Palembang, lamanqu.com – Dalam mengantisipasi penyebaran covid 19 penting pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Penerapan protokol kesehatan tidak hanya untuk penumpang tetapi juga untuk seluruh pegawai kereta api, dengan melakukan self assesment, screening test secara berkala, pengecekan suhu tubuh dan penggunaan APD yakni sarung tangan, masker, dan faceshield.
Manager Humas PTKAI Divre III Palembang Aida Suryanti menyampaikan, pelaksanaan protokol kesehatan harus diterapkan konsisten secara proaktif dengan mengedukasi dan mengawasi para penumpang agar tertib protokol kesehatan. Selain itu KAI juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui tayangan tayangan di stasiun.
“Protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan pada pengguna jasa sesuai dengan arahan dari pemerintah dengan menunjukan hasil rapid tes/swab/pcr menggunakan masker, faceshield, mencuci tangan sebelum masuk stasiun dan saat ini fasilitas cuci tangan ditambah diarea yang mudah dijangkau serta penyediaan handsanitaizer. Selain itu, untuk penerapan jaga jarak fisik dengan KAI memasang petunjuk jaga jarak di tempat – tempat yang memungkinkan terjadi antrian, seperti di depan loket, gate masuk, ataupun boarding,” ujarnya, Rabu (11/11/2020).
Aida menuturkan, saat ini para pengguna jasa cukup kooperatif dalam mematuhi protokol kesehatan, dan kami mengapresiasi hal ini karena untuk kepentingan bersama.
“Sesuai aturan pemerintah untuk menjaga jarak fisik antar penumpang dilakukan pembatasan kapasitas dengan hanya diisi 70 {8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460} dari kondisi normal. Pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah berjalan baik meningkatkan kepercayaan masyarakat menggunakan kereta api,” bebernya.
Lebih lanjut Aida menerangkan, Kereta api Bukit Serelo rute Kertapati – Lubuklinggau (PP) yang mulai beroperasi 24 September lalu mulai mengalami peningkatan, Oktober ini telah mengangkut 7.052 dengan rata -rata tingkat keterisian 35 {8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}, sedangkan pada bulan November selama 11 hari telah mengangkut 3.376 dengan rata -rata tingkat keterisian 41 {8683c2092de492d2a190cf7fbc06166f47c1e4e1eec97bd8c795afb1b4b0e460}.
“Untuk penumpang LRT Sumsel, November ini mengalami kenaikan dengan rata -rata penumpang perhari mencapai 1.846 perhari, mengalami kenaikan 336 penumpang perhari, dengan rata penumpang 1.510 di bulan Oktober. Selama 11 hari dibulan November LRT Sumsel sudah mengangkut 17.891 penumpang,” katanya.
Aida menekankan KAI akan terus mengingatkan dan mengedukasi masyarakat saat menggunakan kereta api agar masyarakat taat protokol kesehatan. “Hal ini perlu dukungan agar perjalanan menjadi lebih aman, sehat dan menyenangkan,” pungkasnya. (Yanti)





