• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Warga Sodong Dengar Ada Tembakan di Malam Hari Saat Ekskavator Masuk Kebun

Reporter YN
27 Mei 2024
PT SWA Belum Tuntas
Bagikan ke Whatsapp

OKI, lamanqu.com – Sejumlah warga Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyampaikan orasinya kepada pihak perusahaan agar untuk hentikan kegiatan replanting di areal perkebunan.

Bertempat di areal perkebunan PT Sumber Wangi Alam (SWA) tepatnya di areal lahan 633 hektar yang dipermasalahkan.

Orasi itu disampaikan oleh perwakilan warga, di areal perkebunan PT SWA, Senin 27 Mei 2024. Orasi masyarakat Desa Sungai Sodong didukung oleh puluhan warganya.

Dalam orasi yang disampaikan warga, mereka tidak menginginkan adanya kegiatan replanting yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan di lahan 633 hektar.

“Pihak kami sebagai warga sudah cukup mengikuti perusahaan, jadi jangan sampai kegiatan ini diulang lagi,” ucap salah satu perwakilan warga dilansir dari media Sumeks.co.

Bagi masyarakat, lahan yang ada merupakan milik mereka dimana bagi mereka merupakan warga pribumi Desa Sungai Sodong.

Dimana terkait permasalahan hal ini warga Desa Sungai Menang menyampaikan kepada Presiden Jokowi dan Kapolri juga.

Lalu, perwakilan masyarakat juga menyampaikan mengenai adanya penembakan yang disampaikan oleh pihak perusahaan bahwa ditembaki oleh sekelompok orang yang tidak dikenal itu tidak benar.

Kapolres OKI, AKBP Hendrawan Susanto SH SIK melalui Kabag Ops, Kompol Abdul Rahman SH mengatakan, untuk saat ini di lokasi perusahaan PT SWA kondisi masih kondusif. Meskipun ada penyampaian orasi oleh masyarakat Desa Sungai Sodong.

“Saat ini kondisi masih kondusif dan personel masih standby,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah personel gabungan Polres OKI dan Polsek Mesuji saat ini masih di lokasi areal perkebunan PT Sumber Wangi Alam (SWA) Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin 27 Mei 2024.

Pasalnya, ada dugaan sejumlah pekerja perkebunan PT SWA ditembaki oleh sekelompok orang yang tidak dikenal saat sedang melakukan aktivitas replanting di areal perkebunannya, pada Minggu 26 Mei 2024 malam.

“Mengenai hal adanya penembakan di areal perkebunan PT SWA tadi malam, kita masih melakukan pengecekan. Jadi belum tahu benar tidaknya ada peristiwa itu,” kata Kapolres OKI AKBP Hendrawan Susanto SH SIk melalui Kabag Ops, Kompol Abdul Rahman SH, saat dikonfirmasi, SUMEKS.CO, Senin 27 Mei 2024.

Dijelaskan Kabag Ops, sejak tadi malam hingga saat ini pihaknya yaitu personel gabungan masih di lokasi. Pihaknya akan mengecek mengenai peristiwa itu.

“Yang jelas sejumlah personel masih di lokasi perkebunan. Kita belum bisa memberikan penjelasan detail karena masih dilakukan pengecekan terkait peristiwa itu,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kabag Ops, untuk lokasi perusahaan perkebunan PT SWA dan Desa Sungai Sodong, pihaknya telah rutin melaksanakan patroli dialogis. Dimana sehari sebelumnya juga dilaksanakan patroli kesana.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pekerja perkebunan PT Sumber Wangi Alam di Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI diduga ditembaki oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

Peristiwa itu terjadi, Minggu 26 Mei 2024 malam. Akibatnya membuat sejumlah pekerja yang melakukan aktivasinya di lokasi terpaksa harus menyelamatkan diri.

Manager Perkebunan, William Herland Manik mengatakan, perkerja perkebunan tadi malam saat melakukan replanting atau peremajaan kembali lahan kelapa sawit di lokasi, ada sekelompok orang menembaki.

“Saat pekerja lagi di lokasi melakukan aktivitas replanting tiba-tiba ada sekelompok orang yang tidak dikenal di Desa Sodong menembaki pekerja kami,” ujarnya, Senin 27 Mei 2024.

Dia menjelaskan, atas peristiwa jelas membuat sejumlah pekerja yang lagi replanting langsung takut dan menyelamatkan diri masing-masing. Sehingga pihaknya pun memilih untuk mundur untuk sementara.

“Karena peristiwa itu jelas kita memilih mundur dan berhenti melakukan aktivitas di lokasi. Meskipun risiko kerugian yang besar karena pekerjaan mereka terbengkalai,” jelasnya.

Lanjut dia, dari peristiwa itu, terdengar rentetan suaranya yakin itu pasti letusan senjata laras panjang, senjata besar tentunya sangat berbahaya.

“Jadi, para pekerja kita sudah kita amankan supaya tidak ada korban,” ucapnya.

Masih kata dia, mengenai adanya peristiwa itu, pihaknya menyesalkan aksi intimidasi yang mereka alami, karena membuat sejumlah karyawan ketakutan.

Sambungnya, mengenai peristiwa itu, pihaknya berharap polisi lebih serius turun dan menangkap para pelaku teror tersebut. Tak hanya itu, polisi harus mengusut kepemilikan senjata laras panjang dan peluru.

“Sebenarnya hal seperti itu segera ditindak, ini jelas perbuatan melawan hukum. Siapa mereka kok bisa melakukan teror kepada pekerja kebun,” katanya.

Dimana sebelumnya viral video sejumlah preman menenteng senjata tajam melakukan pengancaman kepada pekerja perkebunan di Desa Sodong.

Dalam video tersebut para preman yang merekam dirinya menyebarkan ancaman, supaya pekerja perkebunan pergi dari desa tersebut kalau tidak mau jadi korban keganasan mereka.

Untuk diketahui, sejumlah pekerja berawal dari ketika mereka melakukan replanting diarea Hak Guna Usaha (HGU) yang mereka miliki yaitu di daerah Desa Sungai Sodong.

Pukul 21.00 WIB kita mulai melakukan aktivitas replanting. Hingga satu jam lebih, masih lancar. Kemudian 22.30 WIB ada mobil double cabin yang lewat dengan mematikan lampunya. Tak lama kemudian mobil tadi kembali bersama lima mobil lainnya,” ujarnya.

Karena merasa bahwa melakukan replanting ini adalah kewajiban perusahaan yang diamanahkan negara kepada PT SWA. Sehingga teamnya pun terus melakukan penebangan pohon sawit yang sudah tidak produktif tersebut.

“Pas mereka sampai, turun dari mobil mereka langsung menembaki kami. Dari suaranya sepertinya senjata mereka semua laras panjang. Suaranya benar-benar kencang semua,” ucapnya.

Mobil itu datang dari arah Desa Sodong. Mobilnya ada yang Fortuner. Macam-macam mobilnya, double kabin semua. Satu mobil sekira 6 orang isinya.

Setelah penembakan yang mereka alami, mereka pun langsung lari seraya menyelamatkan alat berat yang mereka pakai untuk bekerja.

“Kita sudah mundur ke perumahan karyawan. Kita siaga, karena kami masih takut mereka akan datang menyerang. Sejauh ini belum ada korban. Hanya tiga orang team kita masih kita cari, namun dari komunikasi HT, mereka masih aman,” tandasnya.

Tags: Lahan SengketaWarga Sodong
ADVERTISEMENT
Previous Post

RRI Pro 1 Sumsel Gelar Dialog Interaktif Meyikapi Permasalahan Darurat Judi Online

Next Post

Kepala desa Gemiyung penuhi harapan masyarakat antarkan proposal ke dinas KOMINFO OKU Selatan

YN

Info Terkait

Lahan Sengketa, Kawasan Banyuasin

Pengukuran Lahan Sengketa di Kawasan Banyuasin, Pemkab Minta Ahli Waris Siapkan Dokumen Asli

13 November 2025

Berita Terbaru

Polrestabes Palembang Gerak Cepat Tangkap Driver Ojol Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Gandus

Pemerintah Siap Luncurkan Operasional 1.061 Kopdes Merah Putih di Jateng dan Jatim

Kaos dan Topi Rimba Jadi Kenang-Kenangan Hangat Penghujung TMMD

Bukan Sekadar Tanggul, Giant Seawall Pantura Bakal Jadi Pusat Ekonomi Baru Indonesia

Canda Hangat di Tengah Pengecoran, Dansatgas TMMD Apresiasi Kekompakan Satgas dan Warga

Danantara Jajaki Akuisisi Saham Eramet di Weda Bay Nickel, Perkuat Posisi Indonesia

TMMD Hadirkan Sosialisasi KDRT, Warga Diajak Wujudkan Keluarga Harmonis dan Sadar Hukum

Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5%, Pemerintah Perkuat Satgas Debottlenecking

Syukur Mbah Suradi, Jalan Mulus TMMD Kini Permudah Angkut Hasil Panen

Berita Populer

Erick Thohir Ajak Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara Reformasi Tata Kelola SEA Games

Tata Kelola SEA Games
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan SEA Games. Selain itu, ia menegaskan...

Read more

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan
Reporter YN
5 Mei 2026

Palembang. Lamanqu. Com Suasana Aula Handayani Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pada Senin, 4 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya....

Read more

Resmi Disepakati, Deklarasi Bali Jadi Tonggak Baru Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara

Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di The Meru Hotel, Bali, resmi...

Read more

Percepat Reforma Agraria, DPR RI Segera Bentuk Command Center Penanganan Konflik

Reforma Agraria
Reporter lian
2 Mei 2026

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa DPR RI akan membentuk pusat komando atau command center khusus. Selain...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In