Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu, Jokowi Titip Tiga Kartu

Palembang, LamanQu.com – Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu digelar di Palembang Sport Cinvention Center (PSCC), Sabtu (9/3/2019). Hadir dalam acara tersebut, ribuan alumni mahasiswa Perguruan Tinggi di Sumsel.

Ketua TKD KIK Provinsi Sumsel Syahrial Oesman mengatakan, kata survei kalah. “Tapi yakinlah sebentar lagi kita akan menang.
Mereka tidak stop setelah deklarasi , tapi door to door.Saya mewakili alumni, disini ada sekitar 6.000 .Kita siap memenangkan Jokowi,” ujarnya.

Ketua Alumni Sriwijaya Bersatu Eddy Ganefo mengatakan, siap memanangkan Jokowi menjadi Presiden satu kali lagi.

Capres Joko Widodo mengatakan, Indonesia negara besar dengan 34 Provinsi, 514 kabupaten dan kota dan 17 ribu pulau.” Tidak ada negara didunia ada 17 ribu pulau. Kita dianugrahi berbeda -beda. Sering kita tidak ingat, disini ada 714 suku di Indonesia.Inilah kekayaan kita yang harus dijaga. Jangan sampai, pilkada, pilpres, urusan politik, tidak bisa menjaga persatuan,” katanya.

“Negara kita besar, jadi tantangannya juga besar. Saya bersyukur diberi pengalaman mengelolah pemerintah, dari yang paling bawah Walikota dua periode. Gubernur Jakarta, dan Presiden RI,” bebernya.

Menurutnya, tidak mudah mengelolah negara Indonesia. Jadi dibutuhkan pengalaman mengelolah negara ini. Jangan sampai mengelolah negara besar ini kepada yang belum berpengalaman.

“Rakyat dipompa agar optimis. Jangan ditakuti Indonesia bubar, punah. Itu mengajak rakyat pesimis. Jangan takut menghadapi tantangan. Jalan tol dari Bakahuni dibangun, nanti disambung sampai Palembang. Jangan sampai memimpin negara besar pesimis. Juni saya kesini, kita meresmikan tol Bakahuni sampai Palembang,” urainya.

“Saya titip tiga kartu. Pertama KIP kuliah, berikan jaminan anak anak kita ada yang mendat pendidikan premium, baik sekolah di dalam dan luar negeri. Kedua kartu pra kerja bagi yang lulus sma dan smk. Kalau mau masuk dunia kerja akan diberikan training dan akan diberi insentif dibatasi 6 bulan sebelum masuk kerja. Ketiga kartu sembako murah, kartu ini diberikan untuk yang tidak mampu. Tiga kartu ini diberikan atas survei ilmiah,” terangnya.

Jokowi menuturkan, 17 April tinggal 40 hari lagi. “Saya titip agar isu yang berkembang baik hoak atau fitnah kita berani melawan itu. Jangan takut lawan hoak.Contoh pertama isu kriminalisasi ulama. Itu tidak ada. Ini negara hukum, kalau salah walaupun Menteri, Bupati, Gubernur, anggota dewan, yang salah masuk sel,” ucapnya.

Isu kedua, lanjut Jokowi, soal larangan azan, itu tidak mungkin dilakukan di Indonesia yang negara muslim terbesar di dunia. Itu hoak, tidak mungkin. Isu ketiga , Pemerintah melegalkan kawin sejenis. Terakhir isu pemerintah menghapus pendidikan agama. Itu hoak, tapi 9 juta masyarakat percaya.

“Waktu kita tinggal 40 hari. Ada disebuah provinsi, suara kita anjlok 8 persen karena percaya isu itu.Terkahir pesan saya, kita harus militan, door to door. Sampaikan apa yang kita kerjakan selama 4,5 tahun. (Yanti)