• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, April 9, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Daeng Supri Yanto SH MH.CMS.P : Indonesia Merdeka atau Terjajah Gaya Baru? Sebuah Refleksi Intelektual

Reporter YN
15 Agustus 2025
Merdeka atau Terjajah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Saudara-saudari sebangsa dan setanah air. Kita berdiri di sini, di atas tanah yang konon katanya merdeka, namun bayang-bayang masa lalu terus menghantui. Semangat para pahlawan yang telah gugur demi merebut kemerdekaan dari cengkeraman penjajah seolah menjadi ironi di tengah realitas yang kita hadapi saat ini. Apakah benar kita telah merdeka? Atau kita hanya berganti tuan, dari Kompeni ke Kapitalis, dengan wajah Negara Republik namun dianggap sebagai boneka yang menari mengikuti irama kapitalisme global?

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kita masih terikat perjanjian dengan kaum kapitalis, kita harus membayar utang yang entah sampai kapan lunasnya. Lebih jauh lagi, negara ini berada di bawah pengawasan kapital global, yang dengan tangan besi mengatur arah kebijakan ekonomi dan politik kita. Kita dipaksa untuk menjauhi komunisme dan sekte agama tertentu, sementara pintu lebar-lebar dibuka untuk kerjasama dengan negara-negara kapitalis dan liberal.

Bukti nyata dari penjajahan gaya baru ini adalah penguasaan sumber daya alam kita oleh asing. Tambang emas, nikel, dan minyak yang seharusnya menjadi sumber kemakmuran rakyat, justru dinikmati oleh korporasi-korporasi raksasa dari kapital global dan negara-negara lainnya. Kita hanya menjadi penonton yang gigit jari, sementara kekayaan alam kita dijarah habis-habisan.

Sejarah telah mencatat bagaimana adidaya melalui agen intelijen-nya menggulingkan kekuasaan pemimpin yang tidak mau tunduk pada kepentingan mereka. Soekarno, dengan semangat anti-imperialismenya, menjadi korban konspirasi global. Mereka mencari pemimpin yang bisa diatur, yang rela menjual kedaulatan negara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Lalu, di mana letak kemerdekaan kita sebagai warga negara yang berfalsafah Pancasila dan memiliki tujuan negara yang adil, makmur, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia? Apakah kita sudah merasakan kemerdekaan yang sejati? Ataukah kita hanya menjadi budak di negeri sendiri?

Pertanyaan-pertanyaan ini harus kita renungkan bersama. Kita tidak boleh terlena dengan Retorika-retorika kosong yang hanya meninabobokan kita. Kita harus berani membuka mata dan melihat realitas yang ada.

Kemerdekaan bukan hanya sekadar bebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan ekonomi, politik, dan budaya. Jika kita masih tergantung pada bangsa lain dalam hal-hal tersebut, maka kita belum bisa dikatakan merdeka sepenuhnya.

Oleh karena itu, mari kita bangkit dan bersatu. Mari kita kobarkan semangat perjuangan para pahlawan yang telah gugur. Mari kita rebut kembali kedaulatan negara kita dari tangan-tangan asing yang serakah.

Kita harus berani melawan segala bentuk penjajahan modern yang menggerogoti bangsa kita. Kita harus membangun ekonomi yang mandiri, politik yang berdaulat, dan budaya yang luhur.

Indonesia bukan negara boneka. Indonesia adalah negara yang besar, kaya, dan berpotensi menjadi kekuatan dunia. Kita tidak boleh membiarkan diri kita terus menerus dijajah dan dieksploitasi.

Mari kita wujudkan Indonesia yang benar-benar merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang besar dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Tags: Merdeka atau TerjajahRefleksi Intelektual
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertama Dalam Sejarah, 97 Pelaku Usaha Menjadi Terlapor Dalam Sidang Dugaan Kartel Pinjol

Next Post

Tawa, Sorak, dan Pesan Pengabdian dari Halaman Disnaker Palembang

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Polrestabes Palembang Bersihkan Lorong Kenari dari Peredaran Sabu, Tersangka Positif Narkotika

Gerak Cepat Ditreskrimum Polda Sumsel Selidiki Kasus Mutilasi Perempuan di Desa Karang Dalam

Muba Maju Lebih Cepat! Pemkab Muba & PPSDM Migas Siapkan Tenaga Kerja Migas Ber Sertifikasi Nasional

Berlindung di Balik Profesi, Oknum Guru PNS di Palembang Dilaporkan Tipu Korban Rp90,6 Juta

KEJATI Sumsel Tahan Lima Tersangka Dugaan Tipikor Pemberian Fasilitas Pinjaman Dari Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT.BSS dan PT.SAL

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Tegaskan Komitmen Kesehatan Pekerja Sebagai Pilar Keandalan Operasional

Gubernur Sumsel Herman Deru Luncurkan SIGUNTANG, Inovasi Digital Penagihan Pajak Kendaraan di Sumsel

SMK Sumsel Tingkatkan Daya Saing Lulusan Lewat Kolaborasi Industri

Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis, Disnakertrans Muba Pertegas Prosedur Pembentukan Unit Kerja SPSI di Perusahaan

Berita Populer

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar
Reporter YN
27 Maret 2026

Palembang. Lamanqu. Com Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan kekeluargaan, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menggelar kegiatan...

Read more

Dua Hari Hilang, Tersangka Narkoba di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Propam Turun Tangan

Dua Hari Hilang, Tersangka Narkoba di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Propam Turun Tangan
Reporter YN
27 Maret 2026

Palembang, LamanQu.Com - Dugaan brutalitas aparat kembali mencoreng wajah penegakan hukum. Seorang tersangka kasus narkoba di Sumatera Selatan diduga mengalami kekerasan...

Read more

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Lakukan Aksi Nyata Hemat Energi Melalui Earth Hour 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Lakukan Aksi Nyata Hemat Energi Melalui Earth Hour 2026
Reporter YN
29 Maret 2026

Plaju. Lamanqu. Com Kilang Plaju berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Aksi ini...

Read more

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Reporter YN
27 Maret 2026

  Plaju. Berita Suara Rakyat. Com Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju terus mendorong penguatan inovasi berbasis lingkungan secara...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In