• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, Maret 30, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Goresan Nama Eddy Santana Menjadi Konseptor Pembangunan Palembang

Reporter Editor Sumsel
9 Februari 2023
Eddy Santana, Konseptor Pembangunan Palembang
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Jika berbicara provinsi Sumatera selatan pastilah akan bermuara kepada ibu kotanya yaitu Palembang, kota dengan luas wilayah 400,61 Km² ini dan memiliki lebih dari 1,6 Juta penduduk pada tahun 2021.

Dengan cakupan wilayah yang cukup luas sangat wajar jika selain menjadi pusat pemerintahan kota Palembang pusat peradaban yang menyelenggarakan berbagai kegiatan perekonomian, pendidikan hingga bahkan bercampurnya keberagaman agama, ras, suku dan kebudayaan.

Jika dipandang dari segi usia tentu saja Palembang menjadi kota tertua di Indonesia, terbukti saat ini kota Palembang secara resmi tercatat berusia 1340 tahun pada bulan Juni 2023.

Banyak cerita yang terukir didalam perjalanan sebelum kota ini bernama Palembang, melalui kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang sehingga kemasayhuran terdengar hingga seantero dunia.

Setelah lepas meraih kemerdekaan dari penjajahan kolonial Belanda dan mampirnya Jepang ke Palembang, kota yang dikenal sebagai kota pempek dan songket ini memiliki pemerintahan sendiri didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Namun proses yang begitu tak mudah harus dilalui oleh kota tertua di Indonesia ini, semenjak menjadi kota ini menjadi ibu kota Provinsi Sumatera selatan banyak program dan konsep yang coba diterapkan demi membangun kota ini, baik dari segi infrastruktur, Ekonomi dan Kesehatan dan budaya.

Banyak nama yang telah terukir sebagai walikota mulai Raden Hanan hingga saat ini Harnojoyo, namun dengan deretan begitu banyak nama ada satu nama yang dianggap berhasil menata kota Palembang yang saat ini kita lihat, dimana peninggalan – peninggalan karyanya bisa kita nikmati.

Seperti yang dikatakan Arjeli salah satu pengamat sosial dan media di kota Palembang, Kamis (09/02/2023), dirinya mengatakan jika berbicara sejarah panjang kota Palembang selepas masa penjajahan pastinya kita akan membicarakan soal pertumbuhan dan perkembangan di segala sektor.

“Hal yang menarik jika kita mencoba mengulik tentang pertumbuhan dan perkembangan kota Palembang seusai lepas dari masa penjajahan kolonialisme Belanda dan Jepang,” kata Jeli sapaan pensiunan Dosen di salah satu Universitas di Sumatera selatan.

Dilanjutkannya, banyak hal yang telah dilakukan untuk membangun kota dilintasi oleh aliran sungai Musi ini, seperti penataan ruang dan infrastruktur.

“Bercerita tentang kota Palembang tentu saja saat ini pastinya kita akan membicarakan infrastruktur dan penataan ruang kota yang begitu elok dapat kita nikmati seperti saat ini,” ujarnya.

Arjeli yang selama ini telah mengamati perkembangan kota Palembang dari Zaman ke Zaman mendapati pasang surutnya keberhasilan para walikota yang memimpin kota Palembang hingga puncaknya dipegang oleh Ir H Eddy Santana Putra MT.

“Tentu saja jika kita sebagai masyarakat membincangkan kota Palembang dari tingkat keberhasilan dalam para walikota memimpin kota Palembang, pasti masyarakat kota Palembang akan menyebutkan sebuah nama yang karya – karya dari program kerjanya dalam membangun kota ini masih bisa kita nikmati dan banggakan, tidak lain sosok yang dimaksud adalah Ir H Eddy Santana Putra MT,” ungkapnya

Menurutnya (Jeli) Bagaimana tidak masyarakat Palembang akan menyanjung sosok Eddy Santana karena pada saat kepemimpinannya Palembang mengalami banyak perubahan signifikan.

“Wajar jika masyarakat hingga saat ini masih mengingat atau bahkan menyanjung sosok seorang Eddy Santana Putra karena selama dibawah pemimpinannya kota Palembang mengalami perubahan yang sangat besar terutama didalam penataan tata ruang kota dan infrastruktur, bahkan karyanya bisa kita nikmati hingga hari ini,” ucapnya

Tidak hanya memiliki konsep yang terencana dengan sangat baik, tapi setiap program kerja yang dilaksanakannya akan membawa dampak positif ke sektor yang lain.

“Sebagai masyarakat Palembang pastinya kami mengakui Kepiawaiannya seorang Edy Santana putra dalam memimpin disebabkan konsep dan program kerja yang terencana dengan baik, hal ini dibuktikan setiap program kerja yang dilaksanakannya pasti membawa dampak positif ke sektor yang lain,” cerita dia

Arjeli juga memberikan contoh bahwa setiap program kerja yang dilaksanakannya mampu membawa berbagai dampak di sektor lainnya, seperti penataan ruang di pasar 16 daerah Ilir ke Jakabaring yang Notabene adalah wilayah seberanga Ulu ternyata membawa dampak pada pertumbuhan perekonomian untuk masyarakat.

“Salah satu contoh Kecil program Eddy Santana Putra yang membawa dampak begitu besar disektor yang berbeda, seperti pemindahan pedagang pasar 16 Ilir ke pasar Induk Jakabaring, dengan tujuan menanta ruang publik agar lebih baik malah berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi di kedua daerah,” bebernya

Dijelaskannya, Belum lagi pekerjaan fenomenal yang hasil kita bisa nikmati hingga saat ini, yaitu penataan benteng Kuto besak (BKB) sebagai tempat berwisata selain mendekatkan masyarakat melihat peninggalan – peninggalan masa lalu, tempat ini sering juga dijadikan arena untuk kegiatan – kegiatan yang bertaraf internasional.

“Tidak hanya penataan pasar 16 Ilir dibawah Jembatan Ampera, sosok Eddy Santana juga telah berhasil mengubah pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi ruang publik yang rapi dan bersih, bahkan pada saat ini sering dijadikan untuk kegiatan perekonomian, hal ini dibuktikan seringnya tempat ini menjadi ajang – ajang kegiatan yang bertaraf Internasional,” jelasnya

Arjeli menegaskan jika melihat beberapa peninggalan karya Eddy Santana putra sebagai walikota sangat dimaklumi jika sosoknya masih tersimpan dihati masyarakat kota Palembang hingga saat ini dan diharapkan maju dalam Pilkada Sumatera selatan 2024.

“Jika kita melihat peninggalan – peninggalan karya sosok Eddy Santana Putra ketika menjabat sebagai Walikota Palembang 2 periode, Wajar saja jika namanya tetap terukir dengan baik dihati masyarakat kota Palembang hingga saat ini, dan mengharapkan sosok Eddy Santana Putra maju dalam Pilkada Sumatera selatan tahun 2024,” tutup Arjeli.

Tags: Konseptor Pembangunan Palembangkota tertua di IndonesiaPenjajahan Kolonial Belanda
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diskon 10% Untuk Makan Malam Romantis Valentine’s Day Di HARPER Palembang, Catat Ketentuannya

Next Post

SMA Negeri 17 Palembang Kembali Laksanakan Program Community Service

Editor Sumsel

Info Terkait

kawasan sentral Kain Jumputan, kota tertua di Indonesia, Tempat Destinasi Wisata

Jalan Aiptu Abdul Wahab Menjadi Tempat Destinasi Wisata Kota Tertua di Indonesia

21 Juni 2021
HUT Kota Palembang

HUT ke 1338, Herman Deru Hadiahi Palembang Uang Bangub Rp123 M

17 Juni 2021

Berita Terbaru

DUA HARI “HILANG”, TERSANGKA NARKOBA DI PALEMBANG DIDUGA DIANIAYA OKNUM POLISI, PROPAM TURUN TANGAN

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar

Kapolda Sumsel Gelar Coffee Morning, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Profesionalisme Jajaran

Kapolda Sumsel Instruksikan Pemetaan Kompetensi Personel untuk Tingkatkan Kinerja Satker

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP

Berita Populer

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Reporter YN
25 Maret 2026

OKU SELATAN. Lamanqu. Com Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan...

Read more

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP
Reporter YN
23 Maret 2026

Palembang. Lamanqu. Com Halal bi halal alumni Universitas Muhammadiyah Palembang digelar di kediaman Firdaus Hasbullah, Senin (23/3/2026). Kegiatan ini mengusung...

Read more

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan
Reporter YN
24 Maret 2026

PALEMBANG. Lamanqu. Com Subsatgas Intelijen Operasi Ketupat Musi 2026 Polda Sumatera Selatan melaksanakan deteksi dan monitoring di lebih dari 80...

Read more

Bata dan Bakti Prajurit, Dari Lumpur ke Martabat, MCK Itu Menjadi Titik Balik di Somagede

Desa Somagede
Reporter UMR
28 Februari 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/02/2026), merekah perlahan. Embun masih setia di ujung...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In