Palembang, LamanQu.Com – Komunitas Toyota Land Cruiser Indonesia (TLCI) Chapter 22 Palembang menargetkan lahirnya atlet offroad berprestasi dari Sumatera Selatan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Target tersebut mengemuka dalam kegiatan Fun Offroad yang digelar di Lanud Talang Betutu, Palembang, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas pecinta kendaraan roda empat penggerak 4×4, tetapi juga wadah pembinaan dan latihan bagi para offroader di Sumsel.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Ketua TLCI Chapter 22 Palembang M. Syarifuddin, Sekretaris Jenderal TLCI 22 Palembang Kris Sandi, serta Komandan Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II Kolonel Pnb Zulfikri Arif Purba. Sejumlah tokoh otomotif Sumsel seperti Ishak Yulian Yusuf (Yan Najib) dan Bambang Irawan Raspatih Putra (Anto Bambang Utoyo) turut ambil bagian.
Gubernur Herman Deru mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap event serupa dapat digelar secara rutin setiap tahun.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Selain menjadi ajang silaturahmi, juga bisa menumbuhkan bibit-bibit muda dalam olahraga offroad. Kita berharap dari Sumsel lahir atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Herman Deru.
Menurut dia, pembinaan olahraga berbasis komunitas perlu terus didukung karena mampu menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pengembangan potensi generasi muda.
Sekjen TLCI 22 Palembang Kris Sandi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kebersamaan komunitas otomotif bersama kepala daerah dan jajaran Lanud. Sekitar 30 peserta ambil bagian dalam Fun Offroad tersebut.
“Selain sebagai ajang ngabuburit Ramadan, ini juga menjadi wadah latihan bagi pecinta adventure roda 4×4 untuk mengasah keterampilan di lintasan,” katanya.
Ia menilai, kawasan Lanud Talang Betutu sangat representatif untuk dijadikan lokasi latihan tetap. Ke depan, pihaknya berharap Sumsel memiliki sirkuit atau arena latihan resmi yang mampu melahirkan juara-juara offroad.
Kris menegaskan, kendaraan untuk mengikuti offroad tidak harus mahal. Yang terpenting adalah memenuhi spesifikasi dasar, seperti sistem penggerak empat roda (4×4), mesin yang memadai, serta penggunaan ban sesuai standar offroad.
Sejarah Panjang Offroad di Lanud
Tokoh otomotif Sumsel, Ishak Yulian Yusuf atau Yan Najib, mengungkapkan bahwa kegiatan offroad di kawasan Lanud Talang Betutu telah berlangsung sejak 2007, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Udara.
“Awalnya dibuat event offroad saat HUT AU. Bahkan trofi pernah dibuat khusus dari Yogyakarta berbentuk F-16 karena Danlanud saat itu penggemar pesawat F-16. Tahun 2010 juga pernah digelar event besar dengan drag race, motocross, dan offroad,” kenangnya.
Menurut dia, kembalinya kegiatan offroad di kawasan tersebut menjadi momentum kebangkitan dunia otomotif adventure di Sumsel setelah sempat vakum.
Bukan Sekadar Adu Adrenalin
Sementara itu, Bambang Irawan Raspatih Putra atau Anto Bambang Utoyo menepis anggapan bahwa offroad merupakan olahraga mahal dan eksklusif.
“Tidak harus mobil mahal. Mobil biasa pun bisa, asalkan sesuai spesifikasi. Yang penting skill dan keberanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, lintasan di Lanud sebelumnya pernah mencapai 18 kilometer dengan rute memutar dan menantang. Setelah sempat vakum selama dua tahun, kegiatan kembali hidup berkat dukungan Danlanud yang juga memiliki minat pada olahraga otomotif.
Menurut Anto, offroad bukan semata-mata soal adu adrenalin, tetapi juga mengajarkan solidaritas dan kebersamaan.
“Kalau ada kendaraan mogok atau rusak di tengah lintasan, kita saling bantu. Touring bisa sampai dua minggu, bahkan turun mesin di tengah perjalanan. Di situlah rasa setia kawan teruji,” katanya.
Meski telah berusia 68 tahun, Anto mengaku tetap bersemangat mengikuti offroad.
“Adrenalin itu yang membuat kita tetap hidup dan berenergi,” ujarnya.






