• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Februari 25, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Dunia

Krisis Pangan Kian Menjadi, PBB Mencoba Menandatangani Kesepakatan Terkait Ekspor Gandum

Reporter Editor Sumsel
22 Juli 2022
krisis pangan internasional
Bagikan ke Whatsapp

lamanqu.com – Perang yang berkelanjutan membuat beberapa pasokan bahan pangan tersendat, salah satu pasokan yang sedang mengalami krisis adalah gandum, sedangkan untuk pemasok gandum terbesar berasal dari Rusia dan Ukraina. Namun invasi Rusia menimbulkan dampak yang sangat besar sehingga dapat memicu terjadinya krisis pangan internasional.

Dalam fase ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mencoba untuk menandatangani kesepakatan terkait ekspor gandum laut hitam pada hari ini, Jumat (22/7/2022).

“Kita seharusnya tidak pernah berada di posisi ini sejak awal,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price. “Ini adalah keputusan yang disengaja dari pihak Federasi Rusia untuk mempersenjatai makanan.”

Pada perjanjian ini, ada tiga negara diantarannya Ukraina, Rusia dan Turki, selain itu perang yang tengah terjadi berhasil menghentikan ekspor gandum di Kyiv, dan menyebabkan belasan kapal terdampar, bahkan ada sekitar 20 juta ton biji-bijian terjebak dalam silo di pelabuhan Odesa.

Terkait masalah tersebut, rencana yang dipimpin PBB selama pembicaraan di Istanbul pekan lalu dan sekarang akan dituangkan secara tertulis oleh para pihak terkait sedangkan untuk isi perjanjian belum dapat diketahui.

Bahkan Belum ada konfirmasi kesepakatan dari Moskow atau Kyiv. padahal waktu untuk penandatangan kesepakatan pukul 13.30 GMT dan akan ditandatangani di kantor Istana Dolmabahce.

Sementara PBB dan Turki sudah mencoba untuk melanjutkan ekspor biji-bijian Laut Hitam Ukraina dan memfasilitasi pengiriman biji-bijian dan pupuk Rusia selama dua bulan terakhir.

“Mayoritas infrastruktur pelabuhan Odesa yang lebih luas-ada tiga di antaranya-tetap ada, jadi perlu beberapa minggu jika ada jaminan keamanan yang layak,” katanya kepada televisi Ukraina.

Sedangkan untuk pihak Moskow telah membantah bertanggung jawab atas memburuknya krisis pangan, sebaliknya menyalahkan efek mengerikan dari sanksi Barat karena memperlambat ekspor makanan dan pupuknya sendiri dan Ukraina karena menambang pelabuhan Laut Hitamnya.

Tags: krisis pangan internasionalLaut Hitam Ukrainapasokan bahan pangan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Darwin Nunez Berhasil Memborong Empat Gol

Next Post

Anggota DPRD Sumsel Dapil IX Serap Aspirasi Masyarakat Muba

Editor Sumsel

Info Terkait

pelabuhan laut odessa, rusia mengirim rudal, perjanjian damai

Pelabuhan Odessa Dihantam Dua Rudal Rusia, Krisis Tidak Dapat Terhindarkan, Perjanjian Batal

23 Juli 2022
bahan zat kimia berbahaya

Sidak Pengamanan Barang Berbahaya Hingga Perlindungan Konsumen

8 Mei 2021

Berita Terbaru

Kepedulian Babinsa di Lokasi TMMD, Dampingi Anak Sekolah Lintasi Jalan Berlumpur

Langkah Tegap di Tanah Pengabdian: Dandim Kebumen Tinjau TMMD dan Rangkul Hangat Warga Somagede

TMMD ke-127 Gelar Sosialisasi PHBS ke Pelajar SMKN 1 Rancabali

Energi Sepenuh Hati, Kilang Pertamina Plaju Salurkan 500 Paket Sembako

Polda Sumsel Perkuat Kamtibmas Kota Palembang Selama Ramadhan

Rumah Reyot Kini Jadi Bagus, Aksi TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Banjir Pujian

Harper Palembang Tawarkan Promo Spesial dan Live Music di Program Bukber Ruby Al Barakah

Idham Faca Buka Suara Soal Tudingan SCW Terkait Dugaan Keterlibatan KSOP dalam Penyelundupan BBM Ilegal

Satgas TMMD ke-127 Tinjau Lokasi Bak Penampungan Air dan Pipanisasi di Desa Cipelah

Berita Populer

Dari Kepedulian Menjadi Aksi, SPP RU III Dukung Pemulihan Sumatera

Pemulihan Sumatera
Reporter YN
20 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama terus menjadi nilai yang hidup di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga...

Read more

Sinergi TNI dan Rakyat di TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung

TMMD ke-127 Kodim 0624
Reporter UMR
20 Februari 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com Semangat kebersamaan TNI dan masyarakat terus membara di Kabupaten Bandung. Hal ini terlihat jelas dalam pelaksanaan program...

Read more

Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Reporter UMR
18 Februari 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com - Tim Kesehatan Satgas TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat Kampung Kubangsari,...

Read more

Lahan Teh PTPN di Pangalengan Dialih Fungsihkan Tanam Kentang Picu Ancaman Longsor

Lahan Teh PTPN di Pangalengan
Reporter UMR
16 Februari 2026

Pangalengan, LamanQu.Com - Penguasaan lahan kebun teh PTPN secara ilegal di Pangalengan kerap dilakukan guna alih fungsi lahan, hal ini...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In