• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, April 12, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Sebelum Sriwijaya Para Pendahulu Menyebutnya Ko-ying Diperkuat 74 Situs Air Sugihan

Reporter Editor Sumsel
8 Desember 2018
Sebelum Sriwijaya Para Pendahulu Menyebutnya Ko-ying Diperkuat 74 Situs Air Sugihan
Bagikan ke Whatsapp

lamanqu.com – Kerajaan Sriwijaya bermula dari permukiman di tanah berawa di pantai timur Palembang. Sumber Tiongkok menyebutnya Ko-ying.

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) meneliti situs Air Sugihan, di pantai timur Palembang. Mereka menemukan sisa-sisa permukiman di lahan berawa dari awal abad masehi. Permukiman itu diperkirakan cikal bakal atau pendahulu Kerajaan Sriwijaya.

Agustijanto Indrajaya, ketua tim peneliti, melihat adanya proses bertahap sebelum muncul Kerajaan Sriwijaya. Permukiman di situs Air Sugihan itu disebut Ko-ying dan Kan-t’o-li dalam sumber Tiongkok.

“Kita lihat Sriwijaya saja sudah sangat kompleks (tata masyarakatnya, red.), harusnya ada satu proses menuju ke sana, nah ini di sini,” kata arkeolog Puslit Arkenas itu saat ditemui usai diskusi buku Kebangkitan dan Kejayaan Sriwijaya karya O.W. Wolters, di Museum Nasional, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Wolters Ko-ying disebut dalam catatan Wan Chen, gubernur Wu untuk Tan, yang tak jauh dari Nanking sekarang. Sedangkan Kang T’ai, utusan pemerintahan Wu di selatan Cina ke Funan, menyebutnya Chia-ying. Kendati sebutan Ko-ying belum diketahui asalnya, catatan keduanya memberikan gambaran bahwa Ko-ying adalah kerajaan di Nusantara bagian barat, setidaknya berdekatan dengan Selat Malaka.

Sekalipun hanya sepintas, sumber Tiongkok itu memberikan gambaran pertama tentang Nusantara bagian barat yang dikenali orang Tionghoa pada pertengahan abad ke-3. Menurut Wolters, mereka mengetahuinya karena telah berhubungan dengan Kerajaan Funan, di dekat Sungai Mekong, Vietnam, sehingga secara tak langsung mengenal daerah lain di Asia Tenggara.

“Mungkin melalui para pedagang di Funan,” tulis Wolters.

Sementara itu, Wolters menyebut Kan-t’o-li sebagai kerajaan dagang yang muncul pada abad ke-5 dan ke-6. Nama ini sering disebut dalam sumber Tiongkok. Ming Shih atau catatan sejarah Dinasti Ming (abad 14) menyebut Kan-t’o-li sebagai nama lama Sriwijaya.

“Kan-t’o-li pada abad 5-6 sudah kirim duta ke Tiongkok, menjadi besar masuk ke masa Sriwijaya, makanya disebut itu pendahulu Sriwijaya,” kata Agustijanto.

Sejauh ini, menurut Agustijanto, bukti mengenai Ko-ying dan Kan-t’o-li baru berdasarkan catatan orang asing. Sementara temuan prasasti Sriwijaya baru muncul dari abad ke-7. Wolters pun menyebutnya tanpa bukti arkeologis.

“Sebenarnya tak hanya Ko-ying. Banyak kerajaan di Nusantara yang masih diperdebatkan lokasinya. Satu-satu kita coba liat. Pertama Ko-ying yang banyak disebut,” kata Agustijanto.

Penelitian situs Air Sugihan menemukan banyak tinggalan arkeologis yang mencerminkan permukiman yang kompleks.

“Kita bisa memperkirakan Ko-ying memang di pantai timur. Ternyata dari bukti arkeologisnya ada kesesuaiannya dengan berita Tiongkok abad 3-4,” lanjutnya.

Agustijanto menjelaskan ada 74 situs yang ditemukan di kawasan Air Sugihan dalam radius 43 x 62 km. Situs itu diperkirakan berasal dari periode awal masehi sampai abad ke-3, lalu berlanjut sampai periode akhir Sriwijaya. Di sana ada sisa permukiman berupa tiang pancang dari kayu nibung.

“Secara keruangan situs-situs di dekat muara lebih tua. Semakin ke hulu semakin muda. Secara kronologis sudah dihuni sekira abad 1-2 dan terus berlanjut sampai abad 12-13,” terangnya.

Untuk menyebut kawasan Air Sugihan sebagai bekas suatu kerajaan, data yang ada masih terlalu minim. Namun, kemungkinan besar masyarakatnya telah melakukan kontak dengan wilayah luar. Mereka telah berlayar ke Funan.

“Butuh data lebih banyak lagi untuk bilang kalau itu sebuah kerajaan,” tegas Agustijanto.

Para peneliti menemukan manik-manik emas, batu dan kaca. Ini mirip dengan temuan di situs Oc-eo, lembah sungai Mekong. Situs ini adalah pelabuhan yang masuk wilayah Kerajaan Funan yang berdiri pada awal masehi hingga abad 6.

Tak hanya berhubungan dengan Funan, di kawasan yang diduga wilayah Ko-ying ini banyak ditemukan tinggalan budaya terkait Tiongkok dan India. Seperti tembikar Arikamedu, manik-manik karnelian India Selatan, dan keramik Tiongkok dari Dinasti Sui (abad 5-6)

“Pada masa itu penduduk Ko-ying sebelum Sriwijaya yang tampaknya hidup di rawa-rawa sudah ada hubungan dagang dengan Tiongkok, Dinasti Sui,” kata Bambang Budi Utomo, arkeolog Puslit Arkenas.

Penghuni situs Air Sugihan tak membangun kota karena tanahnya berawa. Mereka pun membuka areal di pedalaman. Di pedalaman, mereka lebih leluasa mendirikan bangunan termasuk bangunan peribadatan.

“Ini proses, abad 1-2 di muara, selanjutnya masuk ke Palembang. Jadi, memang pendahulu Sriwijaya di pantai timur,” ujar Agustijanto. (Resource:Historia)

Tags: situs Air SugihanSriwijaya
ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Palembang Selegram Ago Rival Dan Dimas Saputra Rayakan Ulang Tahun Lay Dan Chanyeol EXO Bersama EXO-L

Next Post

Menhub Pulang Kampung Gelar Safety Riding Bersama Gubernur Dan Walikota Palembang

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Polrestabes Palembang Bersihkan Lorong Kenari dari Peredaran Sabu, Tersangka Positif Narkotika

Gerak Cepat Ditreskrimum Polda Sumsel Selidiki Kasus Mutilasi Perempuan di Desa Karang Dalam

Muba Maju Lebih Cepat! Pemkab Muba & PPSDM Migas Siapkan Tenaga Kerja Migas Ber Sertifikasi Nasional

Berlindung di Balik Profesi, Oknum Guru PNS di Palembang Dilaporkan Tipu Korban Rp90,6 Juta

KEJATI Sumsel Tahan Lima Tersangka Dugaan Tipikor Pemberian Fasilitas Pinjaman Dari Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT.BSS dan PT.SAL

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Tegaskan Komitmen Kesehatan Pekerja Sebagai Pilar Keandalan Operasional

Gubernur Sumsel Herman Deru Luncurkan SIGUNTANG, Inovasi Digital Penagihan Pajak Kendaraan di Sumsel

SMK Sumsel Tingkatkan Daya Saing Lulusan Lewat Kolaborasi Industri

Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis, Disnakertrans Muba Pertegas Prosedur Pembentukan Unit Kerja SPSI di Perusahaan

Berita Populer

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar
Reporter YN
27 Maret 2026

Palembang. Lamanqu. Com Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan kekeluargaan, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menggelar kegiatan...

Read more

Dua Hari Hilang, Tersangka Narkoba di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Propam Turun Tangan

Dua Hari Hilang, Tersangka Narkoba di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Propam Turun Tangan
Reporter YN
27 Maret 2026

Palembang, LamanQu.Com - Dugaan brutalitas aparat kembali mencoreng wajah penegakan hukum. Seorang tersangka kasus narkoba di Sumatera Selatan diduga mengalami kekerasan...

Read more

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Lakukan Aksi Nyata Hemat Energi Melalui Earth Hour 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Lakukan Aksi Nyata Hemat Energi Melalui Earth Hour 2026
Reporter YN
29 Maret 2026

Plaju. Lamanqu. Com Kilang Plaju berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Aksi ini...

Read more

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Reporter YN
27 Maret 2026

  Plaju. Berita Suara Rakyat. Com Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju terus mendorong penguatan inovasi berbasis lingkungan secara...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In