• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Maret 29, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Serba Serbi Discovery

Penemuan Topeng Emas Kuno Berusia 1000 Tahun Di Peru

Reporter Editor Sumsel
30 Oktober 2021
penemuan topeng emas, topeng emas kuno, penemuan berusia 1000 tahun, teknik spektroskopi inframerah
Bagikan ke Whatsapp

lamanqu.com – Sebuah penelitian menemukan sebuah topeng emas kuno berusia seribu tahun yang ditemukan di Peru dicat menggunakan darah manusia.

Arkeolog dengan Proyek Arkeologi Sicán menemukan topeng tersebut pada awal 1990-an saat menggali makam kuno di Peru.

Makam yang berasal dari tahun 1.000 masehi itu diklaim milik seorang pria elit paruh baya dari budaya Sicán kuno, yang mendiami pantai utara Peru dari abad kesembilan hingga ke-14.

Kerangka yang juga dicat merah itu ditemukan dalam posisi duduk dan terpisah dari kepalanya di tengah makam persegi sedalam 12 meter yang dikenal sebagai Makam Timur gundukan kuil Huaca Loro.

Kepala yang sengaja dicopot dari kerangkanya, diletakkan menghadap ke atas dan ditutup dengan topeng bercat merah yang dilengkapi dengan anting-anting dekoratif besar dan mata manik-manik yang menonjol.

Di dalam makam, para arkeolog menemukan 1,2 ton artefak dan kerangka empat orang lainnya: dua wanita muda diatur dalam posisi bidan dan seorang wanita melahirkan, serta dua anak berjongkok diatur pada tingkat yang lebih tinggi.

Pada saat penggalian, para ilmuwan mengidentifikasi pigmen merah pada topeng sebagai cinnabar, mineral merah terang yang terbuat dari merkuri dan belerang.

Meski terkubur jauh di bawah tanah selama seribu tahun, entah bagaimana cat merah yang lapisannya setebal 0,04 hingga 0,08 inci berhasil tetap menempel pada topeng.

“Identitas bahan pengikat, yang sangat efektif dalam cat merah, tetap menjadi misteri,” tulis para peneliti.

Menurut penelitian yang telah dipublikasikan pada 28 September di American Chemical Society’s Journal of Proteome Research, para peneliti menganalisis sampel kecil cat merah.

Pertama, dengan teknik spektroskopi inframerah yang menggunakan cahaya inframerah untuk mengidentifikasi komponen bahan, mereka menemukan bahwa ada protein dalam cat merah.

Mereka kemudian menggunakan spektrometri massa, sebuah metode yang dapat menyortir ion yang berbeda dalam bahan berdasarkan muatan dan massanya, untuk mengidentifikasi protein spesifik.

Para peneliti menemukan bahwa cat merah itu mengandung enam protein yang ditemukan dalam darah manusia.

“Menariknya, di antara protein yang tersisa, enam ditemukan dalam darah manusia,” tulis para peneliti dalam penelitian tersebut, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (28/10/2021).

Selain itu, cat tersebut juga mengandung protein yang berasal dari putih telur. Protein sangat terdegradasi, jadi tidak jelas dari spesies burung apa telur itu berasal, tetapi para peneliti berhipotesis bahwa itu mungkin bebek Muscovy (Cairina moschata).

“Cat berbasis Cinnabar biasanya digunakan dalam konteks elit sosial dan barang-barang ritual penting,” tulis para penulis.

Cinnabar dibatasi untuk penggunaan elit, sementara non-elit menggunakan jenis cat berbasis oker lain untuk objek lukisan.

Dilansir dari Live Science, para arkeolog sebelumnya telah berhipotesis bahwa susunan kerangka mewakili “kelahiran kembali” yang diinginkan dari pemimpin Sicán yang telah meninggal.

Agar kelahiran kembali yang “diinginkan” ini terjadi, orang pada zaman itu mungkin telah melapisi seluruh kerangka dengan cat yang berasal dari darah manusia.

Sebuah analisis baru-baru ini menemukan bahwa Sicán mengorbankan manusia dengan memotong leher dan dada bagian atas untuk memaksimalkan pendarahan.

“Dari sudut pandang arkeologi, penggunaan darah manusia dalam cat tidak akan mengejutkan,” tulis para peneliti.

 

Tags: Cat berbasis Cinnabardicat menggunakan darah manusiateknik spektroskopi inframerahtopeng emas kuno
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketua KPK Kaji Hukuman Mati Koruptor

Next Post

Peringati HDKD, Menkumham Ajak ASN Kemenkumham Wujudkan Nilai Semakin PASTI

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

DUA HARI “HILANG”, TERSANGKA NARKOBA DI PALEMBANG DIDUGA DIANIAYA OKNUM POLISI, PROPAM TURUN TANGAN

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar

Kapolda Sumsel Gelar Coffee Morning, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Profesionalisme Jajaran

Kapolda Sumsel Instruksikan Pemetaan Kompetensi Personel untuk Tingkatkan Kinerja Satker

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP

Berita Populer

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Reporter YN
25 Maret 2026

OKU SELATAN. Lamanqu. Com Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan...

Read more

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP
Reporter YN
23 Maret 2026

Palembang. Lamanqu. Com Halal bi halal alumni Universitas Muhammadiyah Palembang digelar di kediaman Firdaus Hasbullah, Senin (23/3/2026). Kegiatan ini mengusung...

Read more

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan
Reporter YN
24 Maret 2026

PALEMBANG. Lamanqu. Com Subsatgas Intelijen Operasi Ketupat Musi 2026 Polda Sumatera Selatan melaksanakan deteksi dan monitoring di lebih dari 80...

Read more

Bata dan Bakti Prajurit, Dari Lumpur ke Martabat, MCK Itu Menjadi Titik Balik di Somagede

Desa Somagede
Reporter UMR
28 Februari 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/02/2026), merekah perlahan. Embun masih setia di ujung...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In