Sragen, LamanQu.Com – Langit di Karangmalang mendadak menggelap saat pekerjaan pengecoran jalan dalam TMMD Reguler ke-128 tengah berlangsung. Awan pekat seolah memberi isyarat bahwa hujan bisa turun kapan saja. Menyadari waktu yang kian sempit, anggota Satgas pun bergerak lebih cepat mengejar target agar adukan beton terselesaikan sebelum air hujan merusak kualitas pekerjaan. Rabu (6/5/2026).
Di tengah kesibukan itu, Suharyono tampak sigap mengoordinasikan rekan-rekannya. Dengan suara lantang namun penuh semangat, ia memastikan setiap personel memahami perannya. Ember demi ember adukan dipindahkan, diratakan, lalu dirapikan dengan gerakan yang semakin cepat, seolah berpacu dengan waktu yang terus berjalan.
“Kita harus manfaatkan waktu sebaik mungkin. Kalau sampai kehujanan, kualitas cor bisa terganggu. Jadi semua harus kompak, kerja cepat tapi tetap rapi,” ujar Serma Suharyono di sela-sela kesibukannya, memberi dorongan semangat sekaligus penekanan akan pentingnya hasil yang maksimal.
Ketegangan perlahan berubah menjadi kepuasan ketika pekerjaan berhasil diselesaikan tepat waktu, sesaat sebelum rintik hujan benar-benar turun. Momen itu menjadi bukti bahwa kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah mampu mengalahkan tantangan alam. Di balik jalan yang terbentang, tersimpan cerita tentang dedikasi bahwa setiap tetes keringat adalah bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (M.yunus).








