• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Juni 23, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Pembelajaran di SMK Harus Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri

Reporter Editor Sumsel
26 Juli 2022
kurikulum merdeka, smk negeri 6 palembang
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Kepala SMK Negeri 6 Palembang, Drs H Zulfikri MPd mengatakan, sebagai Sekolah Pusat Keunggulan (PK) SMK Negeri 6 Palembang menggunakan Kurikulum Merdeka. “Artinya sesuai dengan kebutuhan kita harus ke dunia usaha dunia industri (dudi). Jadi kalau kita berdasarkan kebutuhan ke dunia usaha dan industri jadi pembelajarannya memang harus berdasarkan dunia industri dengan baik,” ujarnya saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (26/7/2022).

Zulfikri menerangkan, SMKN 6 sebelum menggunakan Kurikulum Merdeka, juga menggunakan dua kurikulum ada kurikulum BSNP dan Common ASEAN Tourism Curriculum, jadi materi-materinya berbahasa Inggris yang mengajarnya juga bahasa Inggris untuk kelas perhotelan dan kelas tata boga.

“Untuk pembelajaran itu diberikan bukan hanya siswanya yang ada di Indonesia. Tapi juga yang mendengarkannya menyimaknya juga dari negara-negara ASEAN Filipina Thailand Singapura Malaysia yang tergabung dari ASEAN,” katanya.

“Maksudnya adalah sesuai dengan kebutuhan. Kalau dulu kan berpatokan di UNBK terpusat di situ. Sekarang ini bebas jadi arah dan tujuan pendidikan itu tergantung dari sekolah itu sendiri mau arahnya ke mana, mau dibawa ke mana siswa-siswanya itu tergantung dari sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tambah Zulfikri.

Lebih lanjut Zulfikri menjelaskan, kalau di SMK itu kan ada yang mau kuliah tapi jumlahnya sedikit. Karena yang banyak itu mau kerja dan kerja itu lapangan kerjanya enggak semua siswa bisa tertampung semua di dunia usaha dan industri harus banyak juga yang wirausaha. Jadi pembelajaran-pembelajarannya harus sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Seperti saat ini kami bekerja sama dengan PalComTech jadi anak-anak siswa kelas 10 sekarang ini belajar tentang digital marketing jadi digital marketing. Itu maksudnya adalah sekarang zamannya online tidak lagi jual produk-produk itu melalui offline tapi jual produk melalui online diajari anak bagaimana mengemas produk-produknya kita ada jurusan baru yang namanya Desain Komunikasi Visual. Sehingga mengemas dan mengiklankan secara online.

“Jadi nanti ke depan kita akan buka jurusan pemasaran daring itu nanti disesuaikan dengan kebutuhan zaman kebutuhan zaman. Itu memang harus ada guru penggerak, kepala sekolah juga harus penggerak, dan sekolah penggerak. Sekolah itu bagus ada di kepala sekolah juga bagaimana ikut lomba menunjukkan ekstensi mereka kelebihan mereka tergantung dari inovasi dan kreativitas dari kepala sekolah itu sendiri. Kalau semua itu dilakukan insya Allah lulusan-lulusan sekolah itu bisa terserap tidak hanya dunia industri tetapi juga sebagai enterpreneur,” paparnya.

Menurutnya, Kepala sekolah juga harus punya jiwa interpreneur. Maksudnya begini jiwa enterpreneurnya kepala sekolah bisa memprediksi, jadi kalau dulu ada jurusan 4 jurusan yakni perhotelan, tata boga, busana dan kecantikan.

“Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman sekolah itu ya siswanya nggak akan banyak. Jadi jiwa entrepreneurnya itu ada marketingnya juga kepala sekolah. Sehingga kita buka jurusan baru supaya siswanya banyak. Kalau mengandalkan jurusan perhotelan kan banyak orang-orang buka perhotelan banyak sekolah-sekolah yang buka perhotelan. Sedangkan keterserapannya tidak bisa terserap semua. Kalau tidak terserap semua jadi mereka ada jurusan baru mereka mengenal digital marketing selain itu gurunya juga harus tahu,” urainya.

Selain itu, lanjut Zulfikri, guru juga harus update harus mengikuti perkembangan zaman. Jangan mengajar pakai pola lama tapi harus mengikuti zaman.

“Jadi pemerintah juga harusnya mengevaluasi sertifikasi guru. Artinya dikaji ulang lagi 3 tahun 4 tahun harus diperbarui lagi sehingga muncul motivasi semangat baru kalau mau dapat sertifikasi tidak mudah. Jadi harus di-upgrade lagi ilmu dari sekarang,” bebernya.

Zulfikri menerangkan, di Kurikulum Merdeka ini dibuatlah inovasi pembelajaran harus dimulai dari guru.
Dulu ada slogan “Tut Wuri Handayani” slogannya itu guru sebagai contoh. Dalam artian contoh yang bisa mempraktekkan bisa memperagakan dan bisa bermain peran artinya bisa segalanya.

“Jadi kalau bisa semuanya siswa bisa contoh akan lebih bisa lagi dari gurunya. Kalau guru tidak bisa memberikan contoh hanya mengajar di kelas siswa hanya disuruh mendengar hanya itu-itu saja, maka sulit maju. Kalau bisa guru itu menguasai beberapa referensi jadi ilmunya itu ada di otak bukan di buku,” paparnya.

Dia menuturkan, ada beda antara SMA dan SMK. Karena kalau di SMK itu banyak prakteknya. Sehingga ada mental untuk berkompetisi nya di lapangan.

“Kalau orang banyak teori mental kompetisinya tidak akan ada. Dia harus berani tampil harus menunjukkan jati diri dan kreativitasnya kalau yang sudah biasa menunjukkan kreativitas gurunya maka siswanya akan ikut. Jadi memang harus banyak tergantung dari guru semua mau tujuannya kemana arahnya ke mana itu yang perlu dibenahi kalau itu terjadi insya Allah pendidikan ini akan bagus jadi gurunya SDM-nya harus dikembangkan.

“Guru harus mengevaluasi diri,makanya perlu MGMP. Bisa mengevaluasi diri penelitian tindakan kelas, kenapa anak nilainya kecil mungkin cara mengajarnya yang salah. Jangan yang disalahkan siswanya,jangan dia menganggap dia benar. Jika dalam satu kelas ada 30 siswa maka ada 30 macam cara menerima pembelajaran kalau. Jadi kalau semua nilai anak kecil, artinya pola pembelajaran guru ada yang salah. Jangan mlah guru menyalahkan siswanya yang bodoh, tapi buatlah penelitian tindakan kelas mengevaluasi dirinya kenapa nilai anak siswa ini kecil. Jangan menyalahkan siswa. Dalam penerapan kurikulum merdeka tahun ini guru harus mengupgrade kemampuannya, dari pembuatan pembelajarannya banyak itu yang banyak dikembangkan. Saat ini sekarang laporan-laporannya kegiatannya memang harus administrasinya harus lebih bagus karena ini untuk pengembangan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Tags: Common ASEAN Tourism Curriculumkurikulum merdekaSMK Negeri 6 Palembang
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertamina Segera Terapkan Sistem Pendaftaran Bagi Pengguna Pertalite dan Bio Solar

Next Post

Zulaikha Fathia As Syifa Melaju Sebagai Finalis Indonesia Gatsby Style

Editor Sumsel

Info Terkait

Gelar MPLS Tahun 2024, SMKN 6 Palembang Komitmen Membentuk Generasi Unggul

Gelar MPLS Tahun 2024, SMKN 6 Palembang Komitmen Membentuk Generasi Unggul

20 Juli 2024
Dunia Digital Marketing

Siswa Diajarkan Dunia Digital Marketing, Kepala SMKN 6 Palembang Tegaskan Tidak Ada Pemaksaan Siswa Berjualan Harus Laku

23 Januari 2024
kurikulum merdeka, profil pelajar pancasila

170 SMP Negeri dan Swasta di Palembang Terapkan Kurikulum Merdeka

3 Juli 2023
kurikulum merdeka

Kurikulum Merdeka Akan Merata kesetiap Sekolah Yang Ada di Kota Palembang

25 Juli 2022
penerapan kurikulum merdeka

Pemkot Palembang dan Disdik Palembang Dukung Penerapan Kurikulum Merdeka

25 Juli 2022
vaksin bagi siswa

SMKN 6 Palembang Gelar Vaksinasi

16 September 2021

Berita Terbaru

Perangkat Desa Cihanjuang Bermain Agresif Masuk 4 Tim Terbaik Semi Final Futsal Kapolsek Cisarua Cup

Fire Fun Learning with Fire Brigade Kilang Plaju, Tanamkan Kesadaran Keselamatan Sedari Dini

Kepala Rutan Kelas I Palembang Tinjau Pelatihan Barista, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif

Wagub Cik Ujang Hadiri Wisuda ke-80 dan Milad ke-47 UMP, Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul dan Berdaya Saing

Wagub Cik Ujang Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Perubahan di Gebyar Muharam 1448 H dan Harlah Muslimat NU ke-80

Wagub Cik Ujang Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Sumsel Berpartisipasi Aktif

Wagub Cik Ujang Buka JAMDA IX Pramuka Sumsel 2026, Dorong Lahirnya Generasi Mandiri, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era Digital

Terima Audiensi Polsri, Herman Deru Dorong Sinkronisasi Pendidikan Vokasi dengan Potensi Sumsel

Dibawah Komando Bambang Ismawan ,Vian Ketua CS 08 Sumsel Yakin PT Bukit Asam Akan Jauh Lebih Baik

Berita Populer

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020
Reporter YN
9 Juni 2026

SEKAYU, MUBA, LamanQu. Com-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus bergerak cepat dalam memperluas penyerapan...

Read more

Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Bandung Dorong Koperasi jadi Penggerak Pemerataan

Koperasi
Reporter UMR
10 Juni 2026

Bandung, LamanQu.Com - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,76 persen pada triwulan pertama tahun 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya...

Read more

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan
Reporter YN
9 Juni 2026

PALEMBANG,LamanQu. Com- Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2029 akhirnya tuntas. Komisi I...

Read more

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga
Reporter YN
31 Mei 2026

LAHAT,LamanQu.Com-Di balik gagah pakaian dinas Wakil Gubernur Sumatera Selatan, sosok Cik Ujang kembali menampakkan kesederhanaannya saat pulang ke kampung halaman....

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In