• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, Maret 30, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Ekobis

Harga Emas Perlahan Mulai Bersinar

Reporter Editor Sumsel
9 April 2021
Harga Emas Perlahan Mulai Bersinar
Bagikan ke Whatsapp

lamanqu.com – Harga emas dunia kembali menguat ditengah pernyataan bank sentral AS terkait potensi inflasi. Sejumlah sentimen yang ada berpotensi mengerek harga emas ke level yang lebih tinggi.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (8/4/2021), harga emas di pasar Spot sempat naik hingga 0,34 persen ke level US$1.743,58 per troy ounce. Sedangkan, harga emas Comex juga sempat menguat hingga 0,11 persen ke posisi US$1.743,50 per troy ounce.

Adapun, harga logam mulia ini telah terkoreksi lebih dari 8 persen sepanjang tahun 2021 ditengah prospek positif pemulihan ekonomi dunia.

Penguatan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury juga semakin menekan pergerakan harga emas. Turunnya minat terhadap emas terlihat dari banyaknya investor yang melepas exchange traded funds (ETF) berbasis emas.

Data dari SPDR Gold Trust menyebutkan, tingkat kepemilikan ETF emasnya turun 0,35 ton ke posisi 1.029,69 ton hingga Rabu (7/4/2021).

Hasil pertemuan bank sentral AS, The Fed pada 16–17 Maret yang dirilis pada Rabu kemarin waktu AS menunjukkan sikap The Fed yang masih waspada dan memerlukan lebih banyak kemajuan sebelum menghentikan program pembelian obligasinya.

Selain itu, The Fed juga menyatakan potensi kenaikan inflasi hanya akan terjadi sementara. Adapun, kenaikan inflasi dapat menjadi katalis positif bagi penguatan harga emas.

Pelaku pasar juga akan memantau pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell, dalam diskusi panel terkait perekonomian global pada Kamis waktu setempat.Business Development Manager Guardian Gold di Sydney, John Feeney mengatakan The Fed kemungkinan akan tetap mempertahankan kebijakan akomodatifnya dalam beberapa waktu.

Hal ini diprediksi akan tetap berlanjut apabila nantinya inflasi AS mengalami kenaikan.

“Kunci utama untuk harga emas adalah seberapa besar tingkat inflasi melewati level yang diinginkan dan efeknya terhadap imbal hasil obligasi AS (US Treasury),” jelasnya dikutip dari Bloomberg.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan, penguatan emas saat ini ditopang oleh melemahnya indeks dolar AS. Menurutnya, kenaikan emas saat ini bersifat terbatas. Hal tersebut disebabkan oleh pernyataan The Fed yang menganggap kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi yang dinilai bersifat sementara.

Kendati demikian, Ibrahim meyakini peluang penguatan harga emas hingga akhir tahun masih terbuka. Hal tersebut didukung oleh prospek munculnya stimulus tambahan dari negara-negara Eropa.Ia memaparkan, penyebaran virus corona membuat sejumlah negara di Eropa masih memberlakukan kebijakan lockdown yang akan menghambat pemulihan ekonomi di wilayah itu. Guna memulihkan perekonomian tersebut, negara-negara di Eropa akan mengeluarkan paket-paket stimulus.

“Prospek stimulus besar-besaran ini berimbas pada kenaikan inflasi, yang akan menjadi katalis positif untuk harga emas,” jelas Ibrahim saat dihubungi pada Kamis (8/4/2021).Ibrahim memprediksi, harga emas dapat akan bergerak di kisaran ke level US$1.600 per troy ounce hingga US$1.800 per troy ounce hingga semester I/2021.

Sementara itu, hingga akhir tahun batas atas harga emas diprediksi pada level US$1.950 per troy ounce.Secara terpisah, Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menyebutkan, penguatan harga emas disebabkan oleh optimisme pasar yang memicu koreksi dolar AS. Menurutnya, saat ini isu kenaikan inflasi sedang mereda seiring dengan munculnya pernyataan dari The Fed.

Meski tengah menguat, Wahyu mengatakan posisi harga emas saat ini belum aman. Pasalnya, kondisi fundamental aset ini secara umum belum berubah.Selain itu, secara teknikal, pergerakan harga emas juga belum terlalu signifikan. Hal tersebut karena emas masih tidak dapat menembus level US$1.770 per troy ounce.“Emas membutuhkan isu atau sentimen baru selain imbal hasil obligasi AS untuk bergerak lebih lanjut,” paparnya.

Untuk itu, Wahyu memprediksi harga emas akan bergerak pada rentang US$1.700 hingga US$1.770 per troy ounce dalam jangka pendek.Sementara, dalam jangka menengah, kisaran harga emas berada di level US$1.600 sampai US$1.800 per troy ounce.

Chief Market Analyst AvaTrade, Naeem Aslam dalam risetnya menyebutkan, koreksi harga emas yang terjadi selama beberapa pekan belakangan kemungkinan hanya bersifat sementara. Hal tersebut dapat terjadi apabila investor mengkhawatirkan keberlanjutan penguatan pasar saham.

Aslam memaparkan, sejauh ini pasar mempercayai bahwa sejumlah sentimen positif yang mendorong kenaikan pasar saham telah diperhitungkan atau priced-in. Sentimen ini memunculkan kesempatan bagi para investor untuk menghentikan aksi beli dari saham dalam beberapa waktu.

“Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi saat ini memang nyata, dan katalis ini dapat menjadi momentum untuk pergerakan harga emas,” jelasnya.Sementara itu, laporan dari TD Securities menyebutkan, harga emas kesulitan menjaga pergerakan uptrendnya seperti pada masa pandemi virus corona.

Hal ini terjadi ditengah turunnya inflow dana yang masuk ke aset ini.“Emas masih berpotensi mendapat katalis positif dari kenaikan minat bank sentral untuk membelinya,” demikian kutipan laporan tersebut.

Adapun, Hungaria telah meningkatkan jumlah cadangan emasnya sebanyak tiga kali lipat. Data dari Bank Sentral Hungaria mencatat, tingkat kepemilikan emas hingga akhir Maret lalu mencapai 94,5 ton.Laporan dari World Gold Council menyebutkan, pada Februari 2021 bank sentral dunia saat ini menjadi net buyer terbesar. Angka pembelian terbesar dicatatkan oleh bank sentral India dengan 11,2 juta ton.

“Secara bulanan, pembelian yang dilakukan Hungaria adalah yang terbesar sejak Polandia memborong 94,9 ton emas pada Juni 2019 lalu,” demikian kutipan dari World Gold Council.Selama 1 dekade terakhir, bank sentral menjadi pendukung kenaikan harga emas. Namun, pada kuartal III/2020 lalu, posisi bank sentral berbalik menjadi net seller seiring reli harga memicu aksi profit taking.Krishan Gopaul, Market Intelligence Manager at the World Gold Council mengatakan, bank sentral akan tetap menjadi net buyer emas sepanjang 2021. Tingkat permintaan dari institusi ini akan tetap stabil.

Tags: exchange traded fundsharga emas duniapotensi kenaikan inflasi
ADVERTISEMENT
Previous Post

IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Next Post

Wahyu Sanjaya Ingatkan Pentingnya Empat Pilar Berbangsa

Editor Sumsel

Info Terkait

harga emas berhasil bangkit, harga emas dunia

Harga Emas Anjlok Pagi Ini

18 Oktober 2021
Harga Emas Dunia

Harga Emas Dunia Alami Penurunan

26 September 2021
Tiga Hari Beruntun Harga Emas Antam Melesat Tajam

Tiga Hari Beruntun Harga Emas Antam Melesat Tajam

21 Januari 2021

Berita Terbaru

DUA HARI “HILANG”, TERSANGKA NARKOBA DI PALEMBANG DIDUGA DIANIAYA OKNUM POLISI, PROPAM TURUN TANGAN

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar

Kapolda Sumsel Gelar Coffee Morning, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Profesionalisme Jajaran

Kapolda Sumsel Instruksikan Pemetaan Kompetensi Personel untuk Tingkatkan Kinerja Satker

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP

Berita Populer

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Reporter YN
25 Maret 2026

OKU SELATAN. Lamanqu. Com Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan...

Read more

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP

Firdaus Hasbullah : Halal Bi Halal Jadi Momentum Perkuat Sinergi Alumni UMP
Reporter YN
23 Maret 2026

Palembang. Lamanqu. Com Halal bi halal alumni Universitas Muhammadiyah Palembang digelar di kediaman Firdaus Hasbullah, Senin (23/3/2026). Kegiatan ini mengusung...

Read more

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan

Polda Sumsel Monitoring 80 Lebih Objek Wisata Lebaran, Antisipasi Kemacetan dan Kejahatan
Reporter YN
24 Maret 2026

PALEMBANG. Lamanqu. Com Subsatgas Intelijen Operasi Ketupat Musi 2026 Polda Sumatera Selatan melaksanakan deteksi dan monitoring di lebih dari 80...

Read more

Bata dan Bakti Prajurit, Dari Lumpur ke Martabat, MCK Itu Menjadi Titik Balik di Somagede

Desa Somagede
Reporter UMR
28 Februari 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/02/2026), merekah perlahan. Embun masih setia di ujung...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In