• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Februari 6, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Ribuan Hektar Lahan Dikuasai Perusahaan Yang Tidak Ada Izin HGU, Massa dari Gebrak Minta BPN Sumsel dan Pemprov Sumsel Untuk Mengembalikan Kepada Masyarakat

Reporter YN
11 Agustus 2023
Izin Hak Guna Usaha
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Ratusan massa dari Gerakan Rakyat Bakung (Gebrak) melakukan aksi demo di kantor BPN Sumsel dan Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (10/8/2023). Massa dari Kabupaten Ogan Ilir dan Muara Enim meminta instansi terkait agar mengeluarkan PT Bintang Selatan Agung (BSA) dan perusahaan lain yang belum memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU).

Koordinator lapangan Paisal mengatakan, sehubungan dengan adanya pengrusakan lahan perkebunan milik masyarakat desa Bakung dan desa pulau Kabal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab maka masyarakat desa Bakung dan desa pulau Kabal kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir serta masyarakat desa kayuara batu kecamatan Muara Belida kabupaten Muara Enim dan masyarakat desa Putak Kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bakung melakukan aksi demo di Kantor BPN Sumsel dan Kantor Gubernur Sumsel.

“Tuntutan kami pertama adalah perusahaan yang tidak memiliki hgu harus keluar dari lokasi desa Bakung dan desa pulau kabal. Kedua oknum mafia tanah yang atas namakan masyarakat dalam memperjualbelikan hutan HPK hutan produksi yang dapat dikonversi harus segera ditangkap,” ujarnya.

Kemudian ketiga, sambung Paisal, pengrusakan kebun karet kebun sawit milik warga yang sudah dihancurkan oleh PT Bintang Selatan Agung agar segera diganti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Keempat lahan hutan HPK dengan luasan 2400 hektar yang saat ini dikuasai oleh perusahaan perkebunan sawit ilegal untuk dikembalikan lagi kepada masyarakat sekitar sebagai marga adat,” katanya.

Menanggapi tuntutan warga, Kabid pengendalian dan penanganan sengketa Kanwil BPN Provinsi Sumsel Saidah. SH mengatakan, karena permasalahan yang diangkat itu terkait dengan adanya hutan produksi konversi (HPK) sementara di daerah itu katanya HGU, padahal data di pihaknya tidak ada HGU PT BSA itu. “Jadi silakan kalau mau meminta pelepasan kawasan hutan bukan kewenangan kita tapi di kementerian kehutanan dalam hal ini dinas kehutanan,” katanya.

Saidah menjelaskan, terkait dengan lahan dia digusur oleh PT BSA dan sudah dilaporkan.

“Karena masih dalam proses kalau sudah dalam proses APH, itu kita tidak bisa berbuat apa-apa terkait batas itu apakah batas muara Enim atau silahkan ditanyakan Pemprov,” katanya.

Banyak banyak upaya BPN dalam mengatasi konflik lahan konflik itu penyelesaian sengketa itu ada wadahnya di Pemprov fasilitas penanganan sengketa Asep.

Ketika ditanya progres penyelesaian sengketa lahan, Saidah menuturkan, datanya belum terinci tapi sudah banyak. “Kalau mau diurut dari tahun-tahun lama masih banyak cuman kita berusaha untuk satu persatu. Progres penyelesaian berbagai konflik sengketa lahan yang ditangani BPN Sumsel sudah banyak,” ucapnya.

Dia menghimbau kepada perusahaan atau masyarakat yang saat ini tengah berkonflik dan bersengketa kalau dari perusahaan itu harus diselesaikan sama-sama duduk bersama. Kalau bisa kalau memang tidak bisa ya sudah melalui jalur hukum. Karena keputusan, harus ada legal standing tidak mungkin berusaha tanpa legal standing yang jelas.

“Masyarakat kalau punya dasar yang kuat ya silakan nanti menuntut,” katanya.

Usai melakukan aksi demo di BPN Sumsel, masa aksi sekitar pukul 12.00 WIB langsung menuju Kantor Gubernur dan melakukan orasi.

Masa aksi demo usai menyampaikan orasi langsung diterima Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumatera Selatan, Drs H Edward Chandra, MH untuk beraudiensi.

Edward Chandra mengatakan, pihaknya akan teliti dulu perusahaan itu izinnya seperti apa bagaimana izinnya.

“Kita akan lihat karena menurut masyarakat itu HPK hutan yang dapat dikonversi kemudian izin kemudian hal-hal yang perlu dicek di lokasi akan kita cek di lokasi. Berikutnya setelah mendapatkan informasi dari pihak perusahaan kita akan kroscek dengan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan melalui dinas kehutanan,” katanya.

“Himbauan kita kepada pihak perusahaan agar melengkapi izin. Pihak perusahaan juga dan pihak masyarakat juga melengkapi juga data-data kepemilikan harus dilengkapi supaya nanti dalam proses penyelesaiannya ada data dokumen pendukung,” tandasnya.

Tags: Gerakan Rakyat Bakunghutan produksi konversiIzin Hak Guna Usaha
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pj Bupati Apriyadi Hadiri Muscab VI Pemuda Pancasila

Next Post

Pelantikan Pengurus MUI Kecamatan Ilir Timur Satu

YN

Info Terkait

redistribusi tanah obyek reforma agraria

Kunjungi Muba, Wamen ATR/BPN Lakukan Tinjauan dan Sosialisasi Program Kegiatan PTPR

21 Mei 2021

Berita Terbaru

Sat Binmas Polres Muratara Dipimpin Kanit Binpolmas dan Kaur Bin Ops Penyuluhan Kampung Anti Narkoba

Sumsel Tiga Besar Peningkatan Produksi Padi, Herman Deru: Ini Berkat Semangat Petani

PPAM Indonesia: Tangkap Kembali Pelaku Pembacokan atau Rakyat Kehilangan Kepercayaan pada Polri

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju

Peringati Isra Mi’raj dan Sambutan Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda Palembang Perkuat Silaturahmi

Grand Good Housekeeping, Komitmen Kilang Pertamina Plaju Jaga Area Kerja Aman dan Tertib

Kepsek SMKN 2 Palembang Suparman: Silahkan Di ambil Kalau ijazah dan Raport nya ada di Sekolah

Haul dan Ziarah Kubra Ulama dan Auliya Palembang Darussalam 1447 Hijriah, Diperkirakan Dihadiri Lebih Dari 20 Ribu Orang Dari Dalam Dan Luar Negeri

HDCU Cetak Sejarah, Angka Kemiskinan Sumsel Turun ke Satu Digit

Berita Populer

Proyek Gudang PT Sriwijaya Ban Diduga Langgar Hak Pekerja, Karyawan Tanpa APD dan Tak Terdaftar BPJS

proyek pembangunan gudang
Reporter YN
31 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com — Proyek pembangunan gudang dan bengkel milik PT Sriwijaya Ban diduga melanggar hak dasar pekerja terkait keselamatan dan...

Read more

SKABIGA SPARDHA 2026 Ditutup, Disdik Sumsel Apresiasi Pembinaan Karakter Siswa

SKABIGA SPARDHA
Reporter YN
31 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Rangkaian lomba SKABIGA SPARDHA 2026 yang digelar SMK Bakti Ibu 3 Palembang resmi berakhir pada Sabtu (31/1/2026). Event...

Read more

Sumsel Health Tourism Diluncurkan, Pemprov Bidik Pasien Dalam dan Luar Negeri

Sumsel Health Tourism
Reporter YN
30 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) resmi meluncurkan program Sumsel Health Tourism atau wisata kesehatan, sebuah langkah strategis...

Read more

Sekretariat Baru BPC HIPMI Palembang Diresmikan, Walikota Palembang Ratu Dewa Dorong Kolaborasi Pengusaha Muda

BPC HIPMI Palembang
Reporter YN
4 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Walikota Palembang Ratu Dewa meresmikan Sekretariat Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palembang masa...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In