• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Maret 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Kontroversi Revitalisasi Bundaran Air Mancur, DPRD: Simbol Agama Tak Pantas di Ruang Publik

Reporter YN
3 Februari 2026
Revitalisasi Bundaran Air Mancur
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Lembaga Kajian Pembangunan Sumatera Selatan (LKPSS) melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Palembang Ali Subri dan Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang Ilyas Hasbullah, Selasa (3/2/2026). Audiensi tersebut membahas polemik revitalisasi Bundaran Air Mancur (BAM) Palembang yang dinilai menyimpan persoalan historis, estetika, hingga sensitivitas keagamaan.

Ketua LKPSS, Dr Ir H Rahidin H Anang, MS, mengatakan audiensi tersebut menjadi ruang penting untuk menyampaikan berbagai masukan dan aspirasi masyarakat yang selama ini belum mendapat tanggapan.

“Revitalisasi Bundaran Air Mancur ini sudah sejak awal menuai kritik dan saran dari masyarakat. Namun sampai hari ini tidak ada kejelasan tindak lanjutnya,” ujar Rahidin.

Ia menyoroti adanya tulisan lafaz Nabi Muhammad SAW yang ditempatkan di atas ornamen bunga teratai pada Bundaran Air Mancur. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan polemik karena menyangkut adab dan penempatan simbol agama.

“Ternyata DPRD Palembang juga tidak mengetahui adanya lafaz Nabi Muhammad di atas bunga teratai itu. Ini harus dikejar, siapa yang mendesain dan siapa yang berwenang. Jangan sampai salah menempatkan simbol yang sakral, karena ini bisa melukai perasaan umat,” tegasnya.

Rahidin menilai perlu adanya pembahasan serius antara DPRD dengan instansi terkait seperti Dinas Pariwisata, PUPR, dan Perkim, agar revitalisasi kawasan ikonik kota Palembang itu tidak menimbulkan persoalan baru.

Disamping itu, Anggota LKPSS sekaligus Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Prof. Zuber, menyebut revitalisasi Bundaran Air Mancur berpotensi menimbulkan “kecelakaan sejarah”.

“Bundaran Air Mancur dikenal sebagai titik nol Kota Palembang. Berdasarkan kajian kami, terjadi perubahan makna simbolik. Bunga yang awalnya cempaka Telok justru berubah menjadi bunga teratai,” jelasnya.

Ia menerangkan, secara fakta visual, kelopak bunga yang bulat dan mengapung di atas air merupakan ciri khas bunga teratai, yang identik sebagai simbol suci Sriwijaya dan agama Buddha, bukan era Palembang Darussalam.

“Masalahnya, di atas simbol teratai itu justru ditempatkan lafaz Nabi Muhammad SAW. Ini sangat sensitif dan melukai adab serta nilai historis kawasan tersebut sebagai kawasan Palembang Darussalam,” ujarnya.

Selain itu, konsep air mancur menari dengan lampu warna-warni juga dinilai kurang tepat karena kawasan tersebut berdekatan dengan Masjid Agung Palembang.

“Masjid Agung itu membutuhkan suasana khusyuk, bukan konsep hiburan atau entertainment,” tambah Prof. Zuber.

DPRD Palembang Akui Tidak Dilibatkan Ketua DPRD Kota Palembang Ali Subri mengaku baru mengetahui adanya persoalan tersebut melalui audiensi bersama LKPSS.

“Kami bersyukur mendapat informasi ini. Jujur, saya tidak tahu bahwa dalam proses revitalisasi Bundaran Air Mancur ada ornamen teratai dan tulisan Nabi Muhammad,” katanya.

Ali Subri menjelaskan, revitalisasi Bundaran Air Mancur menggunakan dana bantuan gubernur dan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Setahu saya dananya dari bantuan gubernur. DPRD Kota Palembang tidak dilibatkan dalam perencanaan maupun desain arsitekturnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang Ilyas Hasbullah menyampaikan apresiasi atas masukan dari LKPSS. Ia menilai penempatan simbol keagamaan di Bundaran Air Mancur tidaklah tepat.

“Nabi Muhammad SAW itu mulia. Tidak pantas jika lafaz beliau ditempatkan di atas air mancur. Tempatnya di masjid atau musala, jangan sampai salah tempat,” tegasnya.

Menurut Ilyas, Bundaran Air Mancur merupakan ruang publik yang digunakan oleh semua kalangan dan lintas agama.

“Bundaran ini bukan milik satu agama saja. Jadi tulisan Nabi Muhammad atau Asmaul Husna tidak cocok ditempatkan di air mancur,” katanya.

Ia menyarankan agar ornamen Bundaran Air Mancur menampilkan identitas budaya Palembang, seperti songket, jumputan, atau ikon kuliner pempek.

“Kalau mau menampilkan identitas Palembang, cukup budaya dan kearifan lokal saja,” tambahnya.

Ilyas juga menegaskan bahwa DPRD Kota Palembang tidak mengetahui besaran anggaran revitalisasi tersebut karena sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Kami senang ada revitalisasi, tapi kami tidak dilibatkan. Ke depan, sebelum menempatkan simbol agama, sebaiknya berkonsultasi dengan ulama atau ustaz. Masukan ini ingin kami tindak lanjuti,” tutupnya.

Tags: Revitalisasi Bundaran Air Mancur
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kakanwil Kemenag Sumsel Lantik 5 Kepala Madrasah dan 2 Pejabat Fungsional

Next Post

Lantik Kakankemenag Muba, Kakanwil Kemenag Sumsel: Harmonisasi Forkopimda dan Hormati Kearifan Lokal

YN

Info Terkait

revitalisasi Bundaran Air Mancur

LKPSS Desak Perkimtan Palembang Jelaskan Desainer dan Konsep Revitalisasi BAM

8 Maret 2026

Berita Terbaru

Open House Idulfitri, Bupati OKu Selatan Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP

Polrestabes Palembang Gerak Cepat Tangani Kasus Kematian Pascakeributan di Sukarami

Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Rute Tujuan

Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Terus Siaga Jaga Keandalan Listrik Sambut Idulfitri 1447 H

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Berlangsung Khusyuk dan Khidmat

Sekda Sumsel Sholat Ied Di Masjid Raya Taqwa Palembang, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan

Berita Populer

Menyusuri Jalan Terjal, Dedikasi Dansatgas Menjaga Asa TMMD

Menjaga Asa TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi merambat pelan di Desa Somagede. Kabut tipis masih bergelayut di pucuk-pucuk pepohonan ketika langkah tegas itu...

Read more

Bata dan Bakti Prajurit, Dari Lumpur ke Martabat, MCK Itu Menjadi Titik Balik di Somagede

Desa Somagede
Reporter UMR
28 Februari 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/02/2026), merekah perlahan. Embun masih setia di ujung...

Read more

Eks Ketua PSI Musi Rawas dan Dua Pengurus PSI Muba Resmi Bergabung ke PDIP Sumsel

Pengurus PSI Muba
Reporter YN
28 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan/PDIP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menambah kekuatan politiknya. Bertempat di Kantor...

Read more

Ditengah Malam, Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Genjot Pengecoran Jalan

Satgas TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com – Semangat membangun dari akar rumput kembali menggema. Program Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke-127 Kodim 0624/Kabupaten...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In