Palembang. Lamanqu. Com
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang terus mengintensifkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat. Bersama Masyarakat Konsumen Listrik Indonesia (MKLI), PLN UP3 Palembang menggelar sosialisasi pencegahan bahaya listrik di Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, yang dihadiri oleh forum RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, hingga unsur linmas (27/3).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman, seiring tingginya ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Team Leader K3L UP3 Palembang, Theo Andinny Putri, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap risiko listrik perlu terus diperkuat agar potensi kecelakaan dapat diminimalisasi.
“Listrik telah menjadi kebutuhan utama, mulai dari penerangan, peralatan rumah tangga, hingga perangkat digital. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak hanya memanfaatkan listrik secara optimal, tetapi juga memahami potensi risikonya guna menghindari potensi bahaya sejak dini,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, PLN mengingatkan sejumlah potensi bahaya yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat, seperti aktivitas bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, pohon yang menyentuh jaringan tegangan menengah (SUTM), hingga pemasangan bangunan atau spanduk yang terlalu dekat dengan jaringan listrik. Masyarakat diimbau untuk menjaga jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik guna menghindari risiko sengatan maupun korsleting.
Selain itu, PLN juga memberikan edukasi praktis yang sering luput dari perhatian, yakni kebiasaan penggunaan charger ponsel di dalam rumah. Masyarakat diingatkan untuk tidak membiarkan charger tetap terpasang di stop kontak, terutama yang berada di dekat tempat tidur. Kebiasaan tersebut berpotensi memicu panas berlebih, yang dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan korsleting hingga kebakaran.
PLN mengimbau masyarakat untuk selalu mencabut charger setelah digunakan, menggunakan perangkat yang sesuai standar, serta menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diedukasi tentang langkah penanganan awal apabila terjadi insiden sengatan listrik. Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta untuk tidak menyentuh korban secara langsung, melainkan terlebih dahulu mematikan sumber listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB), serta menggunakan benda isolator seperti kayu kering atau karet untuk menjauhkan korban dari sumber arus sebelum menghubungi layanan medis.
General Manager PLN UID S2JB menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama antara PLN dan masyarakat.
“Kami terus mendorong edukasi keselamatan listrik secara masif agar masyarakat semakin memahami potensi risiko sekaligus cara pencegahannya. PLN tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga berkomitmen menghadirkan pemanfaatan listrik yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan PLN. Salah satu Ketua RT setempat, Agus, menyampaikan dukungan terhadap upaya PLN dalam menjaga keandalan listrik, termasuk dalam kegiatan pemangkasan pohon di sekitar jaringan.
“Kami mendukung penuh upaya PLN menjaga keandalan listrik. Masyarakat juga siap membantu, termasuk memberikan akses bagi petugas untuk melakukan pemeliharaan jaringan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik semakin meningkat, sehingga potensi gangguan maupun kecelakaan dapat ditekan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan andal dalam pemanfaatan energi listrik.
(Yanti/ril)










