• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Februari 12, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

UMKM (Kita) Terhempas di Tengah Pandemi Covid…!

Reporter Editor Sumsel
5 Juni 2020
UMKM (Kita) Terhempas di Tengah Pandemi Covid…!
Bagikan ke Whatsapp

*Fenomena Memburuknya Gejala UMKM

*Kembalikan Gairah si Mikro Kita

Palembang, lamanqu.com. – Wabah corona menghantam berbagai sendi perekonomian. Penyebaran virus yang mengharuskan aktivitas manusia dilakukan secara social distancing (jarak sosial) dan dalam kadar ekstrem melakukan langkah lockdown akan berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi (supply and demand). Risiko terganggunya sektor ekonomi yang dapat terjadi sewaktu-waktu harus mulai disadari oleh pemerintah dengan memetakan potensi sub-sektor yang terdampak dan pengambilan alternatif kebijakan yang tepat.

Afandi Mulya Kesuma SE, Ketua Lembaga Sumatera Selatan Sejahtera (LSSS) kepada Media lamanqu.com menyampaikan, Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sub-sektor yang harus mendapat perhatian karena peran sentral dalam menopang perekonomian di Indonesia. Sekitar 90{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460} tenaga kerja terserap pada sektor ini dan kontribusinya terhadap PDB sebesar 60{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}. Jika dirupiahkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional Indonesia di tahun 2018 dapat dikatakan cukup besar dengan nilai sebesar Rp 8.400 Triliun.

”Semenjak wabah corona merebak di Indonesia dalam satu bulan terakhir, UMKM menjadi salah satu sub-sektor yang terdampak secara signifikan terutama untuk usaha berskala mikro. Penyebaran virus corona akan menghantam UMKM yang selama ini menopang aktivitas sektor pariwisata terutama yang berkaitan dengan makanan, minuman, serta usaha kerajinan olahan lainnya,” disampaikan Afandi di Sekretariat LSSS, Jumat 5 Juni 2020.

Dia menerangkan, bahwa lingkup UMKM yang bergerak pada jenis usaha makanan dan minuman mikro yang terdampak berada di kisaran 27{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}. Sementara itu, untuk usaha makanan dan minuman berskala kecil terdampak sekitar 1,77{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}, sedangkan usaha berskala menengah terdampak cukup minim karena hanya berpresentasI sekitar 0,07{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}. Selain itu, UMKM yang menggeluti usaha kerajinan berbahan dasar kayu dan rotan juga akan terdampak cukup signifikan. Sekitar 17,03{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460} usaha mereka akan mengalami dampak langsung akibat pandemi.

Gejala akan dampak negatif corona terhadap UMKM pelan-pelan mendekati kenyataan. Kementerian Koperasi dan UMKM merilis data aduan 1.332 UMKM yang tersebar di 18 provinsi mendapatkan dampak negatif akibat penyebaran virus corona. Dari jumlah tersebut, sekitar 917 UMKM (69{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}) mengalami penurunan omset penjualan.

Selain itu, sekitar 119 UMKM (9{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}) mengalami kesulitan distribusi barang produksi. Sekitar 179 UMKM (13{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}) mengalami kesulitan dalam akses terhadap modal usaha. Bahkan terdapat sekitar 50 UMKM (4{8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}) yang mengalami penurunan produksinya secara drastis hingga tidak melanjutkan produksi untuk sementara waktu.

Meskipun belum merepresentasikan keseluruhan kondisi UMKM di Indonesia yang berjumlah di kisaran 59-62 juta usaha, kondisi UMKM yang tersebar di 18 provinsi dapat menjadi sampel atas kondisi secara menyeluruh bahwa UMKM di Indonesia mengalami tekanan yang cukup hebat karena adanya wabah tersebut.

”Gejala memburuknya kondisi UMKM di Indonesia akibat pandemi ini sebenarnya bisa diantisipasi secara cepat. Mengingat, fenomena memburuknya UMKM juga dialami oleh negara lain dan memiliki kecenderungan persoalan yang sama dengan Indonesia,” sebut Afandi.

Kajian OECD (2020) yang bertajuk Covid-19: SME Policy Response memperlihatkan bagaimana UMKM di berbagai negara harus mengalami beragam tekanan seperti pada sisi penawaran yang mengalami gangguan akibat risiko pekerja yang terjangkit corona. Kemudian terdapat pekerja yang berfokus pada anak-anak mereka karena sekolah ditutup. Lalu penerapan social distancingpara pekerja mengganggu aktivitas produksi dan distribusi produk UMKM. Belum lagi distribusi pasokan barang mentah untuk produksi UMKM juga tersendat akibat pemberlakuan penutupan wilayah dan pengurangan aktivitas pengiriman barang.

”Ya jelas. Dari sisi permintaan, UMKM secara drastis mengalami penurunan dari para konsumen. Akibat wabah, para konsumen mengalami kondisi psikologis takut tertular penyakit sehingga mengurung diri di dalam rumah. Kondisi tersebut tentunya akan berdampak pada penurunan pendapatan yang secara tidak langsung mengurangi pengeluaran dan pola konsumsi mereka,” ungkap lelaki berkacamata minus ini.

Penyebaran virus juga mengganggu UMKM yang beroperasi lintas batas atau antarnegara karena pasokan barang mentah untuk produksi yang bersumber dari luar negeri mengalami gangguan karena blokade dan pengurangan aktivitas transportasi regional di lingkup darat, laut, dan udara.

“Selain itu, permintaan produk UMKM secara global juga mengalami penurunan terutama yang berkaitan dengan sektor pariwisata karena kunjungan ke berbagai destinasi wisata mengalami penurunan secara drastis,” katanya.

Risiko terhempasnya UMKM akibat pandemi virus corona membutuhkan intervensi pemerintah berupa kebijakan yang tepat, cepat, dan akurat. Bentuk intervensi pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan bantuan kredit dalam skala besar kepada UMKM yang terdampak corona. Mekanisme pemberian kemudahan dan relaksasi kredit dapat diberikan oleh lembaga perbankan konvensional hingga fintech.

”Beberapa poin utama skema restrukturisasi kredit untuk UMKM antara lain seperti penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, penundaan pembayaran pokok atau bunga, serta penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan,” dia menguraikan.

Financial technology (fintech) menjadi alternatif selanjutnya dalam memberikan bantuan keuangan kepada UMKM Indonesia yang terdampak corona. Kajian dari Huang et.al (2020) bertajuk Saving China from The Coronavirus and Economic Meltdown: Experiences and Lessons memberikan sebuah gambaran tentang peran penting fintech dalam memberikan sokongan finansial bagi UMKM di China dalam menghadapi pandemi corona. Pengalaman dari negeri tirai bambu tersebut dapat diadopsi dan direplikasikan untuk persoalan UMKM dalam negeri kita karena mengalami kendala yang hampir serupa.

Fintech sebagai lembaga pemberi sokongan kredit secara daring kepada UMKM memiliki beberapa keunggulan dan memberi kemudahan bagi banyak UMKM di China dalam beberapa bulan terakhir seperti (1) pemantauan debitur yang dapat dilakukan secara real time dengan sarana big data, blockchain finance dan berbagai teknologi lainnya; (2) fintech mampu memberikan pelayanan tanpa hambatan geografis sehingga mampu menjangkau UMKM secara luas; (3) fintech memiliki kapasitas untuk memberikan bantuan secara online dan jarak jauh sehingga mengurangi resiko terjangkit epidemi.

Bentuk intervensi kedua yang dapat dilakukan adalah dengan mengimplementasikan program bantuan khusus hingga membuka pasar baru bagi UMKM. Dalam situasi yang cukup mendesak ini, Kementerian Koperasi dan UMKM serta beberapa lembaga pemerintah terkait perlu mencari banyak referensi kebijakan untuk UMKM dari pengalaman negara lain yang juga menghadapi kasus yang serupa dengan Indonesia.

Riset OECD (2020) memaparkan pengalaman negara di Amerika Serikat dalam memberikan jaring pengaman kepada UMKM dengan mengimplementasikan program khusus “program pinjaman khusus untuk bencana” bagi UMKM. Pemerintah Indonesia dapat mengadopsi langkah ini dengan menyiapkan anggaran khusus yang bersumber dari negara untuk kemudian disalurkan kepada usaha mikro,kecil dan menengah yang tengah tertekan karena pandemi.

“Program selanjutnya yang bisa diadopsi adalah langkah pemerintah Korea Selatan dan Belgia dengan mencarikan pasar baru dan mendorong UMKM untuk mengambil ceruk pasar online,”  disampaikannya.

Ketiga, pemerintah perlu membuat langkah alternatif dengan melakukan kemitraan bersama UMKM melalui produksi alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga kesehatan. UMKM konveksi yang selama ini memproduksi pakaian mengalami penurunan omset yang cukup signifikan karena pendemi corona.

“Salah satu upaya untuk mengembalikan lagi gairah bisnis UMKM konveksi adalah dengan melakukan kerjasama untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh tenaga kesehatan dalam menangani pasien virus corona,” ujarnya. (Rs Djafar)

Tags: Afandi Mulya KesumaLembaga Sumatera Selatan SejahteraLSSSUMKM
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perguruan Tinggi Dukung Ajakan Herman Deru Ringankan Beban Kuliah

Next Post

Jika Burhadi Kuat Insyaallah Penyakit Hilang

Editor Sumsel

Info Terkait

Kemana Larinya Silpa APBN 2020

Kemana Larinya Silpa APBN 2020 Senilai Rp 234,7 Triliun?

15 Januari 2021
Wisata Danau Ranau Ditutup, UMKM Nanggung Rugi

Wisata Danau Ranau Ditutup, UMKM Nanggung Rugi

2 Januari 2021
Launching Pasar laut Indonesia, UMKM, PIM Palembang, budi daya ikan, pasar ikan modern

Menteri Kelautan Dan Perikanan Resmikan Pasar Ikan Modern Palembang

6 November 2020
Akumindo, UMKM Sumsel, UMKM bangkit, DPD-DPC Akumindo

Herman Deru Siap Dukung UMKM di Sumsel

5 November 2020
Sofyan Aripanca Berharap UMKM Dapat Menembus Pasar Modern

Sofyan Aripanca Berharap UMKM Dapat Menembus Pasar Modern

27 Agustus 2020
30 UMKM Mendapatkan Bantuan Etalase

30 UMKM Mendapatkan Bantuan Etalase

25 Agustus 2020

Berita Terbaru

Ketua Harian APKASI Kang DS Salurkan Bantuan Bencana ke Situbondo

Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 Dorong Produktivitas Petani Sumsel

Yayasan Bhakti Bela Negara Gelar Panen Raya Padi Organik PS-08

Pegadaian Resmikan TGCL ke-30 di Unila, Dorong Mahasiswa Kreatif dan Melek Investasi

Forum Komite SMA/SMK Sumsel Matangkan Struktur dan Standarisasi AD/ART

Komisi IV DPRD Palembang Terima Audiensi FORKESI, Dorong Penguatan Perlindungan dan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Pembela Egy Sudjana Sumsel Minta Kapolri Segera Proses Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Egy Sudjana

Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Tuai Polemik, DPRD Palembang Minta Dikaji Ulang

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Dorong Penegakan Hukum Tegas terhadap ODOL di Sumsel

Berita Populer

Peringati Isra Mi’raj dan Sambutan Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda Palembang Perkuat Silaturahmi

Peringati Isra Mi’raj
Reporter YN
5 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang, Dian Marhaen, menggelar kegiatan syukuran yang...

Read more

Dit Intelkam Polda Sumsel Lakukan Kurvei (Bersih-Bersih) di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

kegiatan kurvei
Reporter YN
6 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan kurvei atau bersih-bersih di kawasan...

Read more

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju
Reporter YN
5 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus melindungi setiap pekerja di lingkungan...

Read more

Jose Rico Sukses Besarkan Brand Earthy Genova Memikat Pasar Lokal dan Ekspor

Brand Earthy Genova
Reporter UMR
7 Februari 2026

Bandung, LamanQu.Com - Produk Earthy Genova adalah brand fesyen berasal dari Kota Bandung yang berfokus memakai bahan denim, dengan kualitas...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In