Satire Interaksi Digitalisasi Hingga Santet Pelet Jelang Pileg- Pilpres

LamanQu.com – Bisa klita hitung ulang kapan si awal nya era digital? Awal nya peradaban orang meninggalkan hal hal yang berbau kuno kah? Atau awal orang orang tertarik dalam magnit grup grup whatsapp, Instagram, Vlog, youtuber hingga istilah istilah baru bermunculan ‘viral’ dan ‘viralkan’, ‘hoaks’ adalagi celegram dan semacam nya.
Pendeknya hampir segala sesuatu komunikasih tatap muka benar benar diabaikan karena dituding tidak efektif tidak luas jangkauan tidak banyak yang bisa disampaikan. Itu sekilas dan sedikit bagian saja phenomena hubungan antar manusia di era digital.

Tak bisa dipungkuri masyarakat menikmati dan happy mungkin dengan kemajuan ini karena belum ada yang mau melakukan riset tentang apa apa saja yang ditinggalkan masyarakat digital ini? Baik buruk secara komrehensive nya dicuekin aja..! Mungkin kaum cendikia di negeri ini ikut dibuai magnit nya technology dan nyungsap kedalam era ini dalam dalam?

Kasian juga bangsa kita dan bangsa bangsa di dunia. (gak usah dilanjut bagian ini, yang hebat nya pencetus technology la)
Ada hal yang baik yang hampir gak kedengaran berbulan bulan bahkan bertahun tahun kosa kata ‘santet’. Karena santet berbau mistis sangat bertentangan dengan digital beda wilayah ilmu nya. Akan tetapi kita tidak boleh melupakan beberapa periode Pilkada, Pileg dan Pilpres 5 tahun bahkan 15 tahun mundur ke belakang bahwa ‘Santet’ sangat mapan di telingah kita. Inti nya untuk bisa terpilih menjadi kepala daerah, legislative bahkan presiden ada pasukan pasukan gaib disebar dan ditebar untuk pengaruhi ‘voters’ untuk menangkan calon calon tertentu. Entah ini santet benaran atau extensi bentuk santet di era Pemilu yang menyerang di saat fajar menjinjing karung karung receh Rp.50.000 higga Rp. 300,000 per satu surat suara.

Sebagai orang Indonesia , khususnya orang jawa , pastinya anda tahu dengan ilmu santet atau pellet. Walaupun ilmu ini melegenda, namun jaman digital ini sudah tidak banyak orang yang memakainya bahkan bicarakan saja sungkan karena tidak seksi.

Sebenarnya Ilmu ini asli peninggalan leluhur jawa kuno, ilmu ini di percayai oleh masyarakat jawa sebagai ilmu pengasihan atau yang dikenal dengan ilmu pemikat lawan jenis pada awal nya. Ilmu ini sudah dikenal masyarakat jawa sejak jaman dulu.
Ilmu ini terdiri dari beberapa serangkaian doa dan kebanyakan ilmu pelet asli jawa bertuliskan kalimat-kalimat arab dan jawa. Untuk mempelajari ilmu ini ada syarat-syarat tertentu yang harus dijalani.
Selain itu, untuk memperoleh hasil dari ilmu santet atau pelet ini juga tergantung dari perilaku dan keseriusan si penggunanya. Minta didoa kan kah? Atau minta dijadikan prioritas lah dalam perebutan pundi pundi suara. Media yang digunakan pun bermacam macam ada yang cukup membaca doa, puasa, wirid, foto, kemenyan dan lain-lain.

Sebagai gambaran singkat pellet atau santet tergolong seperti berikut ini termasuk jenis ilmu pellet atau santet warisan leluhur Jawa kuno.

1. Ilmu Pelet Ajian Jaran Goyang
Ilmu pengasihan jawa kuno ini dipercaya oleh sebagian masyarakat jawa sebagai ilmu pelet yang sangat ampuh untuk menaklukan dan memikat hati lawan jenis, menurut sejarah jawa ilmu ini diciptakan oleh seorang yang bernama Ki Buyut Mangun Tapa, beliau adalah seorang yang sakti mandaraguna.

2. Ilmu Pelet Ajian Semar Kuning (Semar Mesem)
Ilmu Pengasiahan yang satu ini tidak kalah ampuhnya dengan ilmu pelet jaran goyang yaitu untuk menaklukkan lawan jenis. cara kerja ilmu ini adalah ketika seseorang yang menjadi incaran akan menjadi tergila-gila, akan tetapi masih dalam kondisi sadar tidak kehilangan ingatan.
Korban akan selalu nempel dan selalu resah ingin ketemu , bahkan tak segan untuk mendatangi sendiri si pemakai ilmu ini.

3. Ilmu Pelet Lewat Foto
Ilmu pelet peninggalan jawa ini fungsinya sama dengan ajian jaran goyang dan semar mesem, hanya saja media yang digunakan berbeda yaitu berupa foto seseorang yang dituju, tentu saja dengan menggunakan syarat-syarat dan doa tertentu agar supaya ilmu ini dapat berfungsi sesuai yang diharapkan si penggunanya.
Tentu saja karena medianya foto , ilmu ini hanya kembangan dari ilmu pelet jaman dulu yang menggunakan media rambut atau yang berhubungan dengan si korban.
Terlepas dari ketiga ilmu pelet jawa kuno yang telah disebutkan di atas, ilmu pelet ini tergantung yang melakukannya, jika dilakukan dengan tujuan yang baik misalnya ingin memikat hati wanita dengan tujuan untuk dinikahi dan tidak menyimpang dari ajaran agama tentu saja diperbolehkan. Namun ada juga kalangan yang tidak memperbolehkan karena haram melakukannya dan menyimpang dari ajaran agama.

4. Ilmu pelet Jepang
Terlepas dari pro dan kontra ketiga ilmu pelet tersebut , yang jelas kalau anak jaman now lebih suka ilmu pelet jepang .
Apa sih ilmu pelet jepang itu ?
Hehehe…Ilmu pelet jepang adalah ilmu pelet dengan modal duit , mobil dan kemewahan lainnya untuk menggaet korban .
Nah, untuk bisa memiliki ilmu pelet jepang , kamu harus kerja keras supaya punya modal untuk melakukannya ilmu pelet paling modern tersebut.
Demikian semogah bermanfaat.

Penulis: Arjeli, SS