• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Berharap ASGI Indonesia Lebih Profesional

Reporter Editor Sumsel
4 November 2021
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Berharap ASGI Indonesia Lebih Profesional

Ket: Pelaksanaan ASGI Gelar Simposium ke-tiga di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (4/11/2021).

Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (ASGI) kembali melaksanakan kegiatan, simposium nasional pembelajaran sejarah III, Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), dalam konsep ketahanan budaya , publikasi dan sumber belajar pada era millenial bertempat di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (4/11/2021).

Kepala dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Drs Riza Fahlevi MM berharap agar AGSI Indonesia ini menjadi panutan dan profesional. Agar menjadi contoh bagi murid dan mahasiswa.

“Kita berikan apresiasi mengenai kegiatan ini, dihadiri langsung oleh sejarahwan dan tokoh sejarah lainnya. Saya berharap agar sejarah merupakan bagian dari sebuah pendidikan,” harapnya.

Ia berharap agar ASGI selalu sinergi dengan pemerintah. Memiliki integritas, tetap eksis,
Inovatif dan introspeksi jika ada kesalahan. Serta terus gali potensi yang ada. Melaksanakan dengan aksi semua program-program di ASGI.

“Tentu saya berharap agar semuanya teradminitrasi dengan baik. Percuma jadinya jika tidak tersimpan dengan baik setiap kegiatan dan penelitian yang sejauh ini dilaksanakan,” tandasnya.

Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (ASGI), Sumardiansyah Perdana Kusuma mengatakan, simposium ini merupakan yang ketiga kalinya kita mengadakan simposium secara Nasional. “Pertama kita laksanakan di Jogjakarta kedua di Surabaya dan sekarang di Palembang. Tema kita juga berbeda-beda kali ini tema kita sejarah dalam konsep pembelajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pada hari pertama ini akan dibahas beberapa hal terkait sejarah baik yang ada di Palembang maupun di daerah lainnya. Kemudian pada hari kedua peserta akan secara langsung mengunjungi beberapa situs secara. Jadi selama ini dilihat dan didengar melalui berbagai sumber. Sekarang para peserta dari berbagai daerah bisa langsung belajar dan memahami beberapa peninggalan sejarah. Nantinya bisa dibuatkan dalam bentuk video dan naskah. Sehingga bisa digunakan sebagai bahan ajar kepada murid di sekolah nanti.

“Dengan kegiatan ini diharapkan akan lebih memperkaya pengetahuan akan sebuah sejarah itu sendiri,” katanya.

Misalnya sambung dia, seperti situs bukit Siguntang, akan tampak kecil jika dilihat semata hanya untuk Palembang saja. Tapi jika ditelusuri lebih jauh bahwa bangsa Palembang berasal dari berbagai suku bangsa di berbagai bagian timur Bumi ini. Jadi pada dasarnya tidak ada suatu suku yang benar-benar lahir secara pribumi. Pasti suku tersebut berasal dari daerah yang ada peradaban.

“Nilai dari sebuah sejarah haruslah di lihat dalam Kecamatan yang cukup luas. Sehingga dengan sejarah dapat mempersatukan kita. Bukankah kita berasal dari satu keluarga saja,” bebernya.

Sementara itu Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo Fauwaz Diraja mengatakan, dirinya sangat bersyukur dan patut bangga. Bahwa di Palembang dilaksanakan kegiatan tersebut. Dari semua penjuru Nusantara hadir pada kesempatan tersebut baik dari Papua, Kalimatan dan lainnya.

Secara tidak langsung ini menciptakan nilai silaturahmi di masyarakat semakin kuat terutama bagi tokoh sejarah dan guru sejarah di Indonesia.

Sekarang ini di lingkungan ini nilai sejarah sudah bergeser. Kegiatan sejarah juga sudah berubah. Dewasa ini banyak anak muda yang menggandrungi tiktok. Kegiatan menonton drama Korea. Tanpa tahu dan mau mengingat nilai dan sejarah yang ada di wilayahnya.

” Kita nemiliki nilai kearifan lokal yang harus kita pedomani. Kita perlu merealisasikan sejarah dalam kehidupan kita, bukan meniru budaya yang malah merusak nilai dari jadi diri bangsa Melayu sendiri,” jelas dia.

“Mengenai sejarah Palembang sendiri yang saat ini sudah mulai hilang dan dilupakan. Dirinya mengaku akan merangkum kembali cerita dan menceritakannya dalam bentuk visual dan pdf,” pungkasnya.

Tags: AGSI IndonesiaNilai dari sebuah sejarahsejarah dalam konsep pembelajaran
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sinergi  Bersama BPK, Pemprov Sumsel Komitmen Berantas Korupsi

Next Post

Harga Emas di Pegadaian Terpantau Melemah

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Bandung Dorong Koperasi jadi Penggerak Pemerataan

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan

Perkuat Keandalan Operasi di Era Digital, Kilang Plaju Tingkatkan Kompetensi Pekerja

Borong 5 Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia

Polsri Gelar Ujian Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri 2026, Diikuti 2.362 Peserta

Bawa Segudang Prestasi, Ria Wilastri Siap Wujudkan Inovasi Pendidikan di SMAN 5 Palembang

Dilantik Jadi Kepala SMA Negeri 17 Palembang, Rozali Siap Jalankan Amanah Baru

NasDem Sumsel Luruskan Status Edison: Bukan Kader, Murni Birokrat yang Diusung Bersama PDIP dan Golkar

Berita Populer

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga
Reporter YN
31 Mei 2026

LAHAT,LamanQu.Com-Di balik gagah pakaian dinas Wakil Gubernur Sumatera Selatan, sosok Cik Ujang kembali menampakkan kesederhanaannya saat pulang ke kampung halaman....

Read more

Ayu Nur Suri: Keselamatan Publik Harus Jadi Prioritas Utama Setiap Aktivitas Usaha

Ayu Nur Suri: Keselamatan Publik Harus Jadi Prioritas Utama Setiap Aktivitas Usaha
Reporter YN
1 Juni 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Ayu Nur Suri, SE., MM,...

Read more

Sebanyak 22 Warga Binaan di Lapas dan Rutan Sumsel Dapat Remisi Khusus Waisak 2026

Sebanyak 22 Warga Binaan di Lapas dan Rutan Sumsel Dapat Remisi Khusus Waisak 2026
Reporter YN
31 Mei 2026

Palembang,LamanQu.Com-Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak Tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan memberikan Remisi Khusus (RK)...

Read more

Pemuda ICMI Sumsel Sembelih 1 Sapi dan 2 Kambing, Daging Kurban Dibagikan ke Masyarakat

Pemuda ICMI Sumsel Sembelih 1 Sapi dan 2 Kambing, Daging Kurban Dibagikan ke Masyarakat
Reporter YN
29 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Idul Adha 1447 H / 2026 Ini di rayakan Dengan suka cita oleh masyarakat luas. Dalam momentum Idul Adha...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In