• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Februari 6, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Pembelajaran di SMK Harus Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri

Reporter Editor Sumsel
26 Juli 2022
kurikulum merdeka, smk negeri 6 palembang
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Kepala SMK Negeri 6 Palembang, Drs H Zulfikri MPd mengatakan, sebagai Sekolah Pusat Keunggulan (PK) SMK Negeri 6 Palembang menggunakan Kurikulum Merdeka. “Artinya sesuai dengan kebutuhan kita harus ke dunia usaha dunia industri (dudi). Jadi kalau kita berdasarkan kebutuhan ke dunia usaha dan industri jadi pembelajarannya memang harus berdasarkan dunia industri dengan baik,” ujarnya saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (26/7/2022).

Zulfikri menerangkan, SMKN 6 sebelum menggunakan Kurikulum Merdeka, juga menggunakan dua kurikulum ada kurikulum BSNP dan Common ASEAN Tourism Curriculum, jadi materi-materinya berbahasa Inggris yang mengajarnya juga bahasa Inggris untuk kelas perhotelan dan kelas tata boga.

“Untuk pembelajaran itu diberikan bukan hanya siswanya yang ada di Indonesia. Tapi juga yang mendengarkannya menyimaknya juga dari negara-negara ASEAN Filipina Thailand Singapura Malaysia yang tergabung dari ASEAN,” katanya.

“Maksudnya adalah sesuai dengan kebutuhan. Kalau dulu kan berpatokan di UNBK terpusat di situ. Sekarang ini bebas jadi arah dan tujuan pendidikan itu tergantung dari sekolah itu sendiri mau arahnya ke mana, mau dibawa ke mana siswa-siswanya itu tergantung dari sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tambah Zulfikri.

Lebih lanjut Zulfikri menjelaskan, kalau di SMK itu kan ada yang mau kuliah tapi jumlahnya sedikit. Karena yang banyak itu mau kerja dan kerja itu lapangan kerjanya enggak semua siswa bisa tertampung semua di dunia usaha dan industri harus banyak juga yang wirausaha. Jadi pembelajaran-pembelajarannya harus sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Seperti saat ini kami bekerja sama dengan PalComTech jadi anak-anak siswa kelas 10 sekarang ini belajar tentang digital marketing jadi digital marketing. Itu maksudnya adalah sekarang zamannya online tidak lagi jual produk-produk itu melalui offline tapi jual produk melalui online diajari anak bagaimana mengemas produk-produknya kita ada jurusan baru yang namanya Desain Komunikasi Visual. Sehingga mengemas dan mengiklankan secara online.

“Jadi nanti ke depan kita akan buka jurusan pemasaran daring itu nanti disesuaikan dengan kebutuhan zaman kebutuhan zaman. Itu memang harus ada guru penggerak, kepala sekolah juga harus penggerak, dan sekolah penggerak. Sekolah itu bagus ada di kepala sekolah juga bagaimana ikut lomba menunjukkan ekstensi mereka kelebihan mereka tergantung dari inovasi dan kreativitas dari kepala sekolah itu sendiri. Kalau semua itu dilakukan insya Allah lulusan-lulusan sekolah itu bisa terserap tidak hanya dunia industri tetapi juga sebagai enterpreneur,” paparnya.

Menurutnya, Kepala sekolah juga harus punya jiwa interpreneur. Maksudnya begini jiwa enterpreneurnya kepala sekolah bisa memprediksi, jadi kalau dulu ada jurusan 4 jurusan yakni perhotelan, tata boga, busana dan kecantikan.

“Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman sekolah itu ya siswanya nggak akan banyak. Jadi jiwa entrepreneurnya itu ada marketingnya juga kepala sekolah. Sehingga kita buka jurusan baru supaya siswanya banyak. Kalau mengandalkan jurusan perhotelan kan banyak orang-orang buka perhotelan banyak sekolah-sekolah yang buka perhotelan. Sedangkan keterserapannya tidak bisa terserap semua. Kalau tidak terserap semua jadi mereka ada jurusan baru mereka mengenal digital marketing selain itu gurunya juga harus tahu,” urainya.

Selain itu, lanjut Zulfikri, guru juga harus update harus mengikuti perkembangan zaman. Jangan mengajar pakai pola lama tapi harus mengikuti zaman.

“Jadi pemerintah juga harusnya mengevaluasi sertifikasi guru. Artinya dikaji ulang lagi 3 tahun 4 tahun harus diperbarui lagi sehingga muncul motivasi semangat baru kalau mau dapat sertifikasi tidak mudah. Jadi harus di-upgrade lagi ilmu dari sekarang,” bebernya.

Zulfikri menerangkan, di Kurikulum Merdeka ini dibuatlah inovasi pembelajaran harus dimulai dari guru.
Dulu ada slogan “Tut Wuri Handayani” slogannya itu guru sebagai contoh. Dalam artian contoh yang bisa mempraktekkan bisa memperagakan dan bisa bermain peran artinya bisa segalanya.

“Jadi kalau bisa semuanya siswa bisa contoh akan lebih bisa lagi dari gurunya. Kalau guru tidak bisa memberikan contoh hanya mengajar di kelas siswa hanya disuruh mendengar hanya itu-itu saja, maka sulit maju. Kalau bisa guru itu menguasai beberapa referensi jadi ilmunya itu ada di otak bukan di buku,” paparnya.

Dia menuturkan, ada beda antara SMA dan SMK. Karena kalau di SMK itu banyak prakteknya. Sehingga ada mental untuk berkompetisi nya di lapangan.

“Kalau orang banyak teori mental kompetisinya tidak akan ada. Dia harus berani tampil harus menunjukkan jati diri dan kreativitasnya kalau yang sudah biasa menunjukkan kreativitas gurunya maka siswanya akan ikut. Jadi memang harus banyak tergantung dari guru semua mau tujuannya kemana arahnya ke mana itu yang perlu dibenahi kalau itu terjadi insya Allah pendidikan ini akan bagus jadi gurunya SDM-nya harus dikembangkan.

“Guru harus mengevaluasi diri,makanya perlu MGMP. Bisa mengevaluasi diri penelitian tindakan kelas, kenapa anak nilainya kecil mungkin cara mengajarnya yang salah. Jangan yang disalahkan siswanya,jangan dia menganggap dia benar. Jika dalam satu kelas ada 30 siswa maka ada 30 macam cara menerima pembelajaran kalau. Jadi kalau semua nilai anak kecil, artinya pola pembelajaran guru ada yang salah. Jangan mlah guru menyalahkan siswanya yang bodoh, tapi buatlah penelitian tindakan kelas mengevaluasi dirinya kenapa nilai anak siswa ini kecil. Jangan menyalahkan siswa. Dalam penerapan kurikulum merdeka tahun ini guru harus mengupgrade kemampuannya, dari pembuatan pembelajarannya banyak itu yang banyak dikembangkan. Saat ini sekarang laporan-laporannya kegiatannya memang harus administrasinya harus lebih bagus karena ini untuk pengembangan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Tags: Common ASEAN Tourism Curriculumkurikulum merdekaSMK Negeri 6 Palembang
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertamina Segera Terapkan Sistem Pendaftaran Bagi Pengguna Pertalite dan Bio Solar

Next Post

Zulaikha Fathia As Syifa Melaju Sebagai Finalis Indonesia Gatsby Style

Editor Sumsel

Info Terkait

Gelar MPLS Tahun 2024, SMKN 6 Palembang Komitmen Membentuk Generasi Unggul

Gelar MPLS Tahun 2024, SMKN 6 Palembang Komitmen Membentuk Generasi Unggul

20 Juli 2024
Dunia Digital Marketing

Siswa Diajarkan Dunia Digital Marketing, Kepala SMKN 6 Palembang Tegaskan Tidak Ada Pemaksaan Siswa Berjualan Harus Laku

23 Januari 2024
kurikulum merdeka, profil pelajar pancasila

170 SMP Negeri dan Swasta di Palembang Terapkan Kurikulum Merdeka

3 Juli 2023
kurikulum merdeka

Kurikulum Merdeka Akan Merata kesetiap Sekolah Yang Ada di Kota Palembang

25 Juli 2022
penerapan kurikulum merdeka

Pemkot Palembang dan Disdik Palembang Dukung Penerapan Kurikulum Merdeka

25 Juli 2022
vaksin bagi siswa

SMKN 6 Palembang Gelar Vaksinasi

16 September 2021

Berita Terbaru

Sat Binmas Polres Muratara Dipimpin Kanit Binpolmas dan Kaur Bin Ops Penyuluhan Kampung Anti Narkoba

Sumsel Tiga Besar Peningkatan Produksi Padi, Herman Deru: Ini Berkat Semangat Petani

PPAM Indonesia: Tangkap Kembali Pelaku Pembacokan atau Rakyat Kehilangan Kepercayaan pada Polri

Kompetensi First Aider Jadi Pilar Pencegahan Risiko Operasional di Kilang Plaju

Peringati Isra Mi’raj dan Sambutan Ramadhan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda Palembang Perkuat Silaturahmi

Grand Good Housekeeping, Komitmen Kilang Pertamina Plaju Jaga Area Kerja Aman dan Tertib

Kepsek SMKN 2 Palembang Suparman: Silahkan Di ambil Kalau ijazah dan Raport nya ada di Sekolah

Haul dan Ziarah Kubra Ulama dan Auliya Palembang Darussalam 1447 Hijriah, Diperkirakan Dihadiri Lebih Dari 20 Ribu Orang Dari Dalam Dan Luar Negeri

HDCU Cetak Sejarah, Angka Kemiskinan Sumsel Turun ke Satu Digit

Berita Populer

Proyek Gudang PT Sriwijaya Ban Diduga Langgar Hak Pekerja, Karyawan Tanpa APD dan Tak Terdaftar BPJS

proyek pembangunan gudang
Reporter YN
31 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com — Proyek pembangunan gudang dan bengkel milik PT Sriwijaya Ban diduga melanggar hak dasar pekerja terkait keselamatan dan...

Read more

SKABIGA SPARDHA 2026 Ditutup, Disdik Sumsel Apresiasi Pembinaan Karakter Siswa

SKABIGA SPARDHA
Reporter YN
31 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Rangkaian lomba SKABIGA SPARDHA 2026 yang digelar SMK Bakti Ibu 3 Palembang resmi berakhir pada Sabtu (31/1/2026). Event...

Read more

Sumsel Health Tourism Diluncurkan, Pemprov Bidik Pasien Dalam dan Luar Negeri

Sumsel Health Tourism
Reporter YN
30 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) resmi meluncurkan program Sumsel Health Tourism atau wisata kesehatan, sebuah langkah strategis...

Read more

Sekretariat Baru BPC HIPMI Palembang Diresmikan, Walikota Palembang Ratu Dewa Dorong Kolaborasi Pengusaha Muda

BPC HIPMI Palembang
Reporter YN
4 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Walikota Palembang Ratu Dewa meresmikan Sekretariat Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palembang masa...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In