• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Juni 20, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Sekretaris Jendral Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Ki Edi Susilo : Air Bah Penghapus Ingatan: Jeritan Senyap, Ruang Budaya Warisan Sumatera

Reporter YN
5 Desember 2025
Air bah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – ​Sumatera, bumi yang menyimpan sulaman kisah dari masa ke masa, kini terhuyung. Bukan sekadar kabar duka yang merayap di linimasa, ini adalah jeritan batin dari rahim pertiwi yang terkoyak. Ketika banjir dan longsor memukul, hitungan kerugian seringkali berhenti pada angka material: bangunan yang ambruk, lahan yang terendam, dan jiwa-jiwa yang terenggut. Namun, di balik kalkulasi yang dingin itu, terhampar tragedi yang jauh lebih senyap dan mendalam, sebuah luka yang menganga pada jantung identitas kita.

​Air bah itu tidak hanya menyeret batang pohon dan bebatuan, ia juga melenyapkan ruang budaya, wadah tempat ingatan kolektif sebuah komunitas bersemayam.

​Bayangkanlah, Rumah adat yang bukan sekadar kayu dan atap, melainkan pustaka arsitektur yang merekam filosofi hidup ratusan tahun, kini tinggal puing, bisu di bawah lumpur.

​Arsip pusaka dan manuskrip kuno, saksi bisu sejarah leluhur, hanyut tak bersisa, seolah zaman yang lampau ikut ditelan gelombang.

​Ruang komunal tempat cerita rakyat didongengkan di bawah rembulan, tempat upacara adat dihelat sebagai janji suci pada alam, kini sunyi, kosong, dan hilang porosnya.

​Inilah krisis yang tak tercatat dalam laporan resmi BNPB: ancaman kepunahan terhadap Kebudayaan yang menjadi tiang penyangga jiwa sebuah bangsa.

​Ki Hadjar Dewantara pernah mengingatkan kita: “Kebudayaan Nasional adalah puncak-puncak dari kebudayaan daerah yang telah diolah dan ditransformasikan menjadi milik seluruh bangsa.”

​Tragedi ini meruntuhkan “puncak-puncak” itu. Setiap puing yang hancur adalah satu bab kisah yang robek, satu dialek lisan yang terancam putus, dan satu keping warisan yang terperosok ke dalam jurang kelupaan. ​Maka, empati kita harus melampaui rasa iba semata. Ia harus menjadi energi penggerak yang sadar bahwa yang sedang kita pertaruhkan adalah kelanjutan sebuah peradaban. Kita tidak hanya membantu mendirikan rumah fisik, tetapi juga membangun kembali rumah jiwa mereka.

​Inilah saatnya kita mengamalkan Ajaran Ki Hadjar Dewantara Tri-Ngo (Ngerti, Ngroso, Nglakoni) secara utuh:

​Ngerti (Mengerti): Kita harus memahami kedalaman hilangnya warisan budaya ini, bukan hanya sekadar melihat kerugian materi.

​Ngraso (Merasa): Kita harus menghayati dan merasakan perihnya ancaman putusnya tali sejarah dan identitas yang dialami oleh saudara-saudara kita.

​Nglakoni (Menjalankan): Kita harus melakukan aksi nyata, bukan hanya diam dalam simpati, untuk menyelamatkan dan memulihkan kembali pusaka-pusaka yang tersisa.

​Sungguh, hari ini, doa menjadi mantra yang menguatkan, solidaritas menjadi jembatan kemanusiaan, dan aksi nyata adalah ikrar bakti kita pada Sumatera. Saya tunduk, bangga, dan menghargai setiap langkah kawan-kawan yang dengan sigap membuka posko bantuan untuk Bencana Sumatera. Mereka adalah lentera di tengah kegelapan, yang membuktikan bahwa identitas ke-Indonesiaan kita—yang bergotong royong dan saling mengasihi—tak akan pernah hanyut.

​Mari, kita ulurkan tangan. Bukan sekadar untuk hari ini, tapi untuk memastikan bahwa cerita rakyat Sumatera akan tetap didengar oleh generasi mendatang, bahwa rumah adat akan kembali berdiri megah, dan bahwa air mata duka akan tergantikan oleh janji untuk membangun kembali, dengan kebudayaan sebagai fondasi yang tak tergoyahkan.

Tags: Air BahKabar Duka
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanam Pohon di Gambung, Direktur Jamparing Institute: Ini Harusnya Jadi Alarm Pemkab Bandung

Next Post

Sensasi Tahun Baru di Tengah Galaksi, Hanya di ibis Palembang Sanggar di Galactic Countdown 2026

YN

Info Terkait

Kabar Duka

Kabar Duka Ibunda Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Wafat

18 Februari 2026
Zamzami Ahmad meninggal dunia

Zamzami Ahmad, Mantan Ketua DPRD Sumsel Dikabarkan Meninggal Dunia

27 Oktober 2021
Kabar Duka, Putra Oku, Mantan Anggota DPRD, Wakil Ketua 1 DPRD

Putra OKU Selatan, H Zainuddin Berpulang

6 September 2020

Berita Terbaru

Perangkat Desa Cihanjuang Bermain Agresif Masuk 4 Tim Terbaik Semi Final Futsal Kapolsek Cisarua Cup

Fire Fun Learning with Fire Brigade Kilang Plaju, Tanamkan Kesadaran Keselamatan Sedari Dini

Kepala Rutan Kelas I Palembang Tinjau Pelatihan Barista, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif

Wagub Cik Ujang Hadiri Wisuda ke-80 dan Milad ke-47 UMP, Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul dan Berdaya Saing

Wagub Cik Ujang Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Perubahan di Gebyar Muharam 1448 H dan Harlah Muslimat NU ke-80

Wagub Cik Ujang Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Sumsel Berpartisipasi Aktif

Wagub Cik Ujang Buka JAMDA IX Pramuka Sumsel 2026, Dorong Lahirnya Generasi Mandiri, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era Digital

Terima Audiensi Polsri, Herman Deru Dorong Sinkronisasi Pendidikan Vokasi dengan Potensi Sumsel

Dibawah Komando Bambang Ismawan ,Vian Ketua CS 08 Sumsel Yakin PT Bukit Asam Akan Jauh Lebih Baik

Berita Populer

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020
Reporter YN
9 Juni 2026

SEKAYU, MUBA, LamanQu. Com-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus bergerak cepat dalam memperluas penyerapan...

Read more

Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Bandung Dorong Koperasi jadi Penggerak Pemerataan

Koperasi
Reporter UMR
10 Juni 2026

Bandung, LamanQu.Com - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,76 persen pada triwulan pertama tahun 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya...

Read more

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan
Reporter YN
9 Juni 2026

PALEMBANG,LamanQu. Com- Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2029 akhirnya tuntas. Komisi I...

Read more

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga
Reporter YN
31 Mei 2026

LAHAT,LamanQu.Com-Di balik gagah pakaian dinas Wakil Gubernur Sumatera Selatan, sosok Cik Ujang kembali menampakkan kesederhanaannya saat pulang ke kampung halaman....

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In