• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Juni 5, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Daeng Supri Yanto SH MH.CMS.P : Indonesia Merdeka atau Terjajah Gaya Baru? Sebuah Refleksi Intelektual

Reporter YN
15 Agustus 2025
Merdeka atau Terjajah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Saudara-saudari sebangsa dan setanah air. Kita berdiri di sini, di atas tanah yang konon katanya merdeka, namun bayang-bayang masa lalu terus menghantui. Semangat para pahlawan yang telah gugur demi merebut kemerdekaan dari cengkeraman penjajah seolah menjadi ironi di tengah realitas yang kita hadapi saat ini. Apakah benar kita telah merdeka? Atau kita hanya berganti tuan, dari Kompeni ke Kapitalis, dengan wajah Negara Republik namun dianggap sebagai boneka yang menari mengikuti irama kapitalisme global?

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kita masih terikat perjanjian dengan kaum kapitalis, kita harus membayar utang yang entah sampai kapan lunasnya. Lebih jauh lagi, negara ini berada di bawah pengawasan kapital global, yang dengan tangan besi mengatur arah kebijakan ekonomi dan politik kita. Kita dipaksa untuk menjauhi komunisme dan sekte agama tertentu, sementara pintu lebar-lebar dibuka untuk kerjasama dengan negara-negara kapitalis dan liberal.

Bukti nyata dari penjajahan gaya baru ini adalah penguasaan sumber daya alam kita oleh asing. Tambang emas, nikel, dan minyak yang seharusnya menjadi sumber kemakmuran rakyat, justru dinikmati oleh korporasi-korporasi raksasa dari kapital global dan negara-negara lainnya. Kita hanya menjadi penonton yang gigit jari, sementara kekayaan alam kita dijarah habis-habisan.

Sejarah telah mencatat bagaimana adidaya melalui agen intelijen-nya menggulingkan kekuasaan pemimpin yang tidak mau tunduk pada kepentingan mereka. Soekarno, dengan semangat anti-imperialismenya, menjadi korban konspirasi global. Mereka mencari pemimpin yang bisa diatur, yang rela menjual kedaulatan negara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Lalu, di mana letak kemerdekaan kita sebagai warga negara yang berfalsafah Pancasila dan memiliki tujuan negara yang adil, makmur, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia? Apakah kita sudah merasakan kemerdekaan yang sejati? Ataukah kita hanya menjadi budak di negeri sendiri?

Pertanyaan-pertanyaan ini harus kita renungkan bersama. Kita tidak boleh terlena dengan Retorika-retorika kosong yang hanya meninabobokan kita. Kita harus berani membuka mata dan melihat realitas yang ada.

Kemerdekaan bukan hanya sekadar bebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan ekonomi, politik, dan budaya. Jika kita masih tergantung pada bangsa lain dalam hal-hal tersebut, maka kita belum bisa dikatakan merdeka sepenuhnya.

Oleh karena itu, mari kita bangkit dan bersatu. Mari kita kobarkan semangat perjuangan para pahlawan yang telah gugur. Mari kita rebut kembali kedaulatan negara kita dari tangan-tangan asing yang serakah.

Kita harus berani melawan segala bentuk penjajahan modern yang menggerogoti bangsa kita. Kita harus membangun ekonomi yang mandiri, politik yang berdaulat, dan budaya yang luhur.

Indonesia bukan negara boneka. Indonesia adalah negara yang besar, kaya, dan berpotensi menjadi kekuatan dunia. Kita tidak boleh membiarkan diri kita terus menerus dijajah dan dieksploitasi.

Mari kita wujudkan Indonesia yang benar-benar merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang besar dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Tags: Merdeka atau TerjajahRefleksi Intelektual
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertama Dalam Sejarah, 97 Pelaku Usaha Menjadi Terlapor Dalam Sidang Dugaan Kartel Pinjol

Next Post

Tawa, Sorak, dan Pesan Pengabdian dari Halaman Disnaker Palembang

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Letkol Kav Samto Betah dan KDS Ikuti Rakor Penanganan Masalah Sampah dan Mitigasi Bersama KASAD dan Gubernur Jabar

Agung Dirga Kusuma, Guru Berprestasi Internasional Asal Sumsel yang Terus Harumkan Nama Daerah

Bawa Nama Indonesia ke Kancah Global, Inovasi Eceng Gondok Binaan Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Raih Penghargaan Emas di Thailand

Kabar Bahagia, Gaji Ke-13 ASN Guru, P3K Penuh Waktu, Serta Pegawai Disdik Sumsel Cair Besok 5 Juni

GEKRAFS Palembang Siap Sukseskan Program 100.000 Sultan Muda Program Strategis Gubernur Sumsel

Kerap Mangkir Mediasi? Kadisnakertrans Muba Ingatkan Perusahaan Risiko Rugi Hukum Hingga Kalah di PHI

Gelar Rakor Penanganan Banjir DAS Citarum, Dandim 0624/Kab. Bandung: Permasalahan Banjir, Sampah, dan Limbah Tanggung Jawab Bersama

NasDem Sumsel Usulkan Pemecatan Iwan Tuaji Usai Terjaring OTT Kejati 

Disnaketrans Muba dan PT MBI Gelar Seleksi Security Terbuka di BLK Sekayu, Janjikan Status Karyawan Tetap Bagi Putra Daerah

Berita Populer

Pemuda ICMI Sumsel Sembelih 1 Sapi dan 2 Kambing, Daging Kurban Dibagikan ke Masyarakat

Pemuda ICMI Sumsel Sembelih 1 Sapi dan 2 Kambing, Daging Kurban Dibagikan ke Masyarakat
Reporter YN
29 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Idul Adha 1447 H / 2026 Ini di rayakan Dengan suka cita oleh masyarakat luas. Dalam momentum Idul Adha...

Read more

PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban, Hadirkan Kebahagiaan untuk Masyarakat Sekitar dalam Momentum Idul Adha

PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban, Hadirkan Kebahagiaan untuk Masyarakat Sekitar dalam Momentum Idul Adha
Reporter YN
29 Mei 2026

Palembang,LamanQu.Com-Dalam semangat berbagi dan mempererat kepedulian sosial pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera...

Read more

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Lakukan Monitoring dan Penguatan di Rutan Kelas I Palembang

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Lakukan Monitoring dan Penguatan di Rutan Kelas I Palembang
Reporter YN
29 Mei 2026

Palembang,LamanQu.Com-Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menerima kunjungan monitoring, pengawasan, dan penguatan pasca Hari Raya Idul Adha 1447 H /...

Read more

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga
Reporter YN
31 Mei 2026

LAHAT,LamanQu.Com-Di balik gagah pakaian dinas Wakil Gubernur Sumatera Selatan, sosok Cik Ujang kembali menampakkan kesederhanaannya saat pulang ke kampung halaman....

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In