lamanqu.com – Jejaring Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah) berhasil menggalang dana sekitar Rp18,4 miliar guna membantu warga Palestina yang menjadi korban perang. Donasi Rohingnya sejumlah Rp 21 miliar. Dan, untuk Donasi Pandemi Covid-19 sebanyak Rp 350, 2 miliar.
“Jangan bertindak tanpa ilmu. Kita juga memiliki rasa kemanusiaan. Untuk saudara kita di Palestina, informasi terakhir terhimpun dana sekitar Rp18, 4 miliar melalui jejaring Lazismu,” beber Haedar Nasir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat mengikuti Silahturahmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Pontianak, pekan ke-4 Mei 2021.
Kali itu, Haedar berpesan soliditas antar pengurus dan kader harus tetap erat dan saling mendukung.
“Itu adalah cara kita untuk bersaudara, serta selalu mengedepankan prasangka baik dan bermusyawarah,” cetusnya.
Jadilah Sang Surya, dalam hal sekecil apapun. Dengan terus mensyiarkan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan, sampaikan walaupun hanya satu ayat.
“Mendukung Palestina bagi bangsa Indonesia adalah hal yang normal. Bukan sesuatu yang luar biasa,” sambung Haedar.
Bahkan, kaum muslim yang mengumpulkan donasi untuk Palestina juga proporsional. Sedikitpun tidak melupakan nasib bangsa di dalam negeri.
Bantuan donasi yang digalang oleh Lazis Muhammadiyah (Lazismu) yaitu lembaga milik Muhammadiyah yang bergerak di bidang bidang, pengelolaan, dan pendistribusian zakat, infak, sedekah dan lain-lain.
Tercatat bantuan itu berasal dari seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh, sampai Papua Barat. Bahkan, ada pula dari pengurus cabang mereka di Mesir. Sementara, daerah yang tercatat tidak ikut menyumbang antara lain Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Donasi terbesar terkumpul dari wilayah Jawa Tengah senilai Rp6,7 miliar lebih. Sedangkan, yang cepat dari cabang di Mesir sebesar Rp8 juta lebih. Sementara, daerah yang tercatat tidak ikut menyumbang antara lain Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Mengedepankan persaudaraan dan kebersamaan yang diwujudkan melalui ta’awun, terutama di era pandemi Covid-19 saat ini. “Ta’awun ini diwujudkan dengan empati dan saling berbagi. Kita harus bersumbangsih agar bisa meringankan beban, sembari terus meningkatkan kesabaran dan kesungguhan kita,” dilanjutkan Haedar.
Dan, semua pasti tidak menginginkan pandemi seperti ini, namun harus menerima dengan bersabar dan senantiasa terus berikhtiar.
“Tunjukkan bahwa Muhammadiyah selalu ada di era pandemi dan ini harus disampaikan ke khalayak dengan tetap ajakan untuk tetap berdisiplin terkait protokol kesehatan,” ia menyampaikan.




