PALEMBANG,LamanQu.Com-Dunia digital marketing kini menjadi ladang bisnis menjanjikan. Di tengah persaingan para konten kreator dan selebgram yang berlomba-lomba mencari popularitas, Ayuk Alis, salah satu selebgram terkenal di Palembang ini justru membuktikan bahwa media sosial bukan sekadar tempat mencari perhatian, melainkan juga peluang bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan hingga ratusan juta rupiah.
Menariknya, kesuksesan Ayuk Alis yang populer dengan jargon AYANG ACU, selalu mengingatkan untuk berkata yang baik dan selalu berbagi ini, dunia digital marketing bukanlah sesuatu yang diraih secara instan.
Sebelum dikenal sebagai selebgram, digital marketer, dan promotor berbagai produk, ia lebih dahulu mengantongi pengalaman selama tujuh tahun membantu suaminya mengelola marketing di pasar tradisional.
Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga yang membentuk cara pandangnya dalam memahami dunia pemasaran.
Berhadapan dengan aktivitas perdagangan, mengenali karakter konsumen, hingga memahami pentingnya strategi menawarkan produk menjadi bagian dari perjalanan yang kini membantunya mengembangkan bisnis di ranah digital.
Bagi Ayuk Alis, pemasaran bukan sekadar soal bagaimana sebuah produk dikenal banyak orang. Lebih dari itu, pemasaran merupakan seni membangun kepercayaan, menciptakan ketertarikan, dan mendorong konsumen untuk mengambil keputusan membeli.
Pengalaman di pasar tradisional itulah yang menjadi salah satu fondasi penting ketika ia mulai menekuni dunia digital marketing. Sebelumnya, pelaku usaha hanya mengandalkan interaksi langsung dengan konsumen, kini media sosial membuka kesempatan bagi mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa dibatasi jarak dan waktu.
Ayuk Alis melihat perubahan tersebut sebagai peluang yang layak digarap secara serius. Berbekal pengalaman memahami pemasaran secara langsung, ia kemudian mengembangkan kiprahnya di dunia digital.
Tidak hanya membangun eksistensi sebagai selebgram, Ayuk juga menempatkan dirinya sebagai digital marketer sekaligus promotor yang membantu berbagai brand dan pelaku usaha memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
“Promosi di media sosial harus memiliki nilai lebih. Jumlah pengikut dan tingginya interaksi memang dapat menjadi modal awal, tetapi kemampuan mengemas promosi agar menarik, membangun kepercayaan audiens, dan mendukung tujuan pemasaran merupakan hal yang tidak kalah penting,” terangnya.
Karena itu, ia tidak hanya sekadar mengandalkan unggahan foto atau video untuk menjaga eksistensinya. Ia menerapkan berbagai strategi pemasaran dalam mengemas konten dan mempromosikan produk agar lebih mudah menarik perhatian calon konsumen.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upayanya membangun kepercayaan berbagai brand dan pelaku usaha yang membutuhkan dukungan promosi melalui media digital.
Peran digital marketer dan promotor juga menuntutnya memahami bahwa setiap produk memiliki karakter, target konsumen, dan pendekatan promosi yang berbeda.
Produk yang menyasar kalangan anak muda, misalnya, membutuhkan pengemasan konten yang berbeda dengan produk yang ditujukan kepada keluarga atau konsumen dengan kebutuhan tertentu.
Karena itu, strategi pemasaran tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Konten harus mampu menyampaikan pesan produk, membangun ketertarikan, serta menghadirkan citra yang sesuai dengan karakter brand yang dipromosikan.
Di sinilah kreativitas dan konsistensi menjadi bagian penting dari pekerjaan Ayuk Alis.Kepercayaan yang diberikan berbagai brand dan pelaku usaha menjadi modal untuk terus mengembangkan kiprahnya di industri pemasaran digital.
Dari aktivitas tersebut, Ayuk Alis mampu meraup pendapatan hingga ratusan juta rupiah. Capaian ini menunjukkan besarnya potensi bisnis promosi digital ketika dikelola secara serius, meskipun besaran pendapatan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan gambaran penghasilan semua konten kreator.
(Yanti)










