• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, November 6, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

49.540 Hektar Hutan Mangrove di Sumsel Rusak, Ini Upaya Yang Dilakukan Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel

Reporter Editor Sumsel
21 Desember 2022
Hutan Mangrove di Sumsel Rusak
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Luas hutan mangrove di Provinsi Sumsel mencapai 171.629 hektar. Dari jumlah tersebut, hutan mangrove yang rmengalami kerusakan mencapai 49.540 hektar.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Sutomo saat diwawancarai diruang kerjanya, Rabu (21/12/2022).

Sutomo mengatakan, Provinsi Sumsel memiliki 171.629 hektar hutan mangrove yang berada dari Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten OKI dan Taman Nasional sembilang.

“Saat ini sudah lumayan ada 49.549 hektar yang rusak, yang harus direhab dan itu karena terjadi degradasi. Karena fungsi ekosistem mangrove ini cukup bagus karena mampu menyerap karbon 3 kali lipat dari ekosistem yang lainnya,” katanya.

” Sumsel harus bangga, karena kita punya ekosistem mangrove yang cukup luas. Selain sebagai benteng pantai timur juga sebagai pijakan ikan-ikan di situ ternyata ada kehidupan pesisir yang cukup tinggi. Oleh sebab itu keberadaan ini perlu dilindungi,” tambah Sutomo

Untuk menjaga hutan mangrove tetap terjaga, Sutomo menerangkan, dibentuk kelompok kerja mangrove daerah (KKMD). Di dalam KKMD berperan untuk menjaga ekosistem mangrove di Sumsel.

“Ada beberapa provinsi yang terbentuk salah satunya adalah Sumsel karena Sumsel memiliki mangrove yang lumayan luas,” bebernya.

“Untuk melakukan pemulihan 49.540 hektar hutan mangrove yang rusak atau terdegradasi, kita melakukan rehabilitasi dengan melakukan pembinaan kepad masyarakat. Kerusakan hutan mangrove ini disebabkan oleh petambak ilegal, illegal logging dan alih fungsi kawasan mangrove. Yang paling banyak adalah petambak ilegal,” bebernya.

Sutomo menjelaskan, Pemprov Sumsel mencari skema agar petambak jalan dan mangrove tetap lestari.

“Kita cari polanya, kita sekarang baru ada pembinaan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara. Tujuannya untuk pendampingan ke masyarakat petambak di pesisir untuk mencari pola dan skema yakni pola efektif untuk masyarakat kita ini dialihkan tapi tambaknya tetap jalan dan ekosistem di kawasan hutan mangrove tetap terjaga,” paparnya.

“Kita mengharapkan semua pihak para pihak untuk ikut menyelamatkan mangrove. Sudah dilakukan rehab 60 hektar dan baru baru ini sudah dilaksanakan lagi rehab hutan mangrove untuk 61 hektar oleh OKI Pulp. Saya berikan penilaian bagus sekarang kepiting-kepiting itu sudah banyak sekali mulai kembali lagi ke habitatnya di mangrove terjaga lagi. OKI Pulp sudah merehabilitasi di pinggir pantai Bangka. Kita pembinaannya dan yang mengerjakan, karena mereka punya kewajiban,” bebernya.

Menurutnya, pengelolaan mangrove harus menjadi perhatian semua pihak. Karena ekosistem mangrove ini menjadi ekosistem potensial yang punya nilai penting. Kalau kerusakan mangrove abrasi pantai angin dan sebagainya itu akan habis.

“Runtuhan daun mangrove itu untuk pakan ikan, untuk berpijak dan bertelur jadi sangat penting untuk nelayan. Kawasan wilayah Pesisir itu kami harap jangan dirusak,” tuturnya.

“Kita mencari semua skemanya seperti apa untuk sama-sama merehabilitasi hutan mangrove dengan menggandeng perusahaan diantaranya Sinar Mas, dan SKK Migas dan lainnya. Harapan kita ke depan hutan mangrove tetap lestari dan masyarakat pesisir tetap makmur ekonomi tetap berjalan tapi mangrove tetap terjaga, itu cita-cita kita,” tandasnya.

Tags: Hutan Mangrove di Sumselhutan mangrove rusakYayasan Konservasi Alam Nusantara
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aktivis Peduli Sumsel Kritisi Kebijakan Kementrian ESDM Terkait Tidak Boleh Tambang Rakyat di Sumsel

Next Post

31 Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cinde Diberikan Bantuan Modal

Editor Sumsel

Info Terkait

Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove

Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara Gelar Konsultasi Publik Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove

29 November 2023

Berita Terbaru

PLN UP Bukit Asam Perkuat Ekonomi Desa, Kelompok Budidaya Jamur Terima Bantuan Peralatan

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

Penguatan Layanan Keagamaan dan Tata Kelola, Kakanwil Syafitri Irwan Lantik 42 Kepala KUA dan Tiga Kaur TU Madrasah

NasDem Sumsel Rayakan HUT ke-15 dengan Doa Bersama dan Aksi Berbagi dengan Anak Yatim

CSR Sumsel Energi Rimau Sentuh Dunia Pendidikan, Ini Pesan Wagub Cik Ujang

Herman Deru Bangga PSEL Palembang Segera Diresmikan, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik

Kepercayaan Publik Dipertaruhkan, Irfan Nazori Desak Pembenahan Penanganan Perkara di Polres Muba

Dari Ruang Kerja, Lahir Inovasi untuk Masa Depan Pertamina Patra Niaga RU Plaju

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Palembang Terima Penghargaan dari BNNP Sumatera Selatan atas Kontribusi dalam Pemberantasan Narkoba

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Disnakertrans Muba Fasilitasi Mediasi Perselisihan PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera dan SBPI KASBI

Disnakertrans Muba Fasilitasi Mediasi Perselisihan PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera dan SBPI KASBI
Reporter YN
4 November 2026

SEKAYU,LamanQu. Com-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin memfasilitasi mediasi lanjutan perselisihan hubungan industrial antara PT Sriwijaya Nusantara...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In