Sosialisasi Pemilu 2019, KPU Gelar Konser Musik

Palembang, LamanQu.com – KPU Provinsi Sumsel akan menggelar konser musik berdaulat negara kuat di Kambang Iwak, Minggu (31/3/2019). Konser tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan Pemilu 2019 terkait cara pencoblosan surat suara.

Divisi Data KPU Sumsel Hendri Alma mengatakan, konser musik berdaulat negara kuat dimulai pada pukul 07.30-10.00 WIB.

“Kita akan melakukan soailisasi terkait Pemilu 2019. Dalam slot konser, kami akan tampilkan 5 kertas surat suara, ” ujarnya

Dia menjelaskan, dalam konser musik tersebut pihaknya menargetkan dihadiri 500 peserta di Kambang Iwak. Pihaknya mengundang teman-teman milenial, relawan demokrasi termasuk peserta pemilu. “Acara konser tersebut menghadirkan artis ibukota,” katanya.

“Kami fokus melakukan sosilisasi cara mencoblos agar masyarakat tau suara sah dan tidak sah.Target kami persentase pemilih mencapai 77,5 persen tercapai,” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai strategi sosialisasi kepemilih manula, Hendri menuturkan, KPU Provinsi belum memiliki stategi untuk pemilih manula. Terutama di pelosok. “Saat pencoblosan nanti pemilih manula boleh didampingi,” katanya.

Ketika ditanya terkait keputusan MK yang membolehkan pemilih menggunakan suket, Hendri menuturkan, pihaknya masih mengacu intruksi KPU RI. Beberapa hal penting, selain pakai EKTP juga bisa pakai suket. Artinya masyarakat yang belum punya identitas kependudukan, dapat terlibat sebagai pemilih.

“Untuk pindah pemilih masih bisa melakukan proses pindah pemilih sampai 7 hari sampai menjelang pemungutan. Yang bisa mengurus, yang sedang rawat inap. Yang sedang menjalani binaan di LP, mendapat tugas negara, tidak bisa berada di domisi.Diluar kategori itu tidak bisa. Kita masih menunggu juknisnya,” terangnya.

Untuk surat suara, sambung Hendri, ada tambahan surat suara cadangan. Yang belum terdaftar dalam DPTHP-2 bisa menggunakan hak pilih, dilihat sisa surat suara.” Yang punya e ktp dan suket bisa memilih mereka kita sebut pemilih khusus yang masuk kategori e ktp dan suket. Kita lakukan koordinasi dengan KPU kabupaten dan kota, agar turut berkoordinasi dengan dukcapil,” tandasnya.

Hendri menjelaskan, data pemilih pada Pilpres 2014 berjumlah 5.865.025. Sedangkan data DPTHP-2 berjumlah
5.877.575. “Ada peningkatan 0,2 persen atau bertambah 12 ribu pemilih,” pungkasnya (Yanti)