• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Juni 19, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Manfaatkan Cagar Budaya Untuk Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Lestarikan Kearifan Lokal

Reporter Editor Sumsel
11 Februari 2021
Jantung Pusat Kota Palembang, merevitalisasi bangunan bersejarah, Menggali Potensi Kearipan Lokal
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan Universitas Terbuka (UT) Palembang menggelar webinar: Menggali Potensi Kearipan Lokal dan Penyelamatan Cagar Budaya Menuju Indonesia Maju Tahun 2045, Kamis (11/2/2021). Secara offline acara dilaksanakan di kampus UT Palembang.

Acara dibuka oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru di Wakili Asisten I Bidang Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Edward Chandra, M.H . Selain itu sebelum acara dimulai dilakukan MOU antara UT Palembang dan Forwida. Acara dipandu oleh Dr L.R Retno Susanti Mhum.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama Raden Muhammad (RM) Fauwaz Diradja SH MKn saat berbicara sebagai narasumber melihat upaya merevitalisasi bangunan bersejarah yang berada di jantung pusat Kota Palembang itu bakal mampu mendongkrak (PAD), baik dari sektor kunjungan pariwisata, penjualan hasil cendera mata kebudayaan, kuliner. Termasuk meningkatkan kesejahteraan pecinta budaya di Palembang.

“Terlebih, sebagai akibat pelestarian warisan budaya di Palembang yang salah satunya BKB antara lain terbentuk karakter masyarakat yang baik dan berdaya guna serta mencintai dan melestarikan budaya, timbul rasa cinta tanah air dan bela negara, karena meyakini bahwa sebagai generasi sekarang harus meneruskan perjuangan leluhunya yang selalu berjuang dalam membela kepentingan negara. Serta terawatnya benda-benda peninggalan leluhur dan memahami arti peninggalan leluhur yang akan bermanfaat bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan tetap melestarikan kearifan lokal,” kata SMB IV.

Selain BKB urai SMB IV yang kesehariannya berprofesi sebagai notaris ini, warisan budaya lainnya yang punya wujud fisik atau tangible antara lain Masjid Agung, Bukit Seguntang, Rumah Limas, Prasasti-prasasti seperti Talang Tuo, Telaga Batu Kedukan Bukit, Makam-Makam dan ukiran kayu Palembang.

“Sementara warisan budaya yang tidak berbentuk, non material atau intangible di antaranya Bahasa Palembang, syair, pembuatan songket, upacara tradisi, seni tari dan tulisan Arab Melayu. Warisan-warisan budaya ini juga perlu kita lestarikan, dengan menghidupkan budaya tulis dan baca Arab Melayu sebagai simbol Melayu Palembang, atau juga menjadikan Bahasa Palembang muatan lokal di Kota Palembang,” katanya.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr Restu Gunawan Mhum mengatakan, kedepan perlu ada perubahan paradigma kebudayaan yaitu kebudayaan adalah investasi, kebudayaan adalah kesenian dan kesenian bagian dari kebudayaan , kebudayaan adalah masa lalu, masa kini dan masa depan dan offensif menyerang.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi mengajak untuk bersama-sama memajukan kebudayaan mulai melakukan perlindungan , memanfaatan hingga pengembangan menjadi aset yang berharga dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dr Dadang Hikmah Purnama MHum selaku Ketua Program Studi S2 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri),mengatakan, dalam pengembangan kearipan lokal dalam pembangunan berkelanjutan perlu adanya pembangunan yang partisipatif, universal, emansipatif, dan menjaga keharmonisan lingkungan-sosial-ekonomi, dinamis dan fleksibel dengan situasi global.

“Setiap daerah memiliki kesempatan untuk dapat membangun menurut karakteristik lingkungan-sosial-ekonomi dalam ruang kultural masing-masing,” katanya.

Sinergi kearifan lokal dan nilai-nilai modernisasi yang mendorong kepada pembangunan berkelanjutan dengan saling menghormati dan saling mengakui.

Nilai-nilai kearifan lokal dijadikan motor penggerak pembangunan berkelanjutan melalui reaktualisasi, revitalisasi, dan transformasi budaya.

Dikotomi antara tradisional dan modern sehingga terjadi hubungan yang dominatif dan proses penjinakan.

“Tradisi lebih dilihat sebagai masalah untuk dipecahkan dan Dekontekstualisasi nilai-nilai kearifan lokal ,” katanya.

Nara sumber lain, Dr Shine Pintor Siolemba Patiro ST MM, Dosen Fakultas Ekonomi UT Palembang mengatakan, pedoman pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang diadaptasi dari Chuaybamrung (2011) adalah menganalisis informasi dasar dalam konteks lokal seperti penduduk, pekerjaan, pendapatan, pendidikan, menganalisis komunitas dan masyarakat di daerah yang akan dikembangkan dengan evaluasi berdasarkan :

(1) Unit sosial: menganalisis masyarakat dan status serta peran masing-masing komponen. (2) Kelembagaan atau organisasi kemasyarakatan : menganalisis lembaga atau organisasi kemasyarakatan di daerah itu beserta potensi yang dimiliki setiap organisasi Lalu menganalisis kearifan / sumberdaya lokal dan situasinya di kawasan yang akan dikembangkan untuk melihat kearifan / sumberdaya lokal yang tersedia dan situasinya, menganalisis masalah dan potensi daerah untuk melihat kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman untuk memahami daerah yang bermasalah dan potensi daerah tersebut untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dan menganalisis peluang pengembangan kawasan yang akan dikembangkan untuk melihat peluang yang tersedia untuk pengembangan, kearifan / sumber daya lokal yang harus dikembangkan dan teknik yang harus digunakan untuk pembangunan yang akan datang.

Ketua Panitia Rodi Herawan SE MM tujuan webinar ini ingin membangkitkan kearipan lokal yang ada di Sumsel.

“Dengan tema tersebut , peserta yang sudah terdaftar terakhir 782 yang teregistrasi dan akan ada penambahan dari siaran langsung Youtube baik dari Belanda, Malaysia , Brunai Darussalam dan Singapura,” katanya.

Direktur UT Palembang Dr Meita Istianda SIP Msi kebanggaan UT Palembang menjadi bagian dari Forum Pariwisata dan Budaya Sumatera Selatan, karena forum ini yang berisi berbagai unsur dari akademisi , berbagai praktisi yang konsen kepada kebudayaan, arkeolog, antropolog, sejarawan, Ketua Dewan Pembina Adat, stekholder daerah, memperlihatkan persepsi yang sama yang ingin menempatkan kearipan lokal yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia sebagai bagian pembentukan karakter itu sendiri.

“UT sangat terbuka sekali dalam melakukan penelitian-penelitian, pengabdian-pengabdian masyarakat dalam konteks kearipan lokal dan pemeliharaan cagar budaya,” katanya sembari menyatakan menyambut acara ini dengan antusias dan berterima kasih kepada semua pihak.

Ketua Umum Forwida Sumsel Dr Ir Diah Kusuma Pratiwi MT berharap dengan webinar ini , masyarakat terutama anak-anak muda mulai memperhatikan dan bangga akan kearipan lokal dan bangsa sebagai bangsa Indonesia yang luhur.

“Karena itu peninggalan sejarah cagar budaya harus di jaga dengan baik, walaupun masih banyak benda dan tempat bersejarah belum ditetapkan sebagai cagar budayasedangkan yang sudah ditetapkan cagar budaya memerlukan perhatian kita semua agar tidak rusak,” pungkasnya .

Tags: Jantung Pusat Kota PalembangMenggali Potensi Kearipan Lokalmerevitalisasi bangunan bersejarah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rayakan Imlek, Wihara Dharmakirti Palembang Terapkan Prokotol Kesehatan

Next Post

Temui Fitri, Dua Bocah Penderita Thalassemia Minta Diboyong ke RS

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Perangkat Desa Cihanjuang Bermain Agresif Masuk 4 Tim Terbaik Semi Final Futsal Kapolsek Cisarua Cup

Fire Fun Learning with Fire Brigade Kilang Plaju, Tanamkan Kesadaran Keselamatan Sedari Dini

Kepala Rutan Kelas I Palembang Tinjau Pelatihan Barista, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif

Wagub Cik Ujang Hadiri Wisuda ke-80 dan Milad ke-47 UMP, Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul dan Berdaya Saing

Wagub Cik Ujang Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Perubahan di Gebyar Muharam 1448 H dan Harlah Muslimat NU ke-80

Wagub Cik Ujang Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Sumsel Berpartisipasi Aktif

Wagub Cik Ujang Buka JAMDA IX Pramuka Sumsel 2026, Dorong Lahirnya Generasi Mandiri, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era Digital

Terima Audiensi Polsri, Herman Deru Dorong Sinkronisasi Pendidikan Vokasi dengan Potensi Sumsel

Dibawah Komando Bambang Ismawan ,Vian Ketua CS 08 Sumsel Yakin PT Bukit Asam Akan Jauh Lebih Baik

Berita Populer

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020
Reporter YN
9 Juni 2026

SEKAYU, MUBA, LamanQu. Com-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus bergerak cepat dalam memperluas penyerapan...

Read more

Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Bandung Dorong Koperasi jadi Penggerak Pemerataan

Koperasi
Reporter UMR
10 Juni 2026

Bandung, LamanQu.Com - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,76 persen pada triwulan pertama tahun 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya...

Read more

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan
Reporter YN
9 Juni 2026

PALEMBANG,LamanQu. Com- Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2029 akhirnya tuntas. Komisi I...

Read more

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga
Reporter YN
31 Mei 2026

LAHAT,LamanQu.Com-Di balik gagah pakaian dinas Wakil Gubernur Sumatera Selatan, sosok Cik Ujang kembali menampakkan kesederhanaannya saat pulang ke kampung halaman....

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In