• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Oktober 15, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Napak Tilas Rentang 1998-2019, Sarjana Reformasi

Reporter Editor Sumsel
2 Oktober 2019
Napak Tilas Rentang 1998-2019, Sarjana Reformasi
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Soal sebutan UMP atau Universitas Muhammadyah Palembang dari zaman 98 kala itu era memasuki reformasi kampus di wilayah Plaju Palembang ini termasuk kampus vocal yang dalam artian banyak gerakan nya apalagi yang kala itu di Palembang tempat kuliah nya masih sedikit

lamanqu.com kali ini bincang dengan salah satu praktisi sekaligus saksi gerakan 98 yang sempat ngabdikan diri nya di UMP ini ya secara kebetulan diri nya juga ikut juga soal gerakan semasa masih mahasiswa walaupun cuman sekedar ikut ikutan candana nya.

Dia juga menuturkan di Kampus UMP itu banyak organisasi mahasiswa, misal nya soal pecinta alam, masing masing fakultas miliki pecinta Alam yang berbeda beda nama nya, kenang dia.

Memotivasi mahasiswa untuk cerdas berorganisasi bukan hanya cerdas secara akademis saja ada lah hal penting bagi nya untuk disampaikan. Bagi dia sandangan nama mahasiswa itu akademisi dan kritisi.

Kala itu dia sempat tercebur dalam gerakan mahasiswa, dia tidak sebutkan namanya.

Berkumpul nya para mahasiswa dengan pola kampanye gerakan yang dinamai Pijar waktu itu. Aktivis pijar ini keluar masuk dari satu kampus ke kampus lain nya dengan tujuan satu yaitu reformasi dia menirukan aktivis Pijar itu.

Palembang seputar atmo
Cara cara one get one, dia menjelaskan jika dapat satu orang mahasiswa untuk bergerak bersama dalam gerakan reformasi, baginya sudah lumayan dia beberkan.Dia lupa nama teman teman dari Pijar itu, ada nama nya Lusi sama Sofuan dan Ferdi entah dimana rimbah nya.

Ada lagi Adik satu tingkat kampusnya Kenny dan Hendra buat nama gerakan ‘Frabam’ (Front Aliansi Masyarakat Menggugat) dan untuk gerakan Mapala satu tingkat diatas nya ketua Mapala si gondrong Beni, jago orator dengan jejaring aktivis lingkungan kala itu. Dia sebut bernama lengkap Beni Herneidi.

Satu lagi sosok senior Novian Paiman, dia promtori anti races, ada gerakan yang sempat terbaca hari itu. Ketika hari belum menjelang tengah hari masa bergerak dari arah lapangan studio kamboja menuju perguruan methodist. Sempat menerima hujanan batu, secepat kilat almamter mahasiswa yang jadi benteng lumayan ampuh pukul mundur kerumunan itu.

Rasukan anti china bak virus waktu itu, mengutip sohib nya Welly Ardiansyah miliki falsafah kuat sewaktu dalam gerakan. Dia tuturkan juga idealisme sama sama sohibnya harus nikmati jam malam terpaksa jalan kaki Kiloan meter, kendaran umum lumpuh sepeda motor barang mewah bagi kelas mahasiswa yang untung untung masih bisa kuliah.

RRI kita duduki 5 tokoh agama di Sumsel sepakat sumsel anti rasis. Setelah sore nya gereja katholik seputaran atmo SMA Xaveirius 4 kita jadikan markas konkow dimotori Novian Paiman buat aksi Polda dan RRI.

Dahulu, lembaga yang kuat dengan kajian dan diskusi sekaligus markas gerakan mahasiswa membangun diskusi bersama dengan agenda kuat reformasi ada di LBH Palembang. Sederet nama nama itu masih jadi saksi, Ali khadapi dari Tridinanti, Dhabby K Gumara, Nurkolis, Yophy Bharata, Sulyaden, Lis Walhi, Eti Gustina, Jamaludin Aproni, bersama penulis seniman Anwar Putra Bayu sempat terimah intimidasi pasukan Brimob Polda Sumsel 21 tahun silam (maaf nama nya gak semua ketulis)

Pecah nya amarah mahasiswa kala itu jadi klimaks, teman satu gerakan Mahasiswa IBA yang dimotori Askolani, (alm) Meyer harus meregang nyawa berhadapan dengan preman berbaju Pemuda Panca Marga (PPM) saat aksi di depan Markas Kodam Ii Sriwijaya.

Masih terkenang pada praktisi ini, kata dia Mereka (mahasiswa) mengajak dengan potongan kalimat argumentatif salah satu nya, ” jika kita selesai kuliah apa ada jaminan kita kerja jika keadaan seperti ini terus?”.

Dahulu kumandang KKN itu sangat sentral bebernya.
Kroni pemerintah berkuasa, Korupsi Kolusi Nepotisme diksi ini kuat yang sering jadi bahasa sehari hari dalam gerakan waktu itu.

Jika dihitung dahulu 1998 sekarang 2019, rentang waktu cukup lama, lebih kurang 21 – 22 tahun berlalu. Dimana beda nya? Gerakan serupa tapi tak sama agenda nya.

Reformasi, tumpas KKN, turunkan Soeharto dan kronnya. Jika gerakan mahasiswa saat ini titik awalnya RUU katanya? Ada juga spekulasi lain? Waulahualam.

Yang pasti para aktivis 98 melihat gerakan mahasiswa 2019 ini, yang saat ini ada dalam posisi campur aduk.

Mungkin dalam posisi bernostalgia dengan senyum simpuh malu malu kah?

Atau senyum darah berkobar dengan gigi gigi gemertak lalu lunglai..hmm

Atau acuh dengan berucap sudah lah bukan urusan kalian ini sudah beda zaman nya?

Tahun 98 sudah berlalu, namun wartawan asing hingga saat ini pun masih pasih dengan underestimate Presiden kedua kita The Autoriterian – Militerism 35 years Presidents’ Soeharto.

Kala itu luapan kritis dan marah nya mahasiswa dalam gerakan reformasi ( Student Movement for reformation) gaya kepemimpinan, kroni, pemaksaan dengan militer, nah kini 2019 kritis nya mahasiswa dalam Aliansi BEM seluruh Indonesia ya karena RUU yang dituduh ” ngaco-arut” (ngawur).

Jika dahulu 98 yang didemo itu ya presiden nya, sekarang yang didemo DPR nya betul gak? Tolong dikoreksi jika saya salah, mengutip gaya gaya pemimpin rapat rapat elit politik.

Akhirnya gak ada yang perlu dikhawatirkan akan gerakan mahasiswa ini karena mereka murni terpelajar dengan segala proses nya baik itu di kampus di kelas dan di jalan. Apalagi mahasiswa UMP berjejer di pagar kampus nya bertulis 24 SKS kuliah di jalan.

Mereka (mahasiswa) yang salah satunya kampus asal kota Pelajar Jogja yang presiden BEM nya wong kito sang tersohor disapa Fathul. Lulusan SMA 17 kelas acelarasi ini pun sendiri mengakui pada ILC TVOne, mereka (mahasiswa) ditunggangi kepentingan rakyat.

Kedua, rentang waktu 21 hingga 22 tahun usia para sarjana diwisuda rata rata usia itu. Artinya sesuai harapan semua agar bangsa ini makin memasuki gelar kesarjanaan sejak awal reformasi hingga apa saja disebut era sekarang ini, ayo lah saling mendewasakan diri bersikap, negeri ini makin cerdas kok. Pola pola pembodohan itu makin kebaca, makin banyak orang pintar di negeri ini.

Ketiga, kita tetap mengambil pelajaran dari sebuah peristiwa baik itu peristiwa berfikir, berkhayal maupun peristiwa peristiwa kongrit yang terjadi. Tetaplah kita menganut bahwa Guru yang terbaik itu adalah Pengalaman itu sendiri, atau mengutip Albert Eisten ” Insanity is doing thing over and over again but result and expecting nothing”. So jika kita mau disebut Move On yang sesungguhnya ayo bangkit dan dari ambil pelajaran dari semua ini. (asj)

Tags: gerakan 98reformasi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak Ada Penambahan Anggaran Penanggulangan Karhutla

Next Post

Maher Zain Bakal Hibur Penggemar Di Palembang

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Cegah Limbah Industri, Dansatgas Citarum Harum Edukasi ke Pelaku Usaha

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Selamatkan Sungai, Atasi Genangan: Pemkot Palembang Perkuat Revitalisasi Anak Sungai

Indonesia, Paru-paru Dunia yang Terkena ISPA: Sebuah Paradoks

Kecam Dugaan Aksi Premanisme di Mapolda Sumsel, KAHMI Siapkan Tim Hukum Bela Aktivis Mahasiswa

VIRAL! DUA JURNALIS DIDUGA JADI KORBAN KEKERASAN SAAT LIPUTAN DEMO DI MAPOLDA SUMSEL, AWPI DESAK PELAKU DIUSUT TUNTAS!

Tokoh Masyarakat Sumsel Minta Transparansi Penanganan Karhutla dan Pengusutan Dugaan Kekerasan Saat Aksi Mahasiswa di Depan Polda Sumsel

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In