• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, September 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Berharap ASGI Indonesia Lebih Profesional

Reporter Editor Sumsel
4 November 2021
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Berharap ASGI Indonesia Lebih Profesional

Ket: Pelaksanaan ASGI Gelar Simposium ke-tiga di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (4/11/2021).

Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (ASGI) kembali melaksanakan kegiatan, simposium nasional pembelajaran sejarah III, Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), dalam konsep ketahanan budaya , publikasi dan sumber belajar pada era millenial bertempat di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (4/11/2021).

Kepala dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Drs Riza Fahlevi MM berharap agar AGSI Indonesia ini menjadi panutan dan profesional. Agar menjadi contoh bagi murid dan mahasiswa.

“Kita berikan apresiasi mengenai kegiatan ini, dihadiri langsung oleh sejarahwan dan tokoh sejarah lainnya. Saya berharap agar sejarah merupakan bagian dari sebuah pendidikan,” harapnya.

Ia berharap agar ASGI selalu sinergi dengan pemerintah. Memiliki integritas, tetap eksis,
Inovatif dan introspeksi jika ada kesalahan. Serta terus gali potensi yang ada. Melaksanakan dengan aksi semua program-program di ASGI.

“Tentu saya berharap agar semuanya teradminitrasi dengan baik. Percuma jadinya jika tidak tersimpan dengan baik setiap kegiatan dan penelitian yang sejauh ini dilaksanakan,” tandasnya.

Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (ASGI), Sumardiansyah Perdana Kusuma mengatakan, simposium ini merupakan yang ketiga kalinya kita mengadakan simposium secara Nasional. “Pertama kita laksanakan di Jogjakarta kedua di Surabaya dan sekarang di Palembang. Tema kita juga berbeda-beda kali ini tema kita sejarah dalam konsep pembelajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pada hari pertama ini akan dibahas beberapa hal terkait sejarah baik yang ada di Palembang maupun di daerah lainnya. Kemudian pada hari kedua peserta akan secara langsung mengunjungi beberapa situs secara. Jadi selama ini dilihat dan didengar melalui berbagai sumber. Sekarang para peserta dari berbagai daerah bisa langsung belajar dan memahami beberapa peninggalan sejarah. Nantinya bisa dibuatkan dalam bentuk video dan naskah. Sehingga bisa digunakan sebagai bahan ajar kepada murid di sekolah nanti.

“Dengan kegiatan ini diharapkan akan lebih memperkaya pengetahuan akan sebuah sejarah itu sendiri,” katanya.

Misalnya sambung dia, seperti situs bukit Siguntang, akan tampak kecil jika dilihat semata hanya untuk Palembang saja. Tapi jika ditelusuri lebih jauh bahwa bangsa Palembang berasal dari berbagai suku bangsa di berbagai bagian timur Bumi ini. Jadi pada dasarnya tidak ada suatu suku yang benar-benar lahir secara pribumi. Pasti suku tersebut berasal dari daerah yang ada peradaban.

“Nilai dari sebuah sejarah haruslah di lihat dalam Kecamatan yang cukup luas. Sehingga dengan sejarah dapat mempersatukan kita. Bukankah kita berasal dari satu keluarga saja,” bebernya.

Sementara itu Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo Fauwaz Diraja mengatakan, dirinya sangat bersyukur dan patut bangga. Bahwa di Palembang dilaksanakan kegiatan tersebut. Dari semua penjuru Nusantara hadir pada kesempatan tersebut baik dari Papua, Kalimatan dan lainnya.

Secara tidak langsung ini menciptakan nilai silaturahmi di masyarakat semakin kuat terutama bagi tokoh sejarah dan guru sejarah di Indonesia.

Sekarang ini di lingkungan ini nilai sejarah sudah bergeser. Kegiatan sejarah juga sudah berubah. Dewasa ini banyak anak muda yang menggandrungi tiktok. Kegiatan menonton drama Korea. Tanpa tahu dan mau mengingat nilai dan sejarah yang ada di wilayahnya.

” Kita nemiliki nilai kearifan lokal yang harus kita pedomani. Kita perlu merealisasikan sejarah dalam kehidupan kita, bukan meniru budaya yang malah merusak nilai dari jadi diri bangsa Melayu sendiri,” jelas dia.

“Mengenai sejarah Palembang sendiri yang saat ini sudah mulai hilang dan dilupakan. Dirinya mengaku akan merangkum kembali cerita dan menceritakannya dalam bentuk visual dan pdf,” pungkasnya.

Tags: AGSI IndonesiaNilai dari sebuah sejarahsejarah dalam konsep pembelajaran
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sinergi  Bersama BPK, Pemprov Sumsel Komitmen Berantas Korupsi

Next Post

Harga Emas di Pegadaian Terpantau Melemah

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

FKS Sumsel Satukan Persepsi Komite dan Sekolah, Cegah Multitafsir Pengelolaan Anggaran

Pemprov Sumsel Percepat Pengembangan 3.258 Koperasi Desa Merah Putih

Bantuan Presiden untuk Karhutla Cair, Pemprov Sumsel Tekankan Kecepatan dan Akuntabilitas

Kapal Tongkang OCEANIC 238 Dilelang Negara, PT TJM Tegaskan Bukan Penggelapan

Ini Bentuk Sinergi Bersama Untuk Dukung GSMP, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Irza Prasetya Minta JPU Sigit Subiantoro Nyatakan Banding Atas Vonis 6 Bulan Penjara Untuk Junaidi alias Ajun

Berbagai Program Kerja HPJI Sumsel Akan Dilaksanakan, Berikut Disampaikan Ketua

KPID Sumsel Periode 2026-2029 Resmi Dilantik, Diminta Hadapi Era Informasi Digital

Lantik 18 PAC PDI Perjuangan Palembang, Ayu Nur Suri: Jangan Hanya Jadi Struktur, Harus Bergerak Bersama Rakyat

Berita Populer

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Reporter YN
26 Agustus 2026

Jembrana,LamanQu.Com-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan _groundbreaking_...

Read more

PLN SustainAction 2026 Kembali Hadir, Buka Kesempatan bagi Inovasi Berkelanjutan

PLN SustainAction 2026 Kembali Hadir, Buka Kesempatan bagi Inovasi Berkelanjutan
Reporter YN
26 Agustus 2026

Jakarta,LamanQu.Com-PT PLN (Persero) kembali menggelar PLN SustainAction 2026 dan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pembangunan...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In