• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Maret 14, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Peluncuran Buku Keramik Cina Temuan Sungai Musi Abad 7–19 Masehi di Unsri: Fadli Zon Ungkapkan Bukti Kuatnya Peradaban Nusantara

Reporter YN
20 Oktober 2025
keramik cina, Temuan Sungai Musi
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Peluncuran buku “Keramik Cina Temuan Sungai Musi Abad 7 sampai dengan 19 Masehi” karya Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. sekaligus diskusi publik bertema “Sungai Musi Sebagai Pusat Peradaban Kuno Nusantara” berlangsung di Ruang Prof. Djuaini Mukti, Gedung UPT Bahasa, Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar Palembang, Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri zoom oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Dr. Restu Gunawan, M.Hum, Rektor Unsri Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si, serta sejumlah akademisi, peneliti, dan pemerhati sejarah.

Fadli Zon mengungkapkan rasa syukur atas peluncuran buku yang merupakan hasil riset panjang terhadap ribuan temuan keramik di sepanjang aliran Sungai Musi.

“Dengan diluncurkannya buku ini, kita menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki akar peradaban yang kuat. Semoga benda-benda bersejarah ini menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan menegaskan bahwa Sungai Musi merupakan salah satu sungai peradaban penting di Nusantara yang menyimpan banyak peninggalan arkeologi.

“Dalam koleksi Pak Menteri saja ada sekitar 4.000 artefak keramik asal Cina. Itu baru dari satu periode. Belum termasuk peninggalan era Hindu, Buddha, dan Islam,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya penyelamatan dan pelestarian situs-situs arkeologi Sungai Musi, termasuk kemungkinan pembangunan museum khusus di Palembang.

“Peluncuran buku ini diharapkan mendorong generasi muda melakukan riset dan penelitian lanjutan untuk memperkaya khazanah kebudayaan dan memperkuat sejarah Palembang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya,” tambahnya.

Restu juga menyebut bahwa hingga kini, lokasi pasti pusat Kerajaan Sriwijaya masih menjadi misteri yang perlu diteliti lebih dalam.

“Ini pekerjaan besar, bukan hanya bagi kementerian, tapi juga bagi pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas sejarah. Harus ada riset yang konsisten dan mendalam dari sini,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unsri Prof. Dr. Taufiq Marwa menyatakan komitmen Unsri untuk terus berperan aktif dalam riset dan pelestarian peninggalan sejarah.

“Unsri sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab memfasilitasi penelitian dan pelestarian situs sejarah, termasuk temuan-temuan keramik di Sungai Musi,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan analisis arkeologi, keramik-keramik yang ditemukan berasal dari berbagai dinasti seperti Dinasti Ming dan Dinasti lainnya, ini yang menunjukkan adanya aktivitas perdagangan internasional di Sungai Musi sejak berabad-abad lalu.

“Penemuan ini bisa menjadi bukti adanya aktivitas ekonomi dan budaya pada masa sebelum, saat, dan sesudah era Sriwijaya,” ujarnya.

Prof. Taufiq juga mengungkapkan rencana Unsri untuk membuka program studi baru yang berfokus pada sejarah dan arkeologi lokal, agar pelestarian dan penelitian kebudayaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI, Kristanto Januardi, menambahkan bahwa kebanggaan terhadap nama “Sriwijaya” harus diwujudkan melalui aksi nyata menjaga dan mempertahankan peninggalan sejarahnya.

“Kita bangga punya Sriwijaya — namanya ada di mana-mana, dari Unsri, Kodam II, hingga Sriwijaya FC. Tapi kebanggaan itu harus dibuktikan dengan menjaga temuan-temuan sejarah agar tetap berada di bumi Sriwijaya,” katanya.

Kristanto menjelaskan, BPK Wilayah VI telah melakukan berbagai upaya pelestarian dan pengamanan benda-benda temuan sejarah agar tidak keluar dari wilayah Sumatera Selatan.

“Kebudayaan dan cagar budaya adalah tanggung jawab bersama, antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” ujarnya.

Padia Amilia, M.A, selaku penulis buku bersama Fadli Zon, mengungkapkan bahwa riset tentang keramik Sungai Musi telah dilakukan sejak tahun 2017.

“Pak Fadli Zon mulai mengumpulkan koleksi keramik Sungai Musi sejak 2015. Jumlahnya kini sudah ribuan. Upaya beliau adalah menyelamatkan warisan arkeologi dan sejarah Palembang agar tidak hilang begitu saja,” katanya.

Padia menegaskan bahwa penelitian terhadap temuan di Sungai Musi akan terus berlanjut untuk memperkaya data sejarah perdagangan dan peradaban masa lalu di wilayah Sumatera Selatan.

Tags: Keramik CinaPeradaban NusantaraSungai Musi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Titik Terang Menuju Musorprovlub, Kol Purn Ruslan Siap Maju Calon Ketua Umum KONI Sumsel

Next Post

Danlanud SMH Bersama Puluhan Offroader AC ID Jajal Sirkuit Offroad di Area Lanud SMH

YN

Info Terkait

Wawako Tebar 9000 Bibit Ikan Patin di Sungai Musi

Wawako Tebar 9000 Bibit Ikan Patin di Sungai Musi

12 Desember 2019

Berita Terbaru

Kilang Pertamina Plaju Perkuat Budaya Keselamatan Melalui HSSE Mandatory Training

Kabar Gembira! Kemenag Sumsel Cairkan TPG Januari-Februari 2026 untuk 2.435 Guru Madrasah Non-ASN

Lantik Pejabat Baru, Kakanwil Kemenag Sumsel: Jabatan adalah Amanah, Fokus pada Tupoksi dan Kekuatan Do’a Keluarga

POBSI Sumsel Berbagi 1.000 Takjil, Pererat Silaturahmi dengan Warga Palembang

Persatuan Rental Mobil Palembang (PRMP) Lakukan Khatam Al-Qur’an, Bakti sosial dan Buka Puasa Bersama

Wakasad Resmi Tutup TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung

Pita Dipotong Pangdam, TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen Resmi Ditutup

TMMD Tuntaskan Asa Desa: Pangdam IV/Diponegoro Resmi Tutup Pengabdian TNI di Somagede

Lantik 28 Pejabat Secara Hybrid di Bulan Ramadan, Kakanwil: Jaga Integritas dan Tetap Semangat Melayani

Berita Populer

Eks Ketua PSI Musi Rawas dan Dua Pengurus PSI Muba Resmi Bergabung ke PDIP Sumsel

Pengurus PSI Muba
Reporter YN
28 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan/PDIP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menambah kekuatan politiknya. Bertempat di Kantor...

Read more

Menyusuri Jalan Terjal, Dedikasi Dansatgas Menjaga Asa TMMD

Menjaga Asa TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi merambat pelan di Desa Somagede. Kabut tipis masih bergelayut di pucuk-pucuk pepohonan ketika langkah tegas itu...

Read more

Bata dan Bakti Prajurit, Dari Lumpur ke Martabat, MCK Itu Menjadi Titik Balik di Somagede

Desa Somagede
Reporter UMR
28 Februari 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/02/2026), merekah perlahan. Embun masih setia di ujung...

Read more

Ditengah Malam, Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Genjot Pengecoran Jalan

Satgas TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com – Semangat membangun dari akar rumput kembali menggema. Program Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke-127 Kodim 0624/Kabupaten...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In