Palembang, LamanQu.Com – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2026, yang digelar di Auditorium Lantai 4 Perpustakaan Kampus B UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (7/1/2026).
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, MA, menyampaikan bahwa launching ini menjadi penanda dimulainya secara resmi seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027, termasuk program RPL yang memberikan kesempatan luas bagi masyarakat berpengalaman kerja untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Hari ini kita melaunching secara resmi Penerimaan Mahasiswa Baru dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) UIN Raden Fatah Palembang Tahun 2026,” ujar Prof. Muhammad Adil.
Ia menjelaskan, jalur penerimaan mahasiswa baru UIN Raden Fatah Palembang terdiri dari tiga skema utama. Pertama, Seleksi Nasional Kemendikbud, meliputi SNBP dan SNBT. Kedua, Seleksi Nasional Kementerian Agama, yakni SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Ketiga, Seleksi Mandiri, yang mencakup Ujian Mandiri (UM) dan RPL.
“Program RPL sebenarnya sudah mulai dijalankan pada periode sebelumnya, namun hari ini kita resmikan launching-nya agar implementasinya lebih optimal dan diketahui secara luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Untuk informasi teknis pendaftaran, Prof. Muhammad Adil mengimbau calon mahasiswa agar mengakses kanal resmi UIN Raden Fatah Palembang melalui website www.radenfatah.ac.id, serta media sosial resmi di Facebook dan Instagram uinradenfatahpalembang.
“Insya Allah seluruh program studi yang ada di UIN Raden Fatah Palembang dapat diikutkan dalam program RPL,” bebernya.
Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan bahwa saat ini jumlah mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang mencapai 21.009 orang. Sementara untuk tahun 2026, total daya tampung mahasiswa baru yakni S1: 6365 orang,S2 400 orang dan S3: 80 orang.
Menanggapi alasan dibukanya program RPL, Prof. Muhammad Adil menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan angka lulusan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Berdasarkan data, jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki ijazah S1, S2, dan S3 masih sangat rendah, baru sekitar 10,18 persen. Padahal banyak masyarakat yang secara keilmuan dan pengalaman kerja layak disebut sarjana, namun terkendala persoalan administratif,” jelasnya.
Menurutnya, RPL menjadi solusi strategis untuk menjembatani pengalaman kerja dan kompetensi masyarakat agar dapat diakui secara akademik.
“Alhamdulillah, sejak dibuka, minat masyarakat terhadap jalur RPL di UIN Raden Fatah Palembang cukup tinggi,” tuturnya.
Meski demikian, pihak universitas tetap menerapkan kuota RPL yang disesuaikan dengan kesiapan administrasi, ketersediaan dosen, serta sarana dan prasarana perkuliahan.
“Kami tidak bisa membuka terlalu banyak kuota. Detail kuota RPL akan diumumkan secara resmi melalui website UIN Raden Fatah Palembang,” ungkapnya.
Saat ditanya awak media mengenai keabsahan ijazah lulusan RPL, Rektor menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara lulusan RPL dan lulusan jalur reguler.
“Semuanya sama. Gelar yang diperoleh sama, ijazahnya juga sama, tidak ada perbedaan antara lulusan RPL dan S1 reguler,” tegasnya.
Untuk diketahui, UIN Raden Fatah Palembang saat ini memiliki 9 fakultas, yakni:
1. Fakultas Syariah dan Hukum
2. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
3. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
4. Fakultas Adab dan Humaniora
5. Fakultas Dakwah dan Komunikasi
6. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
7. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
8. Fakultas Sains dan Teknologi
9. Fakultas Psikologi
Selain itu, UIN Raden Fatah Palembang juga menyelenggarakan Program Pascasarjana yakni Prodi Studi Islam, Prodi Pendidikan Agama Islam, Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Prodi Pendidikan Agama Islam dan Prodi Peradaban Islam.










