• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Januari 11, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Pendidikan

Sumsel Minta Mapel Sejarah Dikembalikan Jadi Mapel Wajib wajib di SMA dan SMK

Reporter Editor Sumsel
3 November 2020
modul kurikulum, mata pelajaran wajib, pelajaran sejarah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Terkait adanya rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menempatkan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA, bahkan menghilangkannya di SMK.

Rencana perubahan pendidikan sejarah di SMA/SMK itu tertuang dalam draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tertanggal 25 Agustus 2020.

Maka Asosiasi Guru Sejarah Indonesia ( AGSI ) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar dengar pendapat dengan pihak berkaitan langsung terhadap mata pelajaran sejarah di Sumsel di Auditorium Museum Negeri Sumatera Selatan, Balaputra Dewa, Selasa (3/11/2020).

Turut hadir Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn , Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumatera Selatan Merry Hamraeny, S.Pd, M.M, Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan, Balaputra Dewa, H Chandra Amprayadi, Kepala Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumsel Budi Wiyana, tokoh pendidikan Susmel Mirza Fransuri, budayawan Susmel Vebri Al Lintani, sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji, Ersan Benyamin alias Ican, Ketua Komunitas Jeep Pariwisata Palembang (KJPP) , perwakilan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sumsel Dr Suherman SPd M Si dan guru-guru sejarah Sumsel yang tergabung dalam AGSI Sumsel , MGMP Sejarah Sumsel dan MGMP Sejarah Kabupaten / Kota .

Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumatera Selatan Merry Hamraeny, S.Pd, M.M mengatakan, setelah tim perumus berkerja dan memasukkan seluruh masukan peserta dengar pendapat maka pihaknya berkesimpulan bahwa Sumsel meminta atau mengusulkan agar mata pelajaran (Mapel) sejarah dikembalikan menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum bagi setiap jenjang baik SMA maupun SMK.

“Yang membedakan dengan provinsi lain , Sumatera Selatan ini menentukan jam, jadi kita tentukan permintaan kita ditentukan empat jam pelajaran perminggunya ,” katanya.

Dia menyatakan, pernyataan sikap ini akan dikirim sebelum tanggal 5 November 2020 via pos dan setelahnya akan dijadwalkan pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.

“Perantaranya Menteri dan ini disampaikan kepada Presiden langsung , jadi pernyataan sikap ini melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim nanti akan langsung ke presiden , itu 34 provinsi juga,” katanya.

Menurutnya draf kurikulum ini, menurutnya mulai disosialisasikan pada Desember 2020. Lalu akan dilaksanakan pada Maret 2021. Sementara pada 5 November nanti bakal keluar modul kurikulum tersebut.

“Jam pelajaran sejarah jumlah jamnya digantikan dengan mata pelajaran baru yaitu pengembangan karakter,” katanya.

Sedangkan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn menyesalkan rencana pemerintah mereduksi pelajaran sejarah di jenjang SMA, bahkan menghilangkannya di SMK. Sebab sejarah adalah identitas bangsa.

“Kita sangat menyayangkan kalau jam pelajaran sejarah kurang. Apalagi, pengetahuan anak didik tentang sejarah, utamanya sejarah lokal, masih sangat minim,” kata SMB IV.

Menurutnya, sejarah adalah aset berharga suatu daerah, yang tidak dimiliki daerah lainnya. Ia mencontohkan batu-batu peninggalan zaman megalitikum. “Itu hanya kita, Sumatera Selatan, yang punya. Daerah lain tidak. Benda-benda bersejarah ini juga yang menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.

Perwakilan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sumsel Dr Suherman SPd M Si mengatakan, upaya mengenyampingkan sejarah sudah terlihat jelas di tingkat perguruan tinggi. Buktinya, tidak ada program doktoral (S3) sejarah. Malah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Sejarah dihapuskan.

“Bagaimana menanamkan kecintaan sejarah kalau Dirjen Sejarah dihapus,” katanya.

Sedangkan tokoh pendidikan Sumsel Mirza Fransuri meminta agar mata pelajaran sejarah masuk dalam mata pelajar wajib dengan cara mengurangi mata pelajaran lain terutama mata pelajaran baru yang jumlah jamnya terlalu banyak.

“Jangan sampai mata pelajaran sejarah hilang, kalau itu tidak terpenuhi maka masukkan mata pelajaran sejarah dalam muatan lokal,” punkasnya. (Yanti)

Tags: Asosiasi Guru Sejarah Indonesiadraf sosialisasikurikulummata pelajaran wajibmodul kurikulum
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pangdam III/Siliwangi, Pecat Perwira TNI AD di Cimahi

Next Post

Pertandingan Antara Atalanta  vs Liverpool Di Penuhi Hat-Trick

Editor Sumsel

Info Terkait

Asosiasi Guru Sejarah Indonesia

Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Sumsel Periode 2024-2029 Dilantik, PLT Disdik Provinsi Sumsel Tekankan Pentingnya Belajar Sejarah

28 September 2024

Berita Terbaru

Terimakasih, Nisya: Sebuah Audit dari Balik Sanggul Palsu

Operasi Gaktiblin, Propam Sasar Anggota Polri

Perkuat Budaya Kerja Unggul, Kilang Pertamina Plaju Konsisten Bangun Mindset Keselamatan

Kejati Sumsel Selamatkan Keuangan Negara Rp 616 Milyar Dalam Perkara Dugaan Tipikor Fasilitas Pinjaman Kredit di Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT. BSS dan PT. SAL

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Bintang Sumsel Bersinar Nasional, Daeng Supriyanto Pimpin Urusan Umum KSMI

Marciano Norman Apresiasi Kegiatan KSMI, Arahkan Perbaikan Roda Organisasi untuk Keberlanjutan Sepak Bola Mini

Berita Populer

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

UIN Raden Fatah Palembang
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran...

Read more

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

HAB ke-80
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar kegiatan Bazar Kerukunan dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80...

Read more

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Toga Hitam Chairul S Matdiah
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk...

Read more

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Terorisme Global Washington
Reporter YN
4 Januari 2026

​Oleh: Ki Edi Susilo Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Palembang, LamanQu.Com - ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In