• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Februari 15, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Daeng Supri Yanto SH MH.CMS.P : Indonesia Merdeka atau Terjajah Gaya Baru? Sebuah Refleksi Intelektual

Reporter YN
15 Agustus 2025
Merdeka atau Terjajah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Saudara-saudari sebangsa dan setanah air. Kita berdiri di sini, di atas tanah yang konon katanya merdeka, namun bayang-bayang masa lalu terus menghantui. Semangat para pahlawan yang telah gugur demi merebut kemerdekaan dari cengkeraman penjajah seolah menjadi ironi di tengah realitas yang kita hadapi saat ini. Apakah benar kita telah merdeka? Atau kita hanya berganti tuan, dari Kompeni ke Kapitalis, dengan wajah Negara Republik namun dianggap sebagai boneka yang menari mengikuti irama kapitalisme global?

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kita masih terikat perjanjian dengan kaum kapitalis, kita harus membayar utang yang entah sampai kapan lunasnya. Lebih jauh lagi, negara ini berada di bawah pengawasan kapital global, yang dengan tangan besi mengatur arah kebijakan ekonomi dan politik kita. Kita dipaksa untuk menjauhi komunisme dan sekte agama tertentu, sementara pintu lebar-lebar dibuka untuk kerjasama dengan negara-negara kapitalis dan liberal.

Bukti nyata dari penjajahan gaya baru ini adalah penguasaan sumber daya alam kita oleh asing. Tambang emas, nikel, dan minyak yang seharusnya menjadi sumber kemakmuran rakyat, justru dinikmati oleh korporasi-korporasi raksasa dari kapital global dan negara-negara lainnya. Kita hanya menjadi penonton yang gigit jari, sementara kekayaan alam kita dijarah habis-habisan.

Sejarah telah mencatat bagaimana adidaya melalui agen intelijen-nya menggulingkan kekuasaan pemimpin yang tidak mau tunduk pada kepentingan mereka. Soekarno, dengan semangat anti-imperialismenya, menjadi korban konspirasi global. Mereka mencari pemimpin yang bisa diatur, yang rela menjual kedaulatan negara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Lalu, di mana letak kemerdekaan kita sebagai warga negara yang berfalsafah Pancasila dan memiliki tujuan negara yang adil, makmur, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia? Apakah kita sudah merasakan kemerdekaan yang sejati? Ataukah kita hanya menjadi budak di negeri sendiri?

Pertanyaan-pertanyaan ini harus kita renungkan bersama. Kita tidak boleh terlena dengan Retorika-retorika kosong yang hanya meninabobokan kita. Kita harus berani membuka mata dan melihat realitas yang ada.

Kemerdekaan bukan hanya sekadar bebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan ekonomi, politik, dan budaya. Jika kita masih tergantung pada bangsa lain dalam hal-hal tersebut, maka kita belum bisa dikatakan merdeka sepenuhnya.

Oleh karena itu, mari kita bangkit dan bersatu. Mari kita kobarkan semangat perjuangan para pahlawan yang telah gugur. Mari kita rebut kembali kedaulatan negara kita dari tangan-tangan asing yang serakah.

Kita harus berani melawan segala bentuk penjajahan modern yang menggerogoti bangsa kita. Kita harus membangun ekonomi yang mandiri, politik yang berdaulat, dan budaya yang luhur.

Indonesia bukan negara boneka. Indonesia adalah negara yang besar, kaya, dan berpotensi menjadi kekuatan dunia. Kita tidak boleh membiarkan diri kita terus menerus dijajah dan dieksploitasi.

Mari kita wujudkan Indonesia yang benar-benar merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang besar dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Tags: Merdeka atau TerjajahRefleksi Intelektual
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertama Dalam Sejarah, 97 Pelaku Usaha Menjadi Terlapor Dalam Sidang Dugaan Kartel Pinjol

Next Post

Tawa, Sorak, dan Pesan Pengabdian dari Halaman Disnaker Palembang

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung Bersama Warga Cipelah Cor Jalan

Kagama Sumsel Resmi Dikukuhkan, Joncik Muhammad Ajak Alumni Guyub Bangun Daerah

Nasrun Halim Pimpin PKB Sumsel, Optimistis Raih Kemenangan Politik

Program Unggulan KASAD, RTLH TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung Capai 70 Persen

Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) Perkara Kur Mikro Pada Salah Satu Bank Pemerintah Kantor Cabang Pembantu Semendo

Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum, Kilang Pertamina Plaju Pererat Sinergi bersama Kejati Sumsel

Dukung Program Trans Tuntas (T2), Pemkab Muba Inventarisir Permasalahan Lahan Transmigrasi

Polda Sumsel Raih Juara 1 Nasional Bidang Assessment Center, Tegaskan Komitmen Penguatan SDM Polri

Dukung TMMD Ke-127, Kodim 0624/Kabupaten Bandung Perkuat Ketahanan Ideologi Desa Patengang

Berita Populer

Pelantikan Pengurus Masjid dan Baitul Maal IKAB Palembang 2025–2030, Siap Makmurkan Masjid dan Perangi Riba

Baitul Maal IKAB Palembang
Reporter YN
13 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Pelantikan Pengurus Masjid IKAB Darul Mukhlishin Periode 2025–2030 dengan tema “Insya Allah Pengurus Yang Dilantik Amanah Laksanakan...

Read more

Komisi IV DPRD Palembang Terima Audiensi FORKESI, Dorong Penguatan Perlindungan dan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Layanan Anak Berkebutuhan Khusus
Reporter YN
11 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Komisi IV DPRD Kota Palembang menggelar rapat audiensi bersama Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI) Sumatera Selatan di...

Read more

Forum Komite SMA/SMK Sumsel Matangkan Struktur dan Standarisasi AD/ART

Forum Komite SMA/SMK Sumsel
Reporter YN
11 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Upaya memperkuat tata kelola pendidikan di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Forum Komite SMA dan SMK Sumatera Selatan...

Read more

Pegadaian Resmikan TGCL ke-30 di Unila, Dorong Mahasiswa Kreatif dan Melek Investasi

TGCL ke-30 di Unila
Reporter YN
12 Februari 2026

Lampung, LamanQu.Com - PT Pegadaian kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui peresmian The Gade Creative Lounge (TGCL)...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In