Sandiaga Cerita Pahitnya Kopi Petani Hingga Pahitnya DPT Hantu

Palembang, LamanQu.com – Cawapres RI Sandiaga S Uno menggelar acara Ngobrol Pintar (Ngopi) di Gunz Cafe, Jumat (7/12/2018) malam. Acara tersebut dihadiri relawan dan kaum muda milenial.

Dalam sambutannya, Sandiaga S Uno mengatakan, dirinya tidak pernah berpikir jadi pengusaha. “20 tahun lalu saya di PHK. Namun ada hikmah di balik itu, dari karyawan, harus menjadi pengusaha. Saya memulai semua dimulai dari kecil, yakni membuka konsultan keuangan, dan akhirnya saya bisa berkembang. Berkat kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja iklas. Saat ini ada 30 ribu pegawai di perusahaan saya di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Sandiaga, usaha kuliner dan ekonomi kreatif mendominasi ekonomi di Sumsel.

“Saya tidak ingin memecah belah. Kita bicara ekonomi, kita akan bersatu. Kita fokus membuka lapangan kerja, 2019 mulai usaha, UMKM maju, ekonomi berkembang dan komoditas naik. Pemerintahan berpihak kepada rakyat,” katanya.

Selesai sambutan, dilakukan sesi tanya jawab. Diantaranya pertanyaan dari relawan terkait DPT tambahan sebanyak 31 juta.

Sekjen Partai Berkarya Prio Budi Santoso mengatakan, hari ini satu bulan ini harus berhati hati. Pasalnya, tiba tiba Kemendagri menyatakan ada 31 juta warga dimasukan ke DPT. “Kami parpol pendukung Prabowo dan Sandi, kami khawatir ini pintu masuk kecurangan. Karena jika ada kecurangan dengan adanya DPT 31 juta itu, maka pihak lawan bisa menjadi juara.Kalau mau mendukung Prabowo dan sandi, relawan harus siap mengawal TPS, ” katanya.

Prio menambahkan, Sekjen partai pendukung mau ke KPU RI dan Bawaslu, mau protes kalau angka 31 juta itu tidak jelas. “Kalau bisa menjelaskan 31 juta itu, kita bisa menerima. Jadi kalau penjelasan KPU RI dan bawaslu itu tidak jelas, kita akan protes. Tidak boleh ada suara hantu. Orang mati bisa hidup. Baru lahir bisa milih. Kita ingin cek, telusuri. Semua pendukung militan Prabowo dan Sandi harus mengawasi suara Pabowo dan Sandi di TPS. Hayo semua bergerak, peloti tps agar tidak terjadi kecurangan,” tegasnya.

Pertanyaan kedua dari mahasiswa bernama Ruli terkait kunci kesuksesan mengelolah usaha.

Sandiaga menjelaskan, kunci kesuksesan usaha adalah pertama SDM, yang harus harus dapatkan dengan memiliki integritas. Kedua memiliki passion dan energi dalam bekerja sehingga bisa memajukan usaha. Ketiga SDM harus memiliki intelegency. “Alhamdulilah dari satu perusahaaan saya menjadi 28 perusahaan. Di bidang infrastruktur, konsumsi,konsultan, dan lainnya,” katanya.

Menurut Sandiaga, satu kampus harusnya ada satu pusat wirausaha. Kedepan Hipmi akan mengajak Perguruan Tinggi (PT) untuk menciptakan wirausaha baru di tempat yang subur yakni di kampus.

Menanggapi pertanyaan dari Hadi warga OKU terkait pajak yang memberatkan petani kopi, Sandiaga mengungkapkan, soal pajak bagi petani kopi ini memang memberatkan. Apalagi obat- obatan untuk pertanian mahal, pajak ini memberatkan. “Saya tidak hanya berjanji tapi membuktikan, fokus dan komit mensejehtrekan petani. Kalau kita terpilih, kita hapus pajak, kita bantu pemasarannya. Dengan kerja keras 133 hari kedepan dengan memilih Prabowo dan Sandi, In Sya Allah menjadi petani kopi tidak pahit. Karena Indonesia dikenal kopinya. Sumsel punya kopi bagus, kenapa merek asing diberi peluang usaha. Kopi lokal harus bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri ,” pungkasnya.