• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Mei 26, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Dengan Inovasi Sistem IMTA, Pokdakan di Sungai Gerong Berhasil Efisiensi Pakan dan Turunkan Limbah Budidaya, Limbah Menurun Drastis

Reporter YN
20 November 2025
Dengan Inovasi Sistem IMTA, Pokdakan di Sungai Gerong Berhasil Efisiensi Pakan dan Turunkan Limbah Budidaya, Limbah Menurun Drastis
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Ketidakefisienan sistem pendederan ikan masih menjadi tantangan utama bagi pembudidaya di kawasan perairan Sumatera Selatan. Sistem budidaya konvensional yang digunakan selama ini menunjukkan berbagai keterbatasan, mulai dari waktu pembesaran ikan yang lama, kebutuhan pakan yang tinggi, hingga rendahnya kualitas air yang bahkan tidak memenuhi baku mutu.

Proses budidaya yang diterapkan pembudidaya sebelumnya masih belum efektif dan efisien, karena sebagian masih mengandalkan metode tradisional dan konvensional. Pola budidaya tersebut umumnya dilakukan dengan pendekatan tradisional (ekstensif atau semi-intensif) baik dalam hal pemeliharaan, maupun pengelolaan kualitas air dengan infrastruktur yang minim.

Walaupun metode konvensional ini relatif mudah dijalankan, namun kelemahannya adalah rendahnya produktivitas, tingginya risiko kegagalan, serta ketergantungan pada kondisi alam yang tidak selalu stabil.

Salah satu permasalahan mendasar dalam pengembangan usaha budidaya di Indonesia adalah masih dominannya pola tradisional dengan produktivitas rendah.

Menjawab persoalan tersebut, Kilang Pertamina Plaju memperkenalkan inovasi Integrated Multi-Tropic Aquaculture (IMTA) kepada pembudidaya ikan, sebuah sistem budidaya ikan berkelanjutan yang memanfaatkan pendekatan Bio-Treatment untuk mendaur ulang limbah nutrien ikan menjadi sumber daya bernilai tambah.

Inovasi ini dikembangkan untuk memberikan solusi ekologis sekaligus ekonomis bagi masyarakat pembudidaya dan akan diterapkan melalui program Belida Musi Lestari. Konsep IMTA menekankan bahwa sisa pakan dan feses ikan dari kolam utama tidak harus dianggap sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sebagai media pemeliharaan cacing sutera. Cacing sutera bertindak sebagai biofilter hidup yang mengkonsumsi bahan organik, sehingga air yang telah mengalami penyaringan biologis dapat dikembalikan ke kolam sebagai air resirkulasi yang lebih bersih.

Konsep IMTA sendiri diadaptasi dari skema bio-filter di Kilang Plaju pada unit Sour Water Striper (SWS) dan PET (Primary Effluent Treatment) serta SET (Secondary Effluent Treatment).

Penerapan sistem IMTA memberikan peningkatan kinerja budidaya yang signifikan. Dari sisi efektivitas waktu, pendederan ikan lele yang sebelumnya membutuhkan tiga bulan kini dapat diselesaikan dalam 2,5 bulan. Ikan gurami yang tetap dipelihara selama lima bulan dapat meningkatkan ukuran panen dari 2,5 ons menjadi 3 ons, sedangkan ikan patin dapat mencapai ukuran 4,5 hingga 5 ons dalam periode yang sama, meningkat dari sebelumnya hanya 2,5 hingga 3 ons.

Efisiensi pakan juga mengalami perbaikan drastis, ditandai dengan turunnya Feed Conversion Ratio (FCR) dari 1,2 menjadi hanya 0,9, yang berarti kebutuhan pakan semakin hemat dan biaya produksi menurun. Selain itu, inovasi ini memungkinkan pembudidaya untuk menghasilkan tiga komoditas sekaligus, yakni ikan konsumsi, cacing sutera sebagai pakan benih ikan bernutrisi tinggi, serta tanaman Indigofera yang memiliki nilai ekonomis sebagai pakan ternak dan ikan.

Dampak lingkungan dari penerapan IMTA terlihat sangat nyata. Hampir seluruh parameter kualitas air menunjukkan perbaikan drastis dan kini berada dalam kisaran yang memenuhi baku mutu. TSS turun dari 265 menjadi 16,2 mg/L, COD berkurang dari 114,7 menjadi 23,8 mg/L, dan BOD turun menjadi hanya 9 mg/L. Kadar amonia yang sebelumnya berada pada tingkat berbahaya turun menjadi 3,797 mg/L, pH meningkat dari kondisi asam 5,86 menjadi lebih netral pada angka 6,85, dan kadar oksigen terlarut meningkat secara signifikan dari 5,97 menjadi 10,97 mg/L.

Nitrat pun menurun dari 82,6 menjadi 8,814 mg/L. Seluruh perbaikan ini menjadikan sistem IMTA jauh lebih aman, stabil, dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Selain itu, integrasi biotreatment cacing sutera memungkinkan penghematan air hingga 60,0525 meter kubik per tahun, serta menghasilkan sludge yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman Indigofera.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU III Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa IMTA bukan hanya inovasi teknologi, melainkan solusi ekologis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah tidak lagi diperlakukan sebagai beban, tetapi sebagai aset baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha budidaya masyarakat.

Penerapan IMTA juga selaras dengan komitmen Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Inovasi ini secara langsung mendukung upaya pencapaian SDG 6 melalui penghematan air dan pengelolaan limbah, SDG 12 melalui praktik konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 14 melalui perlindungan ekosistem perairan, serta SDG 8 dengan memberikan peluang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat pembudidaya.

Dengan hadirnya inovasi ini, Kilang Pertamina Plaju kembali menegaskan perannya sebagai pelopor solusi keberlanjutan yang mampu mensinergikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu sistem terpadu demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Tags: Inovasi Sistem IMTAKilang Pertamina Plajupembudidaya ikan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rakerprov INKINDO Sumsel Jadi Momentum Perkuat Kompetensi dan Rumuskan Strategi Pembangunan Daerah

Next Post

Kick Off Kelas Pemilih Cerdas 2025: JPPR Palembang Dorong Partisipasi Politik Lewat Edukasi dan Dialog

YN

Info Terkait

HSSE Mandatory Training

Kilang Pertamina Plaju Perkuat Budaya Keselamatan Melalui HSSE Mandatory Training

12 Maret 2026
Momentum Ramadan

Momentum Ramadan, Kilang Pertamina Plaju Salurkan Dukungan Pendidikan bagi Pelajar

10 Maret 2026
Satgas Ramadan

Kilang Pertamina Plaju Resmi Mulai Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H

9 Maret 2026
Safari Ramadan

Kilang Pertamina Plaju Gelar Safari Ramadan, Perkuat Sinergi Lintas Stakeholder di Sumatera Selatan

9 Maret 2026
Salurkan Paket Sembako

Energi Sepenuh Hati, Kilang Pertamina Plaju Salurkan 500 Paket Sembako

25 Februari 2026
Konsistensi Jaga Mutu, Laboratory Kilang Plaju Raih 5 Penghargaan di Laboratory Awards 2025

Konsistensi Jaga Mutu, Laboratory Kilang Plaju Raih 5 Penghargaan di Laboratory Awards 2025

20 Februari 2026

Berita Terbaru

Prof Sri Rahayu: Jambore Sumsel Harus Berlanjut dan Masuk Agenda Wisata Tahunan Sumsel

Sering Salah Sasaran, Chairul S Matdiah Jelaskan Mengapa Gubernur Tak Bisa Perbaiki Semua Jalan Rusak

PWNU Sumsel dan DPW PKB Gelar Mancing Bersama, Perkuat Sinergi untuk Umat

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Titip Pesan Persatuan untuk AMKI Sumsel

PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra, Pulih bertahap, Lebih dari 8,3 juta Pelanggan Telah Menikmati Kembali Pasokan Listrik

Fakar Indonesia Dorong Pembentukan Akademik Khusus Cetak Guru Profesional

Targetkan Generasi Muda, Acara LIKE IT 2026 Resmi Diluncurkan di Yogyakarta

Laga Persib vs Persijap, KAI Bandung Imbau Penumpang Tak Pakai Atribut Bola

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Berita Populer

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Program MBG, ASI Eksklusif
Reporter lian
23 Mei 2026

LamanQu.Com - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana meluruskan kabar miring soal Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, pihaknya...

Read more

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1...

Read more

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang, LamanQu.Com - Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA...

Read more

Gandeng Green Diplomacy Network, Wapres Gibran Pacu Kualitas SDM Muda di Kancah Global

Green Diplomacy Network
Reporter lian
21 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden,...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In