• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Reporter YN
7 Januari 2026
Toga Hitam Chairul S Matdiah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk Di Balik Toga Hitam. Buku ini menjadi catatan penting bagi dunia hukum Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel), yang memotret realitas pahit-manis perjuangan seorang pengacara selama puluhan tahun berkarier.

Melalui buku ini, Chairul tidak hanya berbicara sebagai praktisi hukum, tetapi juga sebagai penyambung lidah masyarakat kecil. Ia membuka tabir tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik megahnya jubah toga hitam yang ia kenakan.

“Toga hitam yang saya pakai mungkin terlihat kaku, namun di baliknya ada tanggung jawab moral yang sangat cair dan menyentuh setiap sendi kehidupan manusia. Buku ini adalah saksi bahwa keadilan harus diperjuangkan, bukan ditunggu,” ujar Chairul S. Matdiah.

Sebelumnya, Chairul S Matdiah sudah meluncurkan buku biografi berjudul Jejak Penjual Kopi yang ditulis oleh Ferly Marison. Buku itu sudah dilaunching pada, Sabtu (23/8/2025) di Aryaduta Hotel Palembang.

Chairul mengatakan, buku Di Balik Toga Hitam akan memberikan perspektif baru mengenai dunia hukum di Indonesia. Buku ini bukan sekadar catatan kasus, melainkan sebuah narasi mendalam tentang perjuangannya sebagai pengacara dalam mencari keadilan di tengah labirin hukum yang sering kali dingin dan kaku.

Judul Di Balik Toga Hitam dipilih untuk melambangkan apa yang tidak terlihat oleh publik saat seorang pengacara berdiri di depan hakim. Jika selama ini pengacara identik dengan ketegasan dan retorika di ruang sidang, buku ini justru menyoroti dilema moral tentang pertarungan batin antara nurani dan profesionalisme saat menangani kasus-kasus pelik.

Pengorbanan personal seperti waktu, keluarga, hingga ancaman keselamatan yang sering kali menjadi “harga” yang harus dibayar. Kemudian sisi humanis klien tentang kisah-kisah rakyat kecil yang mencari secercah harapan di tengah sistem yang rumit.

“Saya ingin mematahkan stigma bahwa hukum hanya milik mereka yang berkuasa. Saya ingin mengajak pembaca mengikuti perjalanan dari meja hijau hingga ke pelosok daerah, di mana keadilan sering kali harus dijemput dengan keringat dan air mata,” katanya.

“Toga hitam ini bukan sekadar seragam. Ia adalah beban tanggung jawab. Di baliknya ada detak jantung yang berdegup kencang setiap kali kami memperjuangkan nasib seseorang,” Chairul menambahkan.

Chairul mengatakan, menjadi pengacara bukan sekadar tampil perlente di ruang sidang. Di balik kemegahan retorika mereka, ada jam-jam panjang yang dihabiskan untuk riset, diskusi malam yang melelahkan, dan pergulatan batin tentang apa itu keadilan yang sebenarnya.

“Di Balik Toga Hitam bukan hanya tentang profesi, melainkan tentang manusia yang mencoba menyeimbangkan antara hukum tertulis dan keadilan nurani,” katanya.

Chairul mengungkapkan bahwa motivasi menulis buku ini adalah untuk memberikan edukasi sekaligus inspirasi.

“Banyak orang mengira pengacara itu hanya soal menang perkara dan uang. Lewat buku ini, saya ingin bilang bahwa hukum itu punya hati. Ada tangis yang harus kita hapus dan ada hak yang harus kita jemput,” ujar Chairul dengan nada rendah namun penuh penekanan.

Buku ini juga menyisipkan pesan kuat bagi generasi muda di Sumsel agar tidak takut bermimpi menjadi penegak hukum yang jujur. Baginya, menjadi pengacara adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi mencari nafkah.

Tags: karya literaturToga Hitam
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bintang Sumsel Bersinar Nasional, Daeng Supriyanto Pimpin Urusan Umum KSMI

Next Post

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Polrestabes Palembang Bersihkan Lorong Kenari dari Peredaran Sabu, Tersangka Positif Narkotika

Gerak Cepat Ditreskrimum Polda Sumsel Selidiki Kasus Mutilasi Perempuan di Desa Karang Dalam

Muba Maju Lebih Cepat! Pemkab Muba & PPSDM Migas Siapkan Tenaga Kerja Migas Ber Sertifikasi Nasional

Berlindung di Balik Profesi, Oknum Guru PNS di Palembang Dilaporkan Tipu Korban Rp90,6 Juta

KEJATI Sumsel Tahan Lima Tersangka Dugaan Tipikor Pemberian Fasilitas Pinjaman Dari Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT.BSS dan PT.SAL

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Tegaskan Komitmen Kesehatan Pekerja Sebagai Pilar Keandalan Operasional

Gubernur Sumsel Herman Deru Luncurkan SIGUNTANG, Inovasi Digital Penagihan Pajak Kendaraan di Sumsel

SMK Sumsel Tingkatkan Daya Saing Lulusan Lewat Kolaborasi Industri

Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis, Disnakertrans Muba Pertegas Prosedur Pembentukan Unit Kerja SPSI di Perusahaan

Berita Populer

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar
Reporter YN
27 Maret 2026

Palembang. Lamanqu. Com Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan kekeluargaan, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menggelar kegiatan...

Read more

Dua Hari Hilang, Tersangka Narkoba di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Propam Turun Tangan

Dua Hari Hilang, Tersangka Narkoba di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Propam Turun Tangan
Reporter YN
27 Maret 2026

Palembang, LamanQu.Com - Dugaan brutalitas aparat kembali mencoreng wajah penegakan hukum. Seorang tersangka kasus narkoba di Sumatera Selatan diduga mengalami kekerasan...

Read more

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Lakukan Aksi Nyata Hemat Energi Melalui Earth Hour 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Lakukan Aksi Nyata Hemat Energi Melalui Earth Hour 2026
Reporter YN
29 Maret 2026

Plaju. Lamanqu. Com Kilang Plaju berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Aksi ini...

Read more

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Reporter YN
27 Maret 2026

  Plaju. Berita Suara Rakyat. Com Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju terus mendorong penguatan inovasi berbasis lingkungan secara...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In