• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Reporter YN
4 Januari 2026
Terorisme Global Washington
Bagikan ke Whatsapp

​Oleh: Ki Edi Susilo

Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa)


Palembang, LamanQu.Com – ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan guncangan hebat yang merobek nalar hukum internasional. Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh operasi militer Amerika Serikat di Caracas bukan sekadar manuver politik. itu adalah Terorisme Negara yang dilegalkan oleh laras senapan.

Washington tidak sedang menegakkan hukum; mereka sedang mempertontonkan premanisme global di halaman belakangnya sendiri.

​Namun, yang jauh lebih menyedihkan dari agresi Amerika adalah sikap diamnya Indonesia. Di tengah gemuruh ketidakadilan ini, saya melihat Garuda kita hanya diam terpaku. Macan Asia yang sering kita banggakan di podium kampanye domestik mendadak kehilangan suaranya, tampak lunglai dan kehilangan taji di panggung diplomasi dunia.

​Anatomi Perlawanan dan Blunder Global

​Caracas tidak menyerah. Melalui aktivasi rencana pertahanan nasional dan dekrit “Keadaan Guncangan Eksternal”, Venezuela telah memilih jalur perang semesta melawan agresi imperialis. Mereka berdiri di atas Pasal 51 Piagam PBB tentang pembelaan diri.

​Tindakan Donald Trump adalah kalkulasi keliru yang bersifat “eksperimental”. Dengan menghancurkan kedaulatan Venezuela, AS seolah ingin menguji nyali aliansi BRICS dan poros perlawanan global. Secara strategis, ini adalah blunder.

Penculikan kepala negara berdaulat tanpa mandat internasional hanya akan memicu radikalisasi global. Jika preseden ini dibiarkan, maka kedaulatan negara mana pun, “termasuk Indonesia di Laut Natuna” akan selalu berada di bawah bayang-bayang ancaman “hukum rimba” kekuatan besar.

Diplomasi “Cari Selamat” dan Belenggu Utang

​Mengapa Kemenlu kita begitu lembek? Mengapa pernyataan resmi Jakarta hanya sebatas diksi “prihatin” yang hambar? Jawabannya mungkin terselip di dalam buku besar utang luar negeri dan ketergantungan investasi.

​Kita sedang terjebak dalam diplomasi “perut kenyang, nyali hilang”. Kita gagah berani meneriakkan nasionalisme di dalam negeri, namun tak berkutik saat sang “Polisi Dunia” melakukan penculikan di negara lain. Kita seolah lupa bahwa kemerdekaan itu, sebagaimana amanat Bung Karno, adalah jembatan emas untuk berdiri sama tinggi, bukan untuk menjadi pelayan kepentingan adidaya demi menjaga stabilitas indeks pasar saham.

Mengubur Roh CONEFO

​Tahun 1965, Bung Karno tidak butuh izin siapa pun untuk menggagas CONEFO (Conference of New Emerging Forces). Beliau paham bahwa PBB seringkali hanya menjadi alat bagi pemegang veto untuk melegalkan kesewenang-wenangan. Bung Karno membangun harga diri bangsa yang tidak bisa dibeli.

​Hari ini, roh itu tampaknya telah dikubur dalam-dalam oleh para pengambil kebijakan di Pejambon. Kita lebih takut pada fluktuasi investasi daripada hilangnya wibawa bangsa. Jika Indonesia hanya berani mengaum di hadapan rakyat sendiri namun “manut” saat kedaulatan negara sahabat dikangkangi, maka gelar “Macan Asia” hanyalah olok-olok sejarah. Kita telah berubah menjadi kucing rumahan yang mengeong manis saat tuannya datang membawa janji bantuan ekonomi.

Menagih Keberanian Indonesia

​Petuah kuno mengatakan, “Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti”. Segala kekuatan akan luluh oleh kebajikan. Namun ingat, kebajikan dan kebenaran tidak bisa ditegakkan tanpa keberanian (Sura).

​Indonesia, sebagai pemegang amanah politik luar negeri Bebas Aktif, wajib mengecam keras serangan washington ke Caracas dan penculikan Maduro. Indonesia harus.

Pertama Menjadi Lokomotif Diplomasi, dengan Menggerakkan Gerakan Non-Blok (GNB) untuk menuntut akuntabilitas Washington di PBB.

Kedua ​Membangun Tatanan Baru, dengan Mempelopori kekuatan dunia baru yang tidak disetir oleh satu negara adidaya.

Ketiga ​Kewaspadaan Energi, dengan Segera mengamankan ketahanan energi nasional dari dampak inflasi konflik Karibia tanpa harus mengemis pada aktor intelektual konflik tersebut.

​Dunia hari ini tidak lagi memiliki wasit. Jika kita membiarkan Caracas terbakar hari ini, kita sebenarnya sedang membiarkan dunia masuk ke dalam kegelapan kekacauan tanpa batas. Jangan biarkan Garuda hanya gagah di lambang negara sementara sayapnya lunglai terjerat tali utang. Indonesia harus tegak, atau kita akan selamanya menjadi penonton yang mengangguk-angguk di pojokan sejarah.

Tags: Hukum InternasionalPertahanan Nasional
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pastikan Aset dan Operasi Andal, Kilang Pertamina Plaju Lakukan Physical Check Inventory Menyambut 2026

Next Post

Rahidin H Anang: BDN Sumsel Siap Jamin Gizi dan Ketahanan Pangan

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Kompensasi Pembayaran Tol Gratis Bagi Pengguna Jalan Tol Kayu Agung Saat ini

Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa Cipelah, Satgas TMMD ke-127 Cek Bantuan Benih Lele

TMMD Reguler Ke-127 di Cipelah, Progres Pengecoran Jalan Capai 666 Meter

Gubernur Herman Deru Resmikan Masjid Roudhotul Jannah, Serahkan Bantuan Puluhan Juta untuk Operasional dan Pembinaan Umat

Syukuran 1 Tahun Kepemimpinan RDPS, 500 Anak Yatim Doakan Kota Palembang

Segel Bangunan Tanpa PBG di Demang Lebar Daun Dirusak, Sat Pol PP Palembang Tempuh Jalur Hukum

Konsistensi Jaga Mutu, Laboratory Kilang Plaju Raih 5 Penghargaan di Laboratory Awards 2025

Dari Kepedulian Menjadi Aksi, SPP RU III Dukung Pemulihan Sumatera

Sinergi TNI dan Rakyat di TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung

Berita Populer

Lahan Teh PTPN di Pangalengan Dialih Fungsihkan Tanam Kentang Picu Ancaman Longsor

Lahan Teh PTPN di Pangalengan
Reporter UMR
16 Februari 2026

Pangalengan, LamanQu.Com - Penguasaan lahan kebun teh PTPN secara ilegal di Pangalengan kerap dilakukan guna alih fungsi lahan, hal ini...

Read more

Gotong Royong Siang-Malam, Pengecoran Jalan oleh Anggota Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung di Desa Cipelah Capai 551 Meter

Satgas TMMD Ke-127
Reporter UMR
16 Februari 2026

Rancakbali, LamanQu.Com – Progres pembangunan infrastruktur dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali,...

Read more

Bukan Sekadar Aspal dan Beton: Hangatnya Komsos Satgas TMMD dan Warga Cipelah di Balik Dinginnya Rancabali

Komsos Satgas TMMD
Reporter lian
17 Februari 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com - Program TMMD Reguler Ke-127 Kodim 0624/Kab. Bandung tidak hanya mengubah wajah infrastruktur Desa Cipelah, tetapi juga...

Read more

Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Reporter UMR
18 Februari 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com - Tim Kesehatan Satgas TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat Kampung Kubangsari,...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In