Bandung, LamanQu.Com – Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., memberikan edukasi kepada para pelaku usaha melalui program sosialisasi penanganan limbah industri untuk pemulihan DAS Citarum, bertempat di Mewangi Hotel, Jl. Karang Tineung Indah No.11 Bandung, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Sektor 9 Citarum Harum tersebut menghadirkan pelaku usaha industri, perhotelan, resto/cafe, Mitra SPPG serta Ketua RW sebagai bagian dari kolaborasi Pentahelix dalam pengendalian pencemaran sungai.
Pada kesempatannya, Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., menyampaikan bahwa kondisi Sungai Citarum dari hulu hingga hilir sangat dipengaruhi oleh budaya dan peradaban masyarakatnya.
“Sungai Citarum itu perjalanannya dari hulu sampai hilir sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan peradaban dari masyarakat terhadap Citarum,” ujarnya.
“Jadi kita tidak bisa berbicara kita di Kota Bandung tidak berpengaruh ke Sungai Citarum. Di saat tidak membuang sampah pada tempatnya, itu masuknya ke Sungai Citarum, menumpuk sampahnya di sana berbaur dengan limbah-limbah yang dihasilkan dari perusahaan-perusahaan,” lanjutnya.
Ia menegaskan, sosialisasi di Sektor 9 ini merupakan sosialisasi terakhir dengan menghadirkan para pelaku usaha dengan harapan tumbuhnya kesadaran kolektif.
“Ini adalah sosialisasi terakhir di Sektor 9, hari ini kita hadirkan para pelaku usaha. Harapannya baik itu pelaku usaha maupun dari warga masyarakat yang ada di Kota Bandung ini untuk bisa menjaga lingkungan, karena lingkungan itu milik kita semua. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” tegasnya.
Dansatgas pun mengimbau agar kepedulian lingkungan dimulai dari lingkup terkecil.
“Saya mengimbau mulai dari diri kita masing-masing, dari lingkungan terkecil, dari pribadi, keluarga, RT, RW, para pelaku usaha semuanya harus bisa mematuhi aturan tidak membuang sampah, limbah, yang ada nanti bermuara ke Sungai Citarum. Tentunya kondisi yang ada di Kota Bandung ini, kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi,” pungkasnya.




