LamanQu.Com – Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap berbagai peluang investasi strategis di tanah air. Salah satu langkah yang kini menjadi sorotan adalah potensi akuisisi saham perusahaan asing demi memperkuat posisi Indonesia dalam proyek-proyek nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Rosan menanggapi isu rencana Danantara untuk mengakuisisi saham Eramet, perusahaan asal Prancis, di PT Weda Bay Nickel (WBN), Maluku Utara. Selain menunjukkan kesiapan dalam melakukan aksi korporasi, Danantara diposisikan untuk menjadi mitra lokal yang kuat bagi investor global.
“Kita sih pada dasarnya terbuka, ya atas diskusi kemudian pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia dan kita kan Danantara ini bisa menjadi strong local partner juga,” ujar Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Meskipun pembicaraan sudah berjalan, Rosan menjelaskan bahwa saat ini proses tersebut masih berada pada tahap diskusi awal. Selanjutnya, belum ada keputusan final yang diambil terkait rencana akuisisi tersebut, mengingat Danantara tetap mengedepankan analisis mendalam terhadap setiap peluang investasi yang ada.
Di sisi lain, kolaborasi antara Danantara dan Eramet bukanlah hal baru. Sejak tahun 2025, CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet telah intens membahas pembentukan platform investasi strategis di sektor nikel dari hulu hingga hilir bersama Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA).
“Kita terbuka kok. Kita diskusi juga dengan Eramet,” imbuhnya singkat.
Sejalan dengan visi tersebut, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir sebelumnya pernah menekankan bahwa kemitraan ini bertujuan utama untuk mengembangkan ekosistem bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang berkelanjutan. Terlebih lagi, kolaborasi ini menggabungkan kekuatan pembiayaan jangka panjang dari Danantara/INA dengan keahlian teknis pertambangan skala besar milik Eramet.
Oleh karena itu, kehadiran Danantara diharapkan mampu memberikan kepastian bagi investor sekaligus memastikan bahwa sumber daya alam Indonesia dikelola dengan standar internasional yang ketat. Akhirnya, sinergi ini diproyeksikan bakal menjadi motor penggerak utama bagi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok energi hijau dunia.




