Kebumen, LamanQu.Com — Semangat pengabdian untuk bangsa kembali berkobar di tepian Sungai Kaliabang, Desa Arjosari, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. Pada Senin (09/03/2026), di lokasi Jembatan Gantung Garuda, dilaksanakan peluncuran program pembangunan jembatan yang diresmikan secara terpusat dan daring oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan tema besar “TNI AD Hadir Untuk Rakyat.”
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kodim 0709/Kebumen tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P. Turut hadir Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman, S.H., S.I.K., M.A.P., Kepala DPUPR Kebumen Joni Hernawan, S.T., M.T., unsur Forkopimcam Adimulyo, para kepala desa, serta tokoh masyarakat yang menyaksikan momen penting bagi kemajuan infrastruktur desa tersebut.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol kehadiran negara bagi rakyatnya. Jembatan-jembatan yang dibangun akan menghubungkan desa dengan desa, membuka akses pendidikan bagi anak-anak, serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Presiden juga menekankan bahwa di tengah tantangan global yang penuh dinamika, kekuatan terbesar bangsa Indonesia terletak pada persatuan dan semangat gotong royong. Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh komponen bangsa diharapkan terus bekerja dengan kejujuran, disiplin, serta dedikasi tinggi demi kesejahteraan rakyat dan ketahanan nasional.
Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, menyampaikan bahwa kehadiran Jembatan Gantung Garuda di Desa Arjosari diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Dengan akses yang lebih baik, kegiatan pendidikan, sosial, dan perekonomian warga akan semakin berkembang.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung Jembatan Gantung Garuda serta penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat. Di atas bentangan jembatan yang kokoh itu, terpatri pesan kuat bahwa pembangunan bukan sekadar menghadirkan beton dan baja, tetapi juga menghubungkan harapan, memperkuat persatuan, dan menegaskan bahwa negara selalu hadir untuk rakyatnya.







