• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Februari 12, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Dinilai Abai Dalam Melestarikan Cagar Budaya, Aliansi Peduli Cagar Budaya (APCB) Suarakan Aspirasi di Kantor Walikota Palembang

Reporter Editor Sumsel
7 Februari 2023
Melestarikan Cagar Budaya
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Kota Palembang saat ini dalam kondisi darurat cagar budaya, lantaran Walikota Palembang  dinilai abai dalam melestarikan cagar budaya di kota Palembang, hal tersebut dikemukakan Aliansi  Peduli Cagar Budaya (APCB) saat melakukan demo di kantor Walikota Palembang, Selasa (07/02/2023).

Dalam pernyataan sikapnya yang  ditandatangi Koordinator Aksi, Dedi Irwanto, dan Koordinator Lapangan, Qusoi, Kemas Ari Panji, Ali Goik, dan Vebri Al Lintani dan di bacakan Hardi, Ali Goik dan Heri Mastari APCB menilai Pemerintah kota Palembang, dalam hal ini Walikota Palembang telah abai terhadap Pelestarian cagar budaya sebagaimana mandat Undang-undang No. 11, Tentang Cagar Budaya.

pelestarian cagar budaya

Yang kedua, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kota Palembang  yang dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Walikota Palembang Nomor 20/KPTS/DISBUD/2019, tidak bekerja  sebagaimana mestinya, alias mandul sehingga tidak menghasilkan apapun selama masa empat tahun ini. Hal ini disebabkan dominannya unsur Pemerintah Kota Palembang dalam Tim tersebut.

“Yang ketiga, yakni rendahnya pengetahuan masyarakat atas pentingnya pelestarian,” ujar mereka.

Atas dasar itu, Aliansi ini  mendesak agar pihak Pemerintah Kota Palembang, dalam hal ini Walikota Palembang agar peduli dan lebih fokus dalam pelestarian cagar budaya di Palembang. Sesuai dengan mandat yang diberikan pada waktu pelantikan sebagai Walikota Palembang.

Kedua, Pemerintah Kota Palembang segera mengganti TACB yang didominasi oleh unsur Pemerintah Kota Palembang dan mandul produksi dengan yang lebih kompeten.

Ketiga, Walikota Palembang memanfaatkan Balai Pertemuan (eks KBTR) sebagai fasilitas kesenian dengan nama Gedung Kesenian Palembang sesuai dengan fungsi awal ketika gedung yang dinamakan societeit  tersebut dibangun masa colonial Belanda. Gedung untuk sarana dan prasarana kesenian semacam ini memang belum ada di Palembang.

“Ke empat, yakni mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan tidak merusak, menjual cagar budaya,” katanya.

Sedangkan budayawan Palembang Vebri Al Lintani mendesak Walikota Palembang memperhatikan bangunan Balai Pertemuan yang kondisinya rusak parah.

“Seandainya walikota bisa berdialog dan mendengarkan  apa yang kami sampaikan mungkin selesai,  tapi kami masih khawatir kalau cuma dinas berangan-angan, kami berangan angan keputusannya ada di Walikota , jadi kami pertanyakan walikota ini kemana tidak pernah hadir dalam kegiatan kesenian, tidak pernah hadir dalam kegiatan budaya , kawasan ini BKB belakang kantor Walikota ini yang harusnya di jaga , Pol PP banyak , tapi di kerahkan menjaga itu, ini pengrusakan dan pelanggaran undang-undang, yang melanggar undang-undang adalah walikota,” katanya.

Vebri mengaku pihaknya marah dengan Walikota Palembang yang tidak peduli dengan  cagar budaya di kota Palembang dan walikota menurutnya lebih peduli dengan daerah lain.

Sedangkan Sekretaris Dewan Kesenian Palembang Qusoi  mengaku prihatin dengan kondisi cagar budaya yang ada dikota Palembang.

“Pasar Cinde dirusak, renovasi jembatan Ampera tidak memenuhi kaidah UU Cagar budaya. Adapula upaya perluasan RS AK Gani yang dikhawatirkan merusak Benteng Kuto Besak, pembiaran gua Jepang di Jalan AKBP Umar. Lebih ironisnya lagi, balai pertemuan yang memiliki sejarah, telah rusak berat dan terbengkalai saja,” katanya.

Yang lebih gawat lagi kata Qusoi , makam Pangeran KramaJaya di samping SDN 44 Palembang, Lrg. Gubah Darat, Kelurahan 15 Ilir, Palembang telah dijual dan telah dibongkar. Terlihat nisan nisan makam, telah dipatahkan dan dihancurkan. Makam telah rata tanah dan lahan ditutup seng sekarang ini.

”Sangat miris melihat cagar budaya yang sudah dan hilang. Padahal makam itu, adalah makam seorang pangeran dari Palembang Darussalam,” katanya.

Aksi demo APCB ini diterima  oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Agus Rizal dan Staf Ahli Walikota Bidang Pemberdayaan Sosial dan Masyarakat Zanariah.

Staf Ahli Walikota Bidang Pemberdayaan Sosial dan Masyarakat Zanariah mengatakan, apa yang disampaikan APCB akan pihaknya lanjutkan bersama Dinas Kebudayaan.

“Doakan semoga apa yang diinginkan bisa terealisasi,” katanya.

Aliansi Peduli Cagar Budaya

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Agus Rizal menyampaikan bahwa mengenai cagar budaya dan yang berhubungan dengan formulasi TACB, pihaknya akan menkomposisikan tim tersebut 70 persen dari pihak akademisi, sejarawan, budayawan dan 30 persen dari pemerintahan dan sudah dianggarkan untuk kompetensinya.

Selain itu, mengenai gedung KBTR, pihaknya dan Dewan Kesenian Palembang (DKP) sudah mengupayakan gedung itu sebagai taman budaya.

“Nanti akan kami informasikan kembali ke pak Wali, mudah-mudahan dengan forum seperti ini, ada keinginan untuk pak Wali, nanti kita akan laporkan lagi ke pak wali,” ungkap Agus.

Agus juga mengatakan, bahwa pihaknya juga mengecam keras terhadap aksi pengerusakan benda-benda cagar budaya.

“Kami juga mohon dukungan dari kawan-kawan, untuk bersama melestarikan dan menjaga benda-benda cagar budaya yang ada di Palembang,” tutupnya.

Demo  tersebut diwarnai dengan lagu Tua-Tua di Kota Tua oleh Ali Goik  di lanjutkan pembacaan puisi oleh seniman Palembang Heri Mastari dan sejarawan Palembang Kemas Ari Panji.Lalu, salah satu seniman lainnya adalah Wak Dolllah ikut memainkan pantominnya.

Kota Palembang saat ini dalam kondisi darurat cagar budaya, lantaran Walikota Palembang  dinilai abai dalam melestarikan  cagar budaya di kota Palembang, hal tersebut dikemukakan Aliansi  Peduli Cagar Budaya (APCB)  saat melakukan demo di kantor Walikota Palembang, Selasa (07/02/2023).

Dalam pernyataan sikapnya yang  ditandatangi Koordinator Aksi, Dedi Irwanto, dan Koordinator Lapangan, Qusoi, Kemas Ari Panji, Ali Goik, dan Vebri Al Lintani dan di bacakan  Hardi, Ali Goik dan Heri Mastari APCB menilai Pemerintah kota Palembang, dalam hal ini Walikota Palembang telah abai terhadap Pelestarian cagar budaya sebagaimana mandat Undang-undang No. 11, Tentang Cagar Budaya.

Yang kedua, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kota Palembang  yang dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Walikota Palembang Nomor 20/KPTS/DISBUD/2019, tidak bekerja  sebagaimana mestinya, alias mandul sehingga tidak menghasilkan apapun selama masa empat tahun ini. Hal ini disebabkan dominannya unsur Pemerintah Kota Palembang dalam Tim tersebut.

“Yang ketiga, yakni rendahnya pengetahuan masyarakat atas pentingnya pelestarian,” ujar mereka.

Atas dasar itu, Aliansi ini  mendesak agar pihak Pemerintah Kota Palembang, dalam hal ini Walikota Palembang agar peduli dan lebih fokus dalam pelestarian cagar budaya di Palembang. Sesuai dengan mandat yang diberikan pada waktu pelantikan sebagai Walikota Palembang.

Kedua, Pemerintah Kota Palembang segera mengganti TACB yang didominasi oleh unsur Pemerintah Kota Palembang dan mandul produksi dengan yang lebih kompeten.

Ketiga, Walikota Palembang memanfaatkan Balai Pertemuan (eks KBTR) sebagai fasilitas kesenian dengan nama Gedung Kesenian Palembang sesuai dengan fungsi awal ketika gedung yang dinamakan societeit  tersebut dibangun  masa colonial Belanda. Gedung untuk sarana dan prasarana kesenian semacam ini memang belum ada di Palembang.

“Ke empat, yakni mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan tidak merusak, menjual cagar budaya,” katanya.

Sedangkan budayawan Palembang Vebri Al Lintani mendesak Walikota Palembang memperhatikan bangunan Balai Pertemuan yang kondisinya rusak parah.

“Seandainya walikota bisa berdialog dan mendengarkan  apa yang kami sampaikan mungkin selesai, tetapi kami masih khawatir kalau cuma dinas berangan-angan, kami berangan angan keputusannya ada di Walikota , jadi kami pertanyakan walikota ini kemana tidak pernah hadir dalam kegiatan kesenian, tidak pernah hadir dalam kegiatan budaya , kawasan ini BKB belakang kantor Walikota ini yang harusnya di jaga, Pol PP banyak , tetapi di kerahkan menjaga itu, ini pengrusakan dan pelanggaran undang-undang, yang melanggar undang-undang adalah walikota,” katanya.

Vebri mengaku pihaknya marah dengan Walikota Palembang yang tidak peduli dengan cagar budaya di kota Palembang  dan walikota  menurutnya lebih peduli dengan daerah lain.

Sedangkan Sekretaris Dewan Kesenian Palembang Qusoi  mengaku prihatin dengan kondisi cagar budaya yang ada dikota Palembang.

“Pasar Cinde dirusak, renovasi jembatan Ampera tidak memenuhi kaidah UU Cagar budaya. Adapula upaya perluasan RS AK Gani yang dikhawatirkan merusak Benteng Kuto Besak, pembiaran gua Jepang di Jalan AKBP Umar. Lebih ironisnya lagi, balai pertemuan yang memiliki sejarah, telah rusak berat dan terbengkalai saja,” katanya.

Yang lebih gawat lagi kata Qusoi , makam Pangeran KramaJaya di samping SDN 44 Palembang, Lrg. Gubah Darat, Kelurahan 15 Ilir, Palembang telah dijual dan telah dibongkar. Terlihat nisan nisan makam, telah dipatahkan dan dihancurkan. Makam telah rata tanah dan lahan ditutup seng sekarang ini.

”Sangat miris melihat cagar budaya yang sudah dan hilang. Padahal makam itu, adalah makam seorang pangeran dari Palembang Darussalam,” katanya.

Aksi demo APCB ini diterima  oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Agus Rizal dan Staf Ahli Walikota Bidang Pemberdayaan Sosial dan Masyarakat Zanariah.

Staf Ahli Walikota Bidang Pemberdayaan Sosial dan Masyarakat Zanariah mengatakan, apa yang disampaikan APCB akan pihaknya lanjutkan  bersama Dinas Kebudayaan.

“Doakan semoga apa yang diinginkan bisa terealisasi,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Agus Rizal menyampaikan bahwa mengenai cagar budaya dan yang berhubungan dengan formulasi TACB, pihaknya akan menkomposisikan tim tersebut 70 persen dari pihak akademisi, sejarawan, budayawan dan 30 persen dari pemerintahan dan sudah dianggarkan untuk kompetensinya.

Selain itu, mengenai gedung KBTR, pihaknya dan Dewan Kesenian Palembang (DKP) sudah mengupayakan gedung itu sebagai taman budaya.

“Nanti akan kami informasikan kembali ke pak Wali, mudah-mudahan dengan forum seperti ini, ada keinginan untuk pak Wali, nanti kita akan laporkan lagi ke pak wali,” ungkap Agus.

Agus juga mengatakan, bahwa pihaknya juga mengecam keras terhadap aksi pengerusakan benda-benda cagar budaya.

“Kami juga mohon dukungan dari kawan-kawan, untuk bersama melestarikan dan menjaga benda-benda cagar budaya yang ada di Palembang,” tutupnya.

Demo  tersebut diwarnai dengan lagu Tua-Tua di Kota Tua oleh Ali Goik  di lanjutkan pembacaan puisi oleh seniman Palembang Heri Mastari dan sejarawan Palembang Kemas Ari Panji.Lalu, salah satu seniman lainnya adalah Wak Dolllah ikut memainkan pantominnya.

Tags: Gedung Keseniankondisi cagar budayamelestarikan cagar budaya
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polres Banyuasin Melaksanakan Apel Untuk Pasukan Operasi Keselamatan Musi Tahun 2023

Next Post

BIOS 44 DC Diaplikasikan Untuk Budidaya Ikan Air Tawar di PT. IBIS

Editor Sumsel

Info Terkait

jalan santai, senam sehat

Jelang Hari Jadi ke 19, Pemkab OKUS Gelar Jalan Santai dan Senam Sehat

18 Januari 2023

Berita Terbaru

Ketua Harian APKASI Kang DS Salurkan Bantuan Bencana ke Situbondo

Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 Dorong Produktivitas Petani Sumsel

Yayasan Bhakti Bela Negara Gelar Panen Raya Padi Organik PS-08

Pegadaian Resmikan TGCL ke-30 di Unila, Dorong Mahasiswa Kreatif dan Melek Investasi

Forum Komite SMA/SMK Sumsel Matangkan Struktur dan Standarisasi AD/ART

Komisi IV DPRD Palembang Terima Audiensi FORKESI, Dorong Penguatan Perlindungan dan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Pembela Egy Sudjana Sumsel Minta Kapolri Segera Proses Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Egy Sudjana

Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Tuai Polemik, DPRD Palembang Minta Dikaji Ulang

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Dorong Penegakan Hukum Tegas terhadap ODOL di Sumsel

Berita Populer

Peringati Isra Mi’raj dan Sambutan Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda Palembang Perkuat Silaturahmi

Peringati Isra Mi’raj
Reporter YN
5 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang, Dian Marhaen, menggelar kegiatan syukuran yang...

Read more

Dit Intelkam Polda Sumsel Lakukan Kurvei (Bersih-Bersih) di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

kegiatan kurvei
Reporter YN
6 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan kurvei atau bersih-bersih di kawasan...

Read more

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju
Reporter YN
5 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus melindungi setiap pekerja di lingkungan...

Read more

Jose Rico Sukses Besarkan Brand Earthy Genova Memikat Pasar Lokal dan Ekspor

Brand Earthy Genova
Reporter UMR
7 Februari 2026

Bandung, LamanQu.Com - Produk Earthy Genova adalah brand fesyen berasal dari Kota Bandung yang berfokus memakai bahan denim, dengan kualitas...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In