LamanQu.Com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan proyek hilirisasi memiliki dasar perencanaan yang kuat. Selain itu, Bahlil Lahadalia menyebut groundbreaking ini sebagai tindak lanjut konkret dari studi kelayakan.
Satgas Hilirisasi telah menyelesaikan seluruh kajian dan penyusunan studi tersebut. Selanjutnya, Badan Pengelola Investasi Danantara menjalankan peran untuk mengeksekusi proyek menjadi investasi strategis nasional.
Groundbreaking proyek tahap I dan II menjadi penanda fase implementasi nyata di lapangan. Di samping itu, Bahlil Lahadalia menegaskan hasil kerja Satgas kini mulai memberikan dampak ekonomi.
“FS yang disusun Satgas menjadi landasan penting agar setiap proyek hilirisasi berjalan dengan hitungan yang matang, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi negara serta rakyat Indonesia,” ujar Menteri Bahlil Lahadalia.
Bahlil Lahadalia menjelaskan tugas Danantara adalah memastikan investasi berjalan lebih cepat serta terukur. Terlebih lagi, langkah tersebut dilakukan agar manfaat proyek segera dirasakan masyarakat luas.
“Begitu FS selesai, proyek-proyek itu masuk ke tahap implementasi dan menjadi tugas Danantara untuk memastikan investasi berjalan, proyek terealisasi, dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Bahlil Lahadalia.
Menteri Bahlil Lahadalia menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, hilirisasi harus mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
“Kita tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Hilirisasi harus menjadi alat untuk memperkuat kedaulatan energi, memperbesar penerimaan negara, membuka lapangan kerja, dan memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar dinikmati oleh rakyat Indonesia,” tegas Bahlil Lahadalia.
Sebagian besar proyek yang diresmikan merupakan lingkup strategis sektor ESDM. Selain itu, proyek tersebut mencakup smelter alumina, fasilitas bioavtur, hingga pembangunan kilang gasolin.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bangsa yang maju harus berani mengolah sumber dayanya sendiri. Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto melarang penjualan bahan mentah ke luar negeri tanpa pengolahan.
“Kita tidak mau sekadar jual bahan baku. Kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” jelas Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan tim hilirisasi dan Danantara untuk mengevaluasi proyek secara objektif. “Jadi, saudara-saudara tim hilirisasi dan Danantara, kaji terus teknologi. Lihat matematis, matematis, matematis,” imbau Presiden Prabowo Subianto.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan seluruh proyek nasional akan memperkuat ketahanan energi. Di samping itu, Rosan Roeslani yakin langkah ini mendorong penciptaan lapangan kerja skala besar.
“Kami berkoordinasi selalu dengan Pak Bahlil sebagai Menteri ESDM dan Ketua Satgas dalam rangka melihat proyek-proyek hilirisasi yang memang segera kita laksanakan dalam rangka penciptaan nilai tambah, penciptaan industri, dan penciptaan pekerjaan,” jelas Rosan Roeslani.
Pembangunan kilang gasolin di Cilacap dan Dumai ditargetkan mampu menurunkan impor bensin 10 persen. Akhirnya, proyek DME di Tanjung Enim disiapkan sebagai solusi substitusi impor LPG nasional.




