• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Hotspot Karhutla Sumsel Jadi Sorotan, BPBD Ungkap Tantangan Pengawasan dan Pencegahan

Reporter Editor Sumsel
3 November 2026
bencana karhutlah
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan. Forum Demokrasi Sriwijaya (FORDES) menilai karhutla bukan semata bencana alam yang datang setiap musim kemarau, melainkan cerminan kegagalan perencanaan, pengawasan, dan tata kelola pemerintah serta pelaku usaha.

Penilaian itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema *“Karhutla Sumsel: Bencana Alam atau Kegagalan Tata Kelola?”* dengan subtema *“Antara Gagal Paham dan Gagal Tindakan dalam Penanganan Karhutla yang Terus Berulang”*, Selasa (3/11/2026), di Lady Caffee Km 5, Jalan Srijaya, Palembang.

FGD menghadirkan mantan anggota DPR RI sekaligus mantan Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra; pakar hukum Sumsel, Prof. Dr. Hj. Qodariah, M.H.I.; serta Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori.

Industri Tak Perlu Dihentikan, Tata Kelolanya yang Harus Dibenahi

Direktur Eksekutif Foedes, Bagindo Togar BB, menegaskan karhutla seharusnya dapat dikelola apabila pemerintah memiliki perencanaan dan tata kelola yang baik.

“Karhutla ini sebenarnya termasuk bencana yang sudah biasa terjadi. Namun, penanganannya justru tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pertanyaannya, apakah persoalan ini mau dibiarkan atau justru dijadikan bancakan?” ujarnya.

Bagindo menolak solusi menghentikan sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Menurutnya, sektor-sektor itu merupakan penopang utama perekonomian Sumsel. Yang perlu diperbaiki, katanya, adalah sistem pengelolaan, pengawasan, serta tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Jangan industrinya yang dihentikan. Kita hidup dari sektor pertambangan, pertanian, dan perkebunan. Yang harus dibenahi adalah tata kelolanya,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan efektivitas Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Masyarakat di sekitar kawasan perkebunan dan pertambangan, katanya, tidak seharusnya hanya menanggung pencemaran udara dan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kunci Penanganan: Pencegahan, Bukan Sekadar Pemadaman

Eddy Santana Putra menilai pola penanganan karhutla selama ini terlalu berorientasi pada pemadaman setelah kebakaran terjadi. Ia mengingatkan kebakaran besar 2015 seharusnya menjadi pelajaran agar pola yang sama tidak terus berulang.

“Yang harus diperbaiki adalah penanganannya. Kuncinya pencegahan,” ujarnya.

Menurut Eddy, kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah. Pemadaman melalui *water bombing* maupun penyiraman darat menjadi kurang efektif bila gambut telah terbakar hingga lapisan bawah.

Ia menyoroti pengelolaan tata air gambut. Pembuatan saluran drainase untuk kepentingan perkebunan, kata dia, dapat menurunkan muka air tanah sehingga gambut mengering dan lebih mudah terbakar.

Eddy mengusulkan gubernur segera mengoordinasikan TNI, Polri, kejaksaan, perangkat daerah, perusahaan perkebunan, serta pemerintah kabupaten/kota sejak Januari. Koordinasi kemudian perlu diteruskan hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Mulai Januari kita harus sudah sibuk. Jangan menunggu lahan kering dan terbakar baru semua bergerak,” katanya.

Ia juga mendorong regulasi yang lebih tegas, termasuk sanksi dan denda bagi pelaku pembakaran lahan, serta pengaturan perizinan pembukaan lahan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Data Menunjukkan Penurunan, Namun 2026 Mencatat Lonjakan Hotspot

BPBD Sumsel mencatat luas karhutla mencapai 638.580 hektare pada 2015, turun menjadi 317.885 hektare pada 2019, dan 132.082 hektare pada 2023.

Sementara itu, jumlah titik panas atau *hotspot* dilaporkan sekitar 63.000 titik pada 2023, turun menjadi 11.000 titik pada 2024, dan 6.000 titik pada 2025. Namun pada 2026, jumlahnya dilaporkan mencapai 120.000 titik.

Ansori mengingatkan angka hotspot antartahun tidak dapat dibandingkan secara langsung karena perkembangan teknologi pemantauan satelit. Jika 2015 hanya mengandalkan satu satelit MODIS dengan siklus pemantauan sekitar delapan jam, kini tersedia tiga satelit.

Ia menilai persoalan utama bukan hanya ketersediaan teknologi, melainkan pemanfaatan data untuk memperkuat pengawasan. Kawasan yang berulang kali terbakar, katanya, seharusnya menjadi fokus patroli sebelum musim kemarau tiba.

“Pemadaman melalui water bombing dan pembuatan sumur bor adalah bagian dari penanganan darurat. Upaya jangka panjang harus bertumpu pada perbaikan tata kelola lingkungan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Aturan Banyak, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Pakar hukum Sumsel, Prof. Qodariah, mempertanyakan efektivitas regulasi karhutla yang menurutnya sudah banyak, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Tapi kenapa aturan ini tidak efektif sehingga masih tetap terjadi karhutla? Siapa yang salah?” katanya.

Ia juga menyoroti ketimpangan penegakan hukum. Menurutnya, hanya sedikit korporasi yang dijadikan tersangka dalam kasus karhutla, sementara masyarakat kecil jauh lebih banyak menghadapi proses hukum.

“Sedikit sekali pihak korporasi yang dijadikan tersangka dalam karhutla, tetapi hanya masyarakat kecil yang banyak dijadikan tersangka,” katanya.

 

Sorotan Tambahan: Citra Pejabat dan Pengelolaan Sungai Musi

Dalam kesempatan yang sama, Bagindo juga mengkritik banyaknya foto pejabat yang dipasang di ruang publik. Ia menilai kinerja, program, dan kebijakan nyata seharusnya menjadi prioritas dibanding pencitraan.

“Seharusnya yang diperlihatkan kepada masyarakat adalah hasil kerja, bukan sekadar pencitraan,” katanya.

Ia turut menyoroti pendangkalan Sungai Musi. Menurutnya, kedalaman sungai saat ini diperkirakan hanya sekitar 8,5 meter, padahal idealnya dapat mencapai sekitar 21 meter.

“Sumsel memiliki Sungai Musi dengan sumber air yang melimpah. Ini seharusnya menjadi potensi yang dimanfaatkan. Jangan sampai kita memiliki sumber daya air yang besar, tetapi tidak mampu mengelolanya dengan baik,” ujarnya. (EN)

Tags: Bencana Alambencana karhutlah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Merasa Nama Baiknya Tercemar, Putri Datangi Polda Sumsel Laporkan Beberapa Pengguna Tiktok

Editor Sumsel

Info Terkait

Forum Silaturahmi Keluarga Besar TNI

Bupati Dodi Reza: Berjumpa Keluarga Besar TNI Terasa Seperti di Rumah Sendiri

29 April 2021
Bencana Alam, perubahan iklim, bencana hidrometeorologis, antisipasi bencana alam

Muba Sigap dan Tanggap Hadapi Perubahan Iklim

9 November 2020
Banjir Bandang, Bencana Alam, BPBD, Sat Brimob Polda jabar, Polres Sukabumi, Tim SAR, Posko Bencana, Kampung Cibuntu, Sukabumi

Kodim 0607/Kota Sukabumi Terjunkan 89 Personel, Pasca Banjir Bandang Di Sukabumi

23 September 2020

Berita Terbaru

Hotspot Karhutla Sumsel Jadi Sorotan, BPBD Ungkap Tantangan Pengawasan dan Pencegahan

Merasa Nama Baiknya Tercemar, Putri Datangi Polda Sumsel Laporkan Beberapa Pengguna Tiktok

Peringati HUT ke-80 POMAU, Danlanud Husein Sastranegara Apresiasi Dedikasi Personel Satpomau

Sebanyak 50 Pelajar SMK dari 17 Kabupaten dan Kota Adu Pengetahuan tentang Budaya Sumatera Selatan

Listrik Menjangkau Pelosok, PLN UID S2JB Raih Nusantara Electrification Award 2026

Sebanyak 1.091 Atlet Pelajar Bersaing, Sumsel Bidik Bibit Unggul untuk Popnas

Jumat Keliling, Kapolsek Sungai Lilin IPTU Marlin Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas

Musda KPPI Sumsel Tetapkan Zaitun Sebagai Ketua KPPI Sumsel 2026 – 2031

PPPSRS Rusun Ilir Barat Disiapkan, Hak Penghuni dan Perpanjangan HGB Jadi Perhatian

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In