Gubernur Apreasiasi Program Pegadaian Ubah Sampah Menjadi Tabungan Emas

Palembang, LamanQu.com – PT Pegadaian (persero) menggelar kegiatan bersih-bersih serentak dengan tema Gold for Work di 12 kota besar di Indonesia, termasuk di Palembang yang dipusatkan di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Sabtu (06/03/2019). Melalui program Gold for Word ini, masyarakat yang mengumpulkan sampah mendapatkan imbalan berupa tabungan emas, dan ini ditetapkan sebagai rekor LEPRID ( Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) dengan peserta 8.000 orang.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, atas nama Pemprov dirinya mengucapkan terima kasih atas kegiatan PT Pegadaian Persero wilayah III Palembang. “Kegiatan ini memantik cinta lingkungan, hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

“Pegadaian melalui CSR nya membantu kegiatan ibu ibu PKK. Membantu kegiatan yatim piatu, dan ada bank sampah. Ini luar biasa,” tambahnya.

Menurutnya, Kegiatan PT Pegadian ini alangkah baiknya diikuti instansi lain. Kerena melalui kegiatan ini mengingatkan akan pentingnya arti kebersihan. “Jangan dihentikan kegiatan seperti ini. Karena akan menjadi motivasi kita untuk terus menjaga kebersihan. Kegiatan Pegadaian ini telah menginspirasi masyarkat dan instansi lain,” urainya.

“Ini terbukti BKB bersih. Mudah-mudahan kegiatan ini berkesenimbungan. Teruslah berbuat untuk daerah dan bangsa,” ucap Herman Deru.

Herman Deru menuturkan, PT Pengadaian telah melakukan perbuatan nyata. Ini bentuk pengabdian konkrit yang dilakukan Pegadaian. Masyarakat menjaga kebersihan, dan dapat meningkatkan perekonomian

“Harapan saya, berikan perhatian di sedikit laba dalam wujud nyata, ke UMKM misalnya usaha lele. Kewajiban kita memperkokoh UMKM misalnya membantu pemasarannya. Agar apa yang dihasilkan UMKM itu tidak sia sia,” paparnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah III PT Pegadaian (Persero) Palembang
Eka Pebriansyah menjelaskan, ini bentuk kegiatan bersih lingkungan. “Kita memeberdayakan masyarakat Palembang untuk membersihkan lingkungan. Yang hadir disini mengumpulkan sampah dan ditukar dengan emas. Dari besaran nilai dari sampah itu sudah bisa menjadi tabungan emas,” terangnya.

“Intinya bekerja membersihkan lingkungan, hasil kerjanya untuk tabungan emas.Nasabah tabungan emas sudah banyak di Palembang.
Hari ini ada 700 orang yang berkumpul, untuk tabungan emas. Untuk total di Indonesia saat ini 8.000 orang serentak masyarakat yang mengikuti untuk tabungan emas,” paparnya.

Eka mengungkapkan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin masyarakat lebih care dengan kebersihan.

“Kita sudah ada bank sampah di Palembang. Sampah ditimbang, ada nilainya. Masuk ke tabungan emas. Manfaatnya pertama lingkungan bersih. Kedua, meningkatkan perekonomian,” tandasnya. (Yanti)