini Harusnya Jadi Alarm Pemkab Bandung

Next Post

Sensasi Tahun Baru di Tengah Galaksi, Hanya di ibis Palembang Sanggar di Galactic Countdown 2026

YN

Info Terkait

Kabar Duka

Kabar Duka Ibunda Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Wafat

18 Februari 2026
Zamzami Ahmad meninggal dunia

Zamzami Ahmad, Mantan Ketua DPRD Sumsel Dikabarkan Meninggal Dunia

27 Oktober 2021
Kabar Duka, Putra Oku, Mantan Anggota DPRD, Wakil Ketua 1 DPRD

Putra OKU Selatan, H Zainuddin Berpulang

6 September 2020

Berita Terbaru

Keren! TraffyGo Karya Siswa SMAN 2 Talang Ubi Sabet Juara 1 Nasional Lomba Karya Ilmiah Korlantas

Penyebaran Fitnah dan Pencemaran Nama Baik, Facebook BubblyAlligator5908 Dilaporkan Ke Polisi

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Sumatera Selatan Resmi Dikukuhkan

Akses sungai Burung ditutup Tongkang PT BMH,Jadi Sorotan Tajam ! Pemerintah Dan APH Jangan Tutup Mata

Kelapa Merupakan Komoditas Banyak Manfaatnya, Ini Beberapa Diungkapkan PLT Kadisbun Sumsel

Rayakan World Tourism Day, THE 1O1 Palembang Rajawali Hadirkan Pengalaman Wisata Bernuansa Budaya Palembang

Bhayangkari Sumsel Hadirkan 4.000 Paket Sembako dan Layanan Kesehatan bagi Warga Palembang

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Apresiasi Kinerja dan Keandalan Kilang Plaju

Dari Energi untuk Negeri hingga Kepedulian bagi Sesama, Kilang Plaju Hadirkan Harapan melalui Donor Darah

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In