• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Februari 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Dengan Inovasi Sistem IMTA, Pokdakan di Sungai Gerong Berhasil Efisiensi Pakan dan Turunkan Limbah Budidaya, Limbah Menurun Drastis

Reporter YN
20 November 2025
Dengan Inovasi Sistem IMTA, Pokdakan di Sungai Gerong Berhasil Efisiensi Pakan dan Turunkan Limbah Budidaya, Limbah Menurun Drastis
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Ketidakefisienan sistem pendederan ikan masih menjadi tantangan utama bagi pembudidaya di kawasan perairan Sumatera Selatan. Sistem budidaya konvensional yang digunakan selama ini menunjukkan berbagai keterbatasan, mulai dari waktu pembesaran ikan yang lama, kebutuhan pakan yang tinggi, hingga rendahnya kualitas air yang bahkan tidak memenuhi baku mutu.

Proses budidaya yang diterapkan pembudidaya sebelumnya masih belum efektif dan efisien, karena sebagian masih mengandalkan metode tradisional dan konvensional. Pola budidaya tersebut umumnya dilakukan dengan pendekatan tradisional (ekstensif atau semi-intensif) baik dalam hal pemeliharaan, maupun pengelolaan kualitas air dengan infrastruktur yang minim.

Walaupun metode konvensional ini relatif mudah dijalankan, namun kelemahannya adalah rendahnya produktivitas, tingginya risiko kegagalan, serta ketergantungan pada kondisi alam yang tidak selalu stabil.

Salah satu permasalahan mendasar dalam pengembangan usaha budidaya di Indonesia adalah masih dominannya pola tradisional dengan produktivitas rendah.

Menjawab persoalan tersebut, Kilang Pertamina Plaju memperkenalkan inovasi Integrated Multi-Tropic Aquaculture (IMTA) kepada pembudidaya ikan, sebuah sistem budidaya ikan berkelanjutan yang memanfaatkan pendekatan Bio-Treatment untuk mendaur ulang limbah nutrien ikan menjadi sumber daya bernilai tambah.

Inovasi ini dikembangkan untuk memberikan solusi ekologis sekaligus ekonomis bagi masyarakat pembudidaya dan akan diterapkan melalui program Belida Musi Lestari. Konsep IMTA menekankan bahwa sisa pakan dan feses ikan dari kolam utama tidak harus dianggap sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sebagai media pemeliharaan cacing sutera. Cacing sutera bertindak sebagai biofilter hidup yang mengkonsumsi bahan organik, sehingga air yang telah mengalami penyaringan biologis dapat dikembalikan ke kolam sebagai air resirkulasi yang lebih bersih.

Konsep IMTA sendiri diadaptasi dari skema bio-filter di Kilang Plaju pada unit Sour Water Striper (SWS) dan PET (Primary Effluent Treatment) serta SET (Secondary Effluent Treatment).

Penerapan sistem IMTA memberikan peningkatan kinerja budidaya yang signifikan. Dari sisi efektivitas waktu, pendederan ikan lele yang sebelumnya membutuhkan tiga bulan kini dapat diselesaikan dalam 2,5 bulan. Ikan gurami yang tetap dipelihara selama lima bulan dapat meningkatkan ukuran panen dari 2,5 ons menjadi 3 ons, sedangkan ikan patin dapat mencapai ukuran 4,5 hingga 5 ons dalam periode yang sama, meningkat dari sebelumnya hanya 2,5 hingga 3 ons.

Efisiensi pakan juga mengalami perbaikan drastis, ditandai dengan turunnya Feed Conversion Ratio (FCR) dari 1,2 menjadi hanya 0,9, yang berarti kebutuhan pakan semakin hemat dan biaya produksi menurun. Selain itu, inovasi ini memungkinkan pembudidaya untuk menghasilkan tiga komoditas sekaligus, yakni ikan konsumsi, cacing sutera sebagai pakan benih ikan bernutrisi tinggi, serta tanaman Indigofera yang memiliki nilai ekonomis sebagai pakan ternak dan ikan.

Dampak lingkungan dari penerapan IMTA terlihat sangat nyata. Hampir seluruh parameter kualitas air menunjukkan perbaikan drastis dan kini berada dalam kisaran yang memenuhi baku mutu. TSS turun dari 265 menjadi 16,2 mg/L, COD berkurang dari 114,7 menjadi 23,8 mg/L, dan BOD turun menjadi hanya 9 mg/L. Kadar amonia yang sebelumnya berada pada tingkat berbahaya turun menjadi 3,797 mg/L, pH meningkat dari kondisi asam 5,86 menjadi lebih netral pada angka 6,85, dan kadar oksigen terlarut meningkat secara signifikan dari 5,97 menjadi 10,97 mg/L.

Nitrat pun menurun dari 82,6 menjadi 8,814 mg/L. Seluruh perbaikan ini menjadikan sistem IMTA jauh lebih aman, stabil, dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Selain itu, integrasi biotreatment cacing sutera memungkinkan penghematan air hingga 60,0525 meter kubik per tahun, serta menghasilkan sludge yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman Indigofera.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU III Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa IMTA bukan hanya inovasi teknologi, melainkan solusi ekologis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah tidak lagi diperlakukan sebagai beban, tetapi sebagai aset baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha budidaya masyarakat.

Penerapan IMTA juga selaras dengan komitmen Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Inovasi ini secara langsung mendukung upaya pencapaian SDG 6 melalui penghematan air dan pengelolaan limbah, SDG 12 melalui praktik konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 14 melalui perlindungan ekosistem perairan, serta SDG 8 dengan memberikan peluang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat pembudidaya.

Dengan hadirnya inovasi ini, Kilang Pertamina Plaju kembali menegaskan perannya sebagai pelopor solusi keberlanjutan yang mampu mensinergikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu sistem terpadu demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Tags: Inovasi Sistem IMTAKilang Pertamina Plajupembudidaya ikan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rakerprov INKINDO Sumsel Jadi Momentum Perkuat Kompetensi dan Rumuskan Strategi Pembangunan Daerah

Next Post

Kick Off Kelas Pemilih Cerdas 2025: JPPR Palembang Dorong Partisipasi Politik Lewat Edukasi dan Dialog

YN

Info Terkait

Konsistensi Jaga Mutu, Laboratory Kilang Plaju Raih 5 Penghargaan di Laboratory Awards 2025

Konsistensi Jaga Mutu, Laboratory Kilang Plaju Raih 5 Penghargaan di Laboratory Awards 2025

20 Februari 2026
Penghargaan PRIA 2026

Komunikasi Humanis Dalam Pemberdayaan Masyarakat Antakan Kilang Pertamina Plaju Raih Penghargaan PRIA 2026

17 Februari 2026
Mitigasi Risiko Hukum

Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum, Kilang Pertamina Plaju Pererat Sinergi bersama Kejati Sumsel

14 Februari 2026
Hari Pers Nasional

Hari Pers Nasional, Kilang Pertamina Plaju Perkuat Sinergi Media dalam Mendukung Kedaulatan Energi Negeri

9 Februari 2026
Grand Good Housekeeping

Grand Good Housekeeping, Komitmen Kilang Pertamina Plaju Jaga Area Kerja Aman dan Tertib

5 Februari 2026
Infrastruktur Proyek DME

Kilang Pertamina Plaju Dukung Kesiapan Infrastruktur Proyek DME

30 Januari 2026

Berita Terbaru

Satgas TMMD ke-127 Kebut hingga Malam Hari, Pengecoran Jalan di Cipelah Capai 903 Meter

Capai 33,4 Persen, Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap II di Wilayah Kodim 0624/Kabupaten Bandung

Konsistensi Jaga Mutu, Laboratory Kilang Plaju Raih 5 Penghargaan di Laboratory Awards 2025

Tak Terima Dikaitkan Kasus Lubuklinggau, UMMI Wisata Tour & Travel Ancam Gugat Penyebar Hoaks

Satgas TMMD ke-127 Bersama Warga Cipelah Cor Jalan Hingga Tuntas 1500 M

Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Gelar Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026, Gratis untuk Masyarakat

Gunakan Alat Berat, TMMD ke-127 Pasang Box Culvert untuk Penghubung Antar 2 Kampung di Desa Cipelah

Satgas TMMD ke-127 Cek Bantuan Ternak Domba

PLN UID S2JB Imbau Masyarakat Melapor Jika Menemukan Kondisi Jaringan Listrik yang Dinilai Tidak Aman

Berita Populer

Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Reporter UMR
18 Februari 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com - Tim Kesehatan Satgas TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat Kampung Kubangsari,...

Read more

Dari Kepedulian Menjadi Aksi, SPP RU III Dukung Pemulihan Sumatera

Pemulihan Sumatera
Reporter YN
20 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama terus menjadi nilai yang hidup di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga...

Read more

Lahan Teh PTPN di Pangalengan Dialih Fungsihkan Tanam Kentang Picu Ancaman Longsor

Lahan Teh PTPN di Pangalengan
Reporter UMR
16 Februari 2026

Pangalengan, LamanQu.Com - Penguasaan lahan kebun teh PTPN secara ilegal di Pangalengan kerap dilakukan guna alih fungsi lahan, hal ini...

Read more

Sinergi TNI dan Rakyat di TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung

TMMD ke-127 Kodim 0624
Reporter UMR
20 Februari 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com Semangat kebersamaan TNI dan masyarakat terus membara di Kabupaten Bandung. Hal ini terlihat jelas dalam pelaksanaan program...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In