Rancakbali, LamanQu.Com – Progres pembangunan infrastruktur dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, terus menunjukkan hasil positif. Hingga Senin (16/2/2026), Satgas TMMD bersama masyarakat berhasil menuntaskan pengecoran jalan sepanjang 551 meter pada titik pengerjaan 900 meter.
Komandan Kodim (Dandim) 0624/Kabutapten Bandung, Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., menyatakan optimisme tingginya melihat capaian fisik di Kampung Babakan Simpang, Gunung Leutik tersebut. Menurutnya, hal ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan perwujudan nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.
Sinergi Tanpa Lelah di Medan Berat
Fenomena gotong royong yang dilakukan personel Satgas dan warga setempat menjadi sorotan utama. Masyarakat Desa Cipelah terlibat aktif membantu perataan jalan dan pemasangan bekesting dari pagi hingga malam hari.
“Ini adalah bukti bahwa kehadiran TNI mampu menjadi motor penggerak energi sosial. Semangat warga yang ikut bekerja tanpa kenal lelah menunjukkan adanya rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat terhadap program ini,” ujar Letkol Kav Samto Betah.
Letkol Kav Samto Betah juga memberikan apresiasi khusus kepada Danramil 2424/Ciwidey, Kapten Inf Supriadi, yang memimpin personel di lapangan. Mengingat medan Rancabali yang menantang dengan tantangan cuaca dan geografis yang ekstrem, manajemen kerja menjadi kunci utama.
“Mengelola ritme kerja fisik di medan seperti ini membutuhkan ketahanan mental dan fisik yang prima. Keberhasilan mencapai progres lebih dari setengah kilometer ini menunjukkan manajemen lapangan yang disiplin namun tetap humanis,” tegasnya.

Infrastruktur Sebagai Jalur Kesejahteraan
Pembangunan jalan beton ini diproyeksikan menjadi solusi konkret untuk membuka isolasi aksesibilitas di wilayah tersebut. Peningkatan kualitas jalan di Gunung Leutik diharapkan mampu mendongkrak produktivitas petani dan memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak sekolah.
“Kita tidak hanya membangun jalan; kita sedang membangun jalur distribusi kesejahteraan bagi warga di wilayah Rancabali,” tambahnya.
Menutup arahannya, Letkol Kav Samto Betah menekankan pentingnya faktor keamanan kerja (safety first), terutama saat pengerjaan malam hari. Ia menginstruksikan anggota Satgas untuk tetap waspada dan menjaga stamina agar target pengerjaan rampung tepat waktu.
“Momentum positif ini harus kita pelihara hingga target 100% tercapai. Kita ingin meninggalkan warisan yang tidak hanya kokoh secara fisik, tapi juga abadi di hati rakyat,” pungkasnya sesuai dengan tema TMMD tahun ini: “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”





