• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Oktober 3, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Agama

Wafatnya Ulama Tanda Kiamat? Begini Kata Pakar

Reporter Editor Sumsel
19 Januari 2021
Wafatnya ulama, tanda hari akhir, hilangnya ilmu wafatnya ulama

Ilustrasi Wafatnya Ulama Pertanda | @LQ Koleksi

Bagikan ke Whatsapp

lamanqu.com – Baru berjalan belasan hari, awal 2021 ini, Indonesia banyak kehilangan ulama. Para ulama yang dikenal luas dan berpengaruh wafat karena berbagai penyebab.

Karena hal ini, banyak yang mengaitkan wafatnya para ulama dengan tanda bahwa kiamat telah dekat. Pandangan ini berlandaskan pada hadist Rasulullah SAW yang menyebut, kiamat akan terjadi saat ilmu hilang dari Bumi dan hilangnya ilmu terjadi ketika para ulama diwafatkan.

Rasulullah SAW bersabda:  ﻣﻦ ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳَﺜْﺒُﺖَ ﺍﻟﺠﻬﻞُ “Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan.“ (HR Bukhari). Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah SWT tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.“ (HR Bukhari).

Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustadz Ahmad Sarwat, menjelaskan, Rasulullah memang mengisyaratkan peristiwa wafatnya para ulama bisa diartikan sebagai tanda hari akhir telah dekat. Namun, tanda ini sebenarnya telah terlihat 200 tahun lamanya sebelum masa ini.

“Kehilangan banyak ulama sebenarnya bukan baru saja terjadi sekarang. Kalau melihat sepanjang sejarah 14 abad (Hijriyah), paling tidak dua abad terakhir kita memang tidak punya lagi ulama, dalam artian ulama yang karyanya kaliber dampaknya besar bagi Umat Islam, seperti Imam Al-Ghazali,” katanya, Senin (18/1).

Wafatnya ulama saat ini, kata Ahmad, memang suatu kehilangan. Tapi, fenomena wafatnya ulama yang karya-karyanya menjadi rujukan banyak Umat Islam dan seharusnya lebih diwaspadai sebagai tanda kiamat adalah wafatnya ulama sebelum abad 13-14 Hijriyah.

Rambu regenerasi


Menurutnya, wafatnya ulama bukan sekadar menjadi rambu bahwa kiamat telah dekat, melainkan juga menjadi rambu untuk segera melakukan regenerasi ulama, sehingga umat tidak kehilangan rujukan. Umat juga bisa mencegah hilangnya ilmu atau ajaran Islam karena wafatnya ulama.

Dia juga menuturkan, bahaya minimnya atau bahkan nihilnya ulama yang bisa menjadi rujukan umat adalah dampak terburuk dari wafatnya para ulama. Umat jadi meminta rujukan kepada ulama-ulama sesat yang minim ilmu, seperti yang dinubuatkan Nabi Muhammad SAW.

“Yang bahaya bagi umat, kalau tokoh agama banyak tapi referensi yang kompeten dalam bidang masalah ilmu keislaman itu nggak ada,” jelasnya.

“Kalau hadist Nabi mengatakan, nanti akan ada masa 12 pihak berantem,bersitegang ngeributin masalah waris. Dan nggak ada yang bisa menjelaskannya,”tambahnya.

Lantas apa?


Mengetahui tanda kiamat memang perlu sebagai khazanah atau wawasan seorang Muslim. Namun, yang lebih penting adalah mengantisipasi dan mempersiapkan diri menghadapi fase kiamat yang telah dikabarkan Nabi.

Wafatnya ulama akan mengurangi rujukan umat dalam bertanya atau mempelajari ajaran agama Islam. Sehingga, perlu ada program regenerasi atau pengkaderan ulama jika memang Umat Islam sadar akan bahaya wafatnya ulama.

“Ya sudah, kalau memang ulama meninggal itu Allah SWT punya kehendak, sekarang bagaimana caranya agar kita melahirkan lebih banyak ulama,” katanya.

Tags: hilangnya ilmu terjadi ketikaRumah Fiqih Indonesiatanda hari akhir telah dekat
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tarif Surat Swab / PCR Palsu Capai Rp 1,5 Juta

Next Post

Lesti Kejora dan Rizky Billiar Bakal Menikah?

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Kilang Plaju Satukan Doa dan Ikhtiar Lahir Batin melalui Sholat Istisqa di Tengah Kemarau

Rutan Kelas I Palembang Perkuat Sinergi dengan Insan Media melalui Coffee Morning

Afrizal Hady, Ketua Majelis Hakim PN Palembang Tolak Tunda Sidang dan Tolak Agenda Eksepsi, Advokat Irza Prasetya WO Lagi

Asap Karhutla Mencekik, Aliansi Rakyat Sumsel Menggugat Ajukan Tujuh Tuntutan

Dewan Pers Jadi Saksi Integritas, PWI Sumsel Pasang Badan Bela Jurnalis Senior dari Tudingan “Abal-Abal”

Klarifikasi Tak Temukan Titik Temu, Srikandi Pemuda Pancasila Sumsel Siapkan Langkah Hukum

Kuasa Hukum Irza Prasetya Walk Out, Persoalkan Dakwaan hingga Independensi Majelis Hakim

Capacity Building KDEKS Sumsel, Langkah Perkuat Sinergi Ekonomi Syariah di Daerah

Diduga Tipu Korban Hingga Rp 488 Juta, Oknum Bhayangkari WNS Dilaporkan ke Polrestabes Palembang

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In