• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Januari 9, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Terimakasih, Nisya: Sebuah Audit dari Balik Sanggul Palsu

Reporter YN
9 Januari 2026
audit keamanan
Bagikan ke Whatsapp

​Oleh: Ki Edi Susilo
Penikmat Kopi Hitam, Pelanggan Setia Batik Air Lion Group


Palembang, LamanQu.Com – ​Sruputan kopi hitam pagi ini terasa lebih tajam. Bukan karena takarannya yang meleset, tapi karena membayangkan betapa ringkihnya sistem keamanan “langit” kita. Di pojok warkop, orang-orang sibuk menghujat Khairun Nisya, gadis 23 tahun asal Palembang yang nekat “nyaru” jadi pramugari Batik Air. Tapi saya? Saya justru ingin mengangkat gelas kopi ini tinggi-tinggi dan berkata; Terimakasih, Nisya.

​Kenapa berterimakasih pada seorang yang berbohong? Karena lewat koper dan seragam hasil belanja online itu, Nisya baru saja melakukan “audit keamanan” paling jujur yang pernah ada. Tanpa alat canggih, tanpa ancaman bom, ia berhasil melenggang masuk ke perut pesawat rute Palembang–Jakarta ID 7058 sebagai extra crew. Ia menelanjangi satu kenyataan pahit: sistem keamanan maskapai kita ternyata masih bisa disuap oleh sekadar “tampilan visual” dan atribut kain.

​Sembilu di Balik Kain Batik

​Sebagai pelanggan setia Batik Air “yang sering duduk termenung di kursi kabin sambil memperhatikan detail layanan” saya merasa perlu memberikan dukungan moral untuk Nisya. Tentu, kita perlu melihat ke dalam batin Nisya yang remuk. Ia bukan kriminal. Ia hanyalah anak manusia yang tersesat di labirin ekspektasi. Gagal seleksi tapi takut pulang membawa malu, ia menjahit kebohongannya demi satu hal; membahagiakan orang tua.

​Ada kesedihan yang dalam saat membayangkan Nisya berdandan rapi, menyanggul rambutnya dengan tangan gemetar, lalu melangkah ke bandara membawa beban kebohongan yang beratnya melebihi batas bagasi kabin. Di balik seragam putih dan kain batik merah itu, ada jantung yang berdegup kencang karena takut, sekaligus rindu akan pengakuan sebagai “orang berhasil”. Nisya, saya berdiri di sampingmu secara moral; saya paham betapa kerasnya dunia menuntut kita untuk selalu terlihat sukses.

Hacker di Atas Awan

​Namun, drama kemanusiaan ini adalah tamparan keras bagi seluruh maskapai di Indonesia. Di dunia teknologi informasi, ada istilah White Hat Hacker, mereka yang meretas sistem bukan untuk merusak, tapi untuk menunjukkan di mana letak “bug” atau celah keamanannya. Dalam dunia digital, peretas seperti ini justru direkrut atau diberi penghargaan tinggi karena telah menyelamatkan perusahaan dari serangan yang jauh lebih berbahaya di masa depan.

​Nisya adalah “hacker” di dunia penerbangan kita. Ia masuk tanpa merusak, tapi ia menunjukkan bahwa pintu “firewall” maskapai kita sangat keropos. Jika seorang gadis yang hanya bermodal nekat dan atribut toko online bisa lolos hingga onboard, bagaimana jika yang memakai seragam itu bukan Nisya yang rindu pujian ibu, melainkan sosok dengan niat jahat atau teroris yang ingin membajak pesawat?

​Maskapai seharusnya tidak hanya menyita atribut Nisya. Mereka harus menyita ego mereka dan berterima kasih secara tersirat. Kejadian pada 6 Januari 2026 ini adalah stress test gratis yang menyelamatkan nyawa di kemudian hari.

​Hukum memang sudah selesai dengan jalan damai dan surat pernyataan. Tapi bagi kita para pengguna jasa penerbangan, Nisya adalah pengingat bahwa keamanan tidak boleh hanya berdasarkan “seragam”, melainkan sistem verifikasi data yang tak bisa ditembus sandiwara.

​Maka, biarlah ampas kopi ini menjadi saksi. Kita tidak membenarkan kebohongan, tapi kita butuh kejujuran dari apa yang ia tunjukkan secara tidak sengaja.

​Sekali lagi, Terimakasih, Nisya. Karena ulah nekatmu, kami jadi tahu bahwa sistem keamanan bandara kita sedang butuh “reboot” total. Sekarang, giliran para petinggi maskapai yang harus bekerja keras memperbaiki celah itu, agar kami bisa terbang dengan rasa tenang.

Tags: Audit KeamananNisyaSistem Keamanan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Operasi Gaktiblin, Propam Sasar Anggota Polri

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Terimakasih, Nisya: Sebuah Audit dari Balik Sanggul Palsu

Operasi Gaktiblin, Propam Sasar Anggota Polri

Perkuat Budaya Kerja Unggul, Kilang Pertamina Plaju Konsisten Bangun Mindset Keselamatan

Kejati Sumsel Selamatkan Keuangan Negara Rp 616 Milyar Dalam Perkara Dugaan Tipikor Fasilitas Pinjaman Kredit di Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT. BSS dan PT. SAL

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Bintang Sumsel Bersinar Nasional, Daeng Supriyanto Pimpin Urusan Umum KSMI

Marciano Norman Apresiasi Kegiatan KSMI, Arahkan Perbaikan Roda Organisasi untuk Keberlanjutan Sepak Bola Mini

Berita Populer

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

UIN Raden Fatah Palembang
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran...

Read more

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

HAB ke-80
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar kegiatan Bazar Kerukunan dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80...

Read more

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Terorisme Global Washington
Reporter YN
4 Januari 2026

​Oleh: Ki Edi Susilo Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Palembang, LamanQu.Com - ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan...

Read more

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Toga Hitam Chairul S Matdiah
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In