Palembang, LamanQu.Com – Upaya mencegah konflik horizontal antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Palembang terus diperkuat.
Ketua Paguyuban Masyarakat Sumsel Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan, M Yusuf Malaya, mengambil sikap tegas dengan menggalang konsolidasi lintas ormas demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban umum.
Melalui pertemuan silaturahmi yang melibatkan Cakar Sriwijaya Sumsel, Pemuda Pancasila, dan Harimau Sumatra Bersatu, Yusuf Malaya menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap bentrokan, provokasi, maupun aksi anarkis yang mengatasnamakan ormas.
“Palembang bukan arena adu kekuatan. Tidak ada ruang bagi kekerasan. Ormas harus menjadi bagian dari solusi sosial, bukan sumber kegaduhan,” tegas Yusuf Malaya.
Ia menekankan, perbedaan atribut, bendera, dan identitas organisasi tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah persatuan. Menurutnya, seluruh ormas memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketenangan masyarakat.
“Jika ada oknum yang mencoreng nama ormas dan mengganggu ketertiban umum, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Sikap tegas tersebut mendapat dukungan penuh dari organisasi yang hadir. Ketua Forum Cakar Sriwijaya Sumsel menyatakan kesepakatan ini menjadi garis tegas agar tidak ada lagi gesekan di lapangan.
“Kami sepakat, Palembang harus aman. Tidak boleh ada konflik antarormas,” katanya.
Ormas Harimau Sumatra Bersatu juga menegaskan komitmen membangun sinergi nyata dalam kegiatan sosial, pengawasan kebijakan publik, serta pengamanan lingkungan.
“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Panglima PMPB Sumatera Selatan, Mang Zai, menegaskan bahwa seluruh struktur PMPB hingga tingkat bawah siap mengamankan dan mengawal keputusan pimpinan serta memastikan tidak ada anggota yang bertindak di luar garis komando.
“PMPB solid satu komando. Saya tegaskan, tidak ada anggota yang boleh bertindak arogan atau memancing konflik. Jika ada yang melanggar, kami tindak tegas dari dalam sebelum aparat turun,” kata Mang Zai.
Menurut MangZai, ormas harus menjadi kekuatan moral dan sosial yang memberi rasa aman bagi masyarakat, bukan sebaliknya.
“Kami hadir untuk menjaga Palembang tetap damai dan bermartabat. Siapa pun yang mencoba merusak persatuan, akan berhadapan dengan sikap tegas kami,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh ormas menyepakati empat poin utama:
- Menolak segala bentuk bentrokan dan kekerasan antarormas.
- Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
- Bersinergi menjaga kondusifitas kota dan ketertiban umum.
- Mendukung penegakan hukum terhadap oknum yang mencoreng nama baik ormas.
Pertemuan ini dinilai sebagai langkah preventif strategis untuk mencegah konflik sosial di kota besar seperti Palembang, sekaligus menjadi contoh bahwa ketegasan pimpinan ormas dapat menjadi kunci menjaga stabilitas daerah.




